
Di sebuah rumah yang mewah berlantai dua dan menghadap ke pantai, seseorang sedang berdiri disana, "Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya," tanya Reza dari balik teleponnya.
"Tunggu saja ... biarkan saya berfikir dulu kejutan apa yang pantas untuk dia,"
"Baiklah aku mengerti," seraya memutuskan sambungan teleponnya.
Kemudian Reza masuk kedalam rumah karena hari sudah beranjak sore tidak lama lagi azan maghrib berkumandang.
...************...
Kini di tempat yang berbeda Ara dan Antony sudah menyelesaikan ritual mandinya. Dan kini mereka sedang duduk di balkon kamar seraya memandang matahari yang sebentar lagi akan terbenam.
"Ara lagi apa ya?" tanya pada diri sendiri.
Di tempat yang berbeda Ara pun bertanya demikian.
Tiba - tiba, ting .... ( Bunyi notivikasi pesan ).
"Antony ...." gumam Ara dalam hati.
Walaupun dia pernah di kecewakan. Tapi aku masih menyimpan no handphone nya, bahkan biola pemberiannya masih tersimpan rapi di lemari. Tapi, untuk memaafkan, kita lihat nanti di episode selanjutnya 😊😊😊
Tapi, aku tak akan mampu untuk membencinya, karena rasa sayang ini lebih besar dari apa pun.
Masa lalu rasa sakit, masa depan bagai mimpi - mimpi, semua akan berlalu seperti sungai yang mengalir, maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan begitu pula dengan kisah cinta percintaanku yang entah akan berlabu di mana dan pada siapa kelak hati ini akan aku titipkan.
Tapi, ya sudah lah itu sudah berlalu tak perlu untuk di ungkit lagi. Cukup di jadikan sebuah pelajaran agar tidak terulang di masa depan.
Ting ... bunyi pesan untuk kedua kalinya.
Aku pun tersadar dari lamunanku.
"Antony...."
Akupun membuka pesan darinya. Sms pertama,
Antony
- "Assalamualaikum ... Ara. Lagi ngapain?"
Sms ke dua,
Antony
__ADS_1
- "Kok, pesanku tidak di balas? Kamu lagi sibuka ya? Ini aku Antony."
Aku hanya bisa senyum - senyum membaca pesan singkat darinya. Aku pun segera membalasnya.
Ara
- "Waalaikumsalam. Bukannya tidak mau di balas, kaget aja setelah bertahun - tahun kamu tidak pernah menghubungi aku, dan sekarang tumben - tumbenan menghubungi aku ada apa ya?"
Antony
- "Maaf kan aku yang selama ini sudah membuat mu menderita, tapi salah kah jika aku masih mengharap kita untuk merajut kembali cinta yang pernah putus di tengah jalan."
Ara
- "Beri aku waktu untuk berfikir."
Antony
- "Baiklah. jangan lama - lama."
Ara
- "Terima kasih."
...****************...
Di meja makan Antony dan Mami Yoel makan dengan khidmat tanpa ada yang bersura. Hanya dentingan sendok yang terdengar disana.
Sesaat kemudian kini mereka sudah menyelesaikan makan malamnya dan Mami Yoel membersihkan piring kotor kemudian membawa nya ke westafel lalu mencucinya.
Kini Mami Yoel sudah berada di ruang keluarga sambil nonton acara TV bersama sang Anak.
"Coba cerita dong, bagaimana pengalaman pertamu bekerja di restoran Ara?" tanya Sang Mami mengawali pembicaraan seraya melirik wajah sang anak.
Antony pun menoleh ke arah sang Mami lalu tersenyum kemudian menjawab, "Apa yang harus Antony ceritakan ke Mami?"
"Apa aja?"
"Tidak ada yang istimewa."
"Kenapa bisa begitu?"
Hening......
"Ny.... Mamy mau tanya dong?"
__ADS_1
Antony pun menoleh arah sang Mami, "Mau tanya apa Mi?"
Walau ragu tapi sang Mami tetap bertanya, dengan hati - hati, "Perasaan kamu ke Ara bagaimana untuk saat ini?"
Antony pun menatap wajah sang Mami kemudian mengerutkan kening, kemudian bertanya, "Maksud Mami apa ya? Antony tidak mengerti?"
"Apa kah di hati kamu masih tersimpan cinta untuk Ara?"
"Kenapa Mami tanya itu?"
"Tidak apa - apa, hanya tanya doang tidak boleh?"
"Kalau Antony boleh jujur, perasaan Antony dari dulu hingga sekarang tidak lah berubah untuk Ara, bahkan saat Antony masih bersama Zahra, Ara tidak pernah terhapus dari ingtan Antony. Makanya Antony memilih melepaskan Zahra karena Antony tidak ingin menyakiti Zahra lebih lama lagi. Zahra berhak bahagia bersama laki - laki yang di cintainya dan jangan menghabiskan waktu hanya untuk orang yang tak pernah mencintainya seperti dia bersama Antony dulu."
Sang Mami hanya tertegun mendengar penuturan sang Anak, "Ya Allah maaf kan atas kesalahan ku selama ini, karena sudah memisahkan mereka berdua." gumam sang Mami dalam hati.
Kemudian Mami Yoel bergumam dalam hati kembali, "Aku harus melakukan sesuatu, ya aku harus melakukan sesuatu,"
Kini malam sudah larut mereka pun kembali ke dalam kamar masing - masing.
...**************...
Ditempat yang lain.
Di atas pembaringan Ara belum bisa memejamkan matanya barang sedikit pun. Sms Antony tadi sore masih terngiang - ngiang di ingatannya.
"Jawaban apa yang akan aku berikan untuknya? Apakah masih ada cinta untuk nya setelah apa yang dia perbuat ke padaku dulu?"
Karena kelelahan berfikir akhirnya dia pun tertidur.
...***************...
Di dalam kamar.
Mami Yoel hanya duduk diatas tempat tidurnya sambil bersandar di sandaran tempat tidurnya, serta duduk bersilah dan memangku bantal di atas pahanya, dan meletakkan kedua tangannya disana.
"Aku harus menemui Ara secepatnya, ya aku harus menemui Ara secepatnya," gumam Mami Yoel dalam hati.
Perlahan - lahan, Mami Yoel pun merebahkan tubuhnya di atas pembaringan lalu siap berpetualang ke dalam mimpi.
...💖💖💖💖...
...Mari saling mendukung...
__ADS_1
...Terima kasih...
...💖💖💖💖...