JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 123.


__ADS_3

Mereka kini sudah duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


"Jadi, Mami kesini ada perlu apa?" tanya Ara sopan kepada orang yang hampir saja menjadi ibu mertuanya itu.


Mami Yoel hanya diam tak bergeming. Ara pun menyentuh tangan Mami Yoel, "Mami ada apa sampai Mami datang kesini mau bertemu Ara?"


Yang di tanya bukannya menjawab malah dia memelukku sangat erat, "Mami ada apa sih sebenarnya?" tanya ku penasaran.


Ketika Mami Yoel melepas pelukannya, "Mami kesini mau minta maaf atas kesalahan Mami yang sudah lalu. Mami menyesal sudah memisahkan kalian berdua yang saling mencintai. Intinya Mami keisini meminta agar kamu mau balik lagi dengan Antony."


Aku pun terkejut dan tak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar, "Maksud Mami apa? Ara tidak mengerti, coba Mami jelaskan sekali lagi?"


Mami Yoel pun mencoba kembali menjelaskan secara perlahan seraya menggenggam tangan ku, "Mami mau kamu kembali dengan Antony. Mau kan?"


Aku pun diam terpaku mendengar penjelasan Mami Yoel. "Hei ... hei ... kok melamun," ujar Mami Yoel menyadarkan aku dari lamunanku.


Aku pun tergagap dan tersadar dari lamunanku, "Beri Ara waktu untuk berfikir Mi. Ara butuh waktu untuk menjawabnya." ujar ku seraya memalingkan wajah ku kearah yang lain.


"Baik lah jika itu maumu. Tapi, kalau bisa jawabannya sedikit lebih cepat ya."


Aku pun menoleh ke arah Mami Yoel kemudian tersenyum, "Insya Allah Mi, akan secepatnya Ara jawab."


"Baiklah kalau begitu Mami pulang dulu, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Hati - hati dijalan."


Kini Ara dan Mami Yoel berjalan bersama - sama sampai ke ambang pintu kemudian keluar bersama - sama, dan menuruni anak tangga bersama - sama.


Kini Mami Yoel sudah berada di lantai bawah bersama Ara. "Kenapa Mami bisa ada disini bersama Ara?" tanya Antony ketika melihat sang Mami berada di restoran bersama Ara.


Dengan tersenyum seraya memegang pundak sang Anak, "Mami kebetulan lewat, jadi mami mampir saja kesini," jawab Mami Yoel.


"Terus Mami mau kemana sekarang?"


"Mau pulang."


"Tidak makan siang sekalian baru pulang?"


Ara pun menyela, "Yang di katakan Antony itu benar Mi, apa tidak sebaiknya Mami makan siang saja dulu baru pulang. Lagi pula jam makan siang sudah hampir tiba waktunya." ujarnya seraya melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Ya sudah lah kalau begitu, " ujar sang Mami pasrah dengan ajakan mereka berdua.


Kini mereka sudah berada di meja pojokan dan menghadap langsung ke jalan raya.


Antony dengan sigapnya menyiapkan makanan siang untuk mereka.


Mami Yoel yang melihat Fhani dari jauh, Mami Yoel pun melambaikan tangannya isyarat "Mari gabung". Fhani pun berjalan ke arah meja di mana ada Ara dan Mami Yoel sekarang duduk.


"Mami manggil Fhani?" tanya Fhani ketika sudah berdiri di samping meja di mana Mami Yoel duduk bersama Ara.


Mami Yoelpun tersenyum kemudian menatap wajah Fhani, "Kamu tidak ikut makan siang?"

__ADS_1


"Fhani makan siang di belakang saja bersama teman - teman yang lainnya." tolak Fhani sopan.


"Duduk sini saja, sama kami semua!"


"Tidak usah Mi, takut nya mengganggu," tolak Fhani sopan.


Mami Yoel pun berdiri, "Tidak apa - apa, sama sekali tidak mengganggu, ayo silahkan duduk," ajak Mami Yoel pada Fhani.


Merasa tidak ada pilihan lain, akhirnya Fhani pun duduk di kursi yang masih kosong yang ada di samping Mami Yoel.


Sesaat kemudian Antony kini sudah datang dengan nampan ditangannya, dan meletakkan dimeja.


Kini makanan mereka sudah tersusun di atas meja. "Kalian makan saja duluan, aku mau kesana dulu," ujar Antony.


Mami Yoel pun bertanya, "Kamu mau kemana?"


"Antony mau kesana sebentar," ujarnya seraya menunjuk arah yang tak jelas.


"Jangan lama - lama," pesan sang Mami sebelum Antony melangkah lebih jauh.


"Ok."


Kini mereka sudah menikmati makan siang.


Tes satu dua ... satu ... dua ... terdengar suara dari panggung mini yang ada di restoran itu.


Ara pun menghentikan suapan makanannya, dan menatap wajah Mami Yoel dan Fhani bergantian, kemudian menoleh kearah panggung yang tak jauh dari tempat duduk mereka.


Musik pun mulai di mainkan.


Aku mengerti


Perjalanan hidup yang kini kau lalui


ku berharap


meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


menaklukkan hari - harimu yang tak mudah


Biar ku menemanimu


membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


mengukir namanu di sana


mendengar kamu bercerita

__ADS_1


menangis, tertawa


Biar kulukis malam


bawa kamu bintang - bintang


tuk temanimu yang terluka


hingga kau bahagia


Aku disini


walau letih, coba lagi, jangan berhenti.


kuberharap


meski berat, kau tak merasa sendiri.


***


( Budi doremi : melukis senja )


Sambil masih terus bernayi Antony pun berjalan kemeja di mana Ara berada. Setelah sampai disana, Antony pun berlutut, "Kamu adalah alasan untukku tersenyum. Kamu adalah semangatku mencapai kesuksesan. Segala yang ku lakukan adalah tentang kamu. Jangan buat aku hancur dengan menolakku. Jadi lah istriku. Jadilah matahari di dalam rumah ku selamanya. Will you marry me?"


Aku pun gugup dan malu karena pengunjung restoran saat ini sedang ramai - ramainya. "Kamu apa - apaan sih malu - maluin aja tau," ucap ku lirih.


"Aku tidak akan berdiri sebelum kamu mengatakan 'Ya'."


Hening sejenak.


"Terima ... terima ... terima ... terima ...." tepukan dan sorakan pengunjung restoran. Aku pun menatap mereka satu persatu.


"Baiklah aku terima pinanganmu dan aku mau menikah denganmu." spontan Antony pun langsung berdiri.


Tepukan tangan sorak gembira dari pengunjung restoran menjadi ikrar dan bukti cinta ku hari ini.


Mami yang hanya sedari tadi jadi penton kini sudah berdiri dan berjalan ke arahku. "Makasih sayang, makasih karena kamu sudah mau meneriman pinangan anak Mami." ujar Mami Yoel yang kini sudah memelukku sangat erat.


" Sama - sama Mami."


Fhani yang hanya menjadi penton, "Waah selamat Ra, sekarang kamu sudah tidak jomblo lagi."


Aku hanya tersenyum menanggapi kata - kata Fhani.


...💖💖💖...


...Mari saling mendukung...



...Terima kasih...

__ADS_1


...💖💖💖...


__ADS_2