
Setelah Reza selesai sms Ara, dia pun menghubungi seseorang.
Tut... tut... tut... bunyi panggilan terhubung.
Sesaat kemudian.
"Hallo," ujar orang yang ada di sebrang sana.
"Hallo ... aku sudah meminta pekerjaan sama Ara, besok aku sudah mulai bekerja. Selanjutnya apa yang harus aku lakukan."
"Tidak ada. Sisanya biar aku yang mengurusnya." ujar orang di sebrang sana.
Sambungan telepon pun terputus.
...********...
Didalam kamar Mami Yoel sedang gelisah dan berjalan mondar mandir seperti setrikaan. Dia berfikir setelah ini langkah selanjutnya apa lagi yang harus dia lakukan, dia ingin memperbaiki keadaan beberapa tahun yang lalu berkat ulah keegoannya.
Karena kelelahan Mami Yoelpun memutuskan untuk segera tidur.
...************...
Kini pagi sudah menyapa.
Antony sudah bangun tidur sejak tadi, dan sekarang dia sedang berencana ingin jogging pagi.
"Mi, Antony pergi dulu ya?" ujar Antony yang kini sudah siap dengan pakaian dan perlengkapan yang ingin dia bawa saat olahraga.
Mami Yoel yang melihat sepintas dari dapur, dia pun segera keluar mengejar Antony selum jauh melangkah untuk jogging.
"Antony, tunggu!" teriak sang mami dari balik pintu utama.
Antony yang baru saja hendak keluar dari dalam pagarpun menoleh kebelakang, "Ada apa Mi?"
Sang Mami pun berjalan mendekat, setelah berdekatan, "Ny, mulai hari ini kamu kerja di Restoran Bunda Amira!" ujar Mami Yoel seraya menatap wajah sang Anak.
Antony pun bingung dan nampak sedang berfikir bagaimana mungkin dia bisa bekerja sama dengan orang yang pernah dulu di sakitinya dan di sia - sia kan cinta nya.
"Maaf Mi Antony tidak bisa," seraya membalik kan tubuhnya mengancang - ngancang untuk segera berlari.
Mami yang menyadari itu, "Tunggu."
Antony yang tetap pada posisinya memunggungi Mami nya, "Ada apa?"
"Pokoknya Mami tidak mau tau, kamu harus segera kembali, dan mulai hari ini kamu harus pergi bekerja dan tempat kamu bekerja adalah di restoran Ara." ujar sang Mami seraya berlalu pergi dan kembali masuk kedalam rumah.
Antony hanya bisa tersenyum getir mendengar penuturan sang Mami. Dan dia pun tetap melanjutkan olahraga joggingnya.
...************...
"Pagi Bunda," sapa ku pada Bunda ketika aku sudah berada di ruang tamu.
Bunda saat itu sedang baca koran pagi pun menoleh ke arah ku. "Pagi sayang."
Aku pun melangkah mendekat dan duduk di sofa yang ada di hadapan Bunda.
Bunda yang melihat itu segera melipat koraannya dan meletakkan di atas meje, kemudian meraih gelas teh dan meminum nya, lalu meletakkannya kembali.
__ADS_1
"Ara ada yang mau Bunda beri tahu kamu!"
"Apa itu Bund?"
"Jangan - jangan bahas kapan kawai, dijodohkan, oh no ... no ... no ... " ucap Ara dalam hati seraya memasang wajah cuek.
Bunda yang memperhatikan perubahan wajah putrinya, "Kamu kenapa?"
Aku pun menoleh kearah Bunda, "Tidak apa - apa?"
"Tadi katanya mau bicara? Mau bicara apa?" penasaran.
Bunda pun berkata, "Hari ini Antony akan kerja dengan kamu."
Aku pun membelalakkan mataku tanda tak percaya, "Apa? Antony akan bekerja dengan Ara. Apa Ara tidak salah dengar Bund?"
"Kenapa ekspresi mun seperti itu?"
"Tidak apa heran saja?"
"Ya, sudah dulu deh Bund, Ara berangkat kerja dulu. Assalamualaikum," ujar ku seraya berdiri dan berjalan kearah Bunda lalu mencium punggung tangannya.
"Waalaikumsalam, hati - hati di jalan?"
"In sya Allah."
Kini aku sudah di dalam mobil dan siap melajukan mobilku ke jalan raya.
...***********...
Kini Antony sudah siap pergi bekerja, di tempat yang lain Reza juga siap untuk pergi bekerja. Reza sebelum berangkat bekerja, "Hallo, aku sudah siap bekerja untuk hari ini. Apa yang harus aku lakukan?"
"Dekati Ara kalau ada kesempatan!".
...***********...
Kini Antony sudah siap untuk pergi bekerja.
"Mi, Antony berangkat kerja dulu." ujarnya ketika sudah berada di lantai bawah.
"Ya sudah kamu hati - hati di jalan!"
"Assalamualaikum," seraya meraih tangan sang Maminya dan mencium punggung tangan sang Mami.
"Waalaikumsalam, hati - hati."
Kini Antony sudah berada di mobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya.
...*********...
Sesaat kemudian Ara, Reza, dan Antony tiba di restoran hampir bersamaan. Mereka pun sama - sama bertemu di pintu masuk restoran.
"Assalamualaikum, pagi?" sapa Ara pada Antony dan Reza.
"Waalaikumsalam," jawab Antony dan Reza serempak.
Reza pun membukakan pintu untuk Ara masuk, lalu kemudian di susul dengan dirinya sendiri. Sementara Antony, "Apa - apaan ini, Mami mau bunuh aku secara perlahan - perlahan," gerutunya dalam hati.
Dia pun berjalan kearah pintu, membuka kemudian masuk kedalam dan mulai bekerja.
Waktu begitu cepat berlalu hingga tak terasa hari beranjak siang. Karyawan restoran sedang beristirahat dan makan siang.
__ADS_1
Tok ... tok ... tok ....
"Masuk."
Ceklek. Suara pintu terbuka.
"Eh ... kamu Za ada apa?"
Reza pun berjalan kearah ku.
"Kamu tidak makan siang?"
Aku pun mengerutkan kening lalu kemudian mengulang pertanyaannya, "Makan siang?"
"Iya makan siang."
"Memang nya ini sudah jam berapa?"
"Ini sudah jam istirahat dan makan siang."
"Oh...." Lalu kemudian kembali sibuk dengan laporan bulanan yang di buat nya.
Reza yang melihat itu, "Kamu tidak mau istirahat dan makan siang?"
Ara pun menutup buku nya, "Aku makan siang disini saja. Silahkan keluar!"
"Kamu mengusirku dari ruangan ini?"
"Iya, aku usir kamu, karena aku takut ada setan yang ketiga berada di tengah kita." seraya berdiri dan berlalu pergi dari hadapan Reza.
Kini Ara sudah berada di lantai bawah bergabung dengan Fhani.
"Bagimana restoran hari ini?"
Fhani pun berjalan keluar dari meja kasir, "Lumayan lah untuk hari ini."
Aku pun menoleh kearah Fhani, "Maksud mu?"
"Alhamdulillah."
"Oh...."
Ara pun mengedarkan pandangannya di setiap sudut ruangan, Fhani yang diam - diam memperhatikan itu pun, "Hm... hm... hmm. Ada yang lagi CLBK nih."
Ara pun menoleh kearah Fhani seraya mengerutkan keningnya, "Maksud mu?"
"Tidak apa - apa."
Saat mereka sedang asyik mengobrol, Reza pun datang dengan nampan berisi makanan yang ada di tangannya dan menghampiri di mana Ara dan Fhani berdiri, "Ayo Ra, kita makan siang, duduk di kursi pojok sana!" ujar Reza seraya berlalu pergi.
Ara hanya bisa nurut, Fhani pun berdehem "Hm...hm...hm."
"Apaan sih." ujar Ara seraya berlalu pergi dan mengikuti Reza dari belakang.
Dari sudut ruangan ada orang diam - diam sedang terluka.
...💖💖💖...
...Mari saling mendukung...
__ADS_1
...Terima kasih...
...💖💖💖...