JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 86.


__ADS_3

Di tempat yang lain.


Sudah berhari - hari Dhaffin di Amerika dalam perjalanan bisnis mendampingi sang Ayah. Sudah berhari - hari juga Dhaffin tidak ada kirim kabar ke Ara, bukannya dia lupa tapi dia hanya ingin fokus untuk bekerja agar segera dapat kembali ke Indonesia dan segera menemui kekasih hatinya yang tidak lama lagi akaan di nikahinya.


Siang itu di kantor.


"Dhaffin kamu mau makan siang dimana?" tanya sang Ayah.


Tapi belum juga Dhaffin menjawab pintu tiba - tiba ada yang mengetuk.


"Masuk!" perintah dari dalam.


Katika pintu terbuka, nampaklah seorang gadis cantik yang sudah lama dikenal Dhaffin semenjak mereka sama - sama kuliah di Amerika.


"Clarissa," suara lirih Dhaffin.


Clarissa pun berjalan kearah mereka lalu bertanya, "Pasti kalian belum makan siang?"


"Kalian mau makan siang dimana? Ayo kita makan diluar!" ajak Clarissa kemudian.


"Kami mau makan di kantin kantor saja," jawab Dhaffin tanpa melihat wajah lawan bicaranya.


"Kalau kalian mau makan diluar, ya keluar saja," kini Ayah yang ikut menimpali.


"Baiklah mari makan diluar sama - sama!" ujar Dhaffin lagi.


"Kalian saja, Ayah makan di kantin kantor saja."


"Tidak Ayah, Ayah kan tau kalau Dhaffin cuman pergi berdua dengan Clarissa nanti ada yang salah paham. Walaupun dia ada disana dan Dhaffin ada disini perasaannya harus tetap dijaga."


"Kalian kan tidak punya hubungan khusus, hubungan kalian kan hanya sebatas kakak dan adek angkat saja," Ayah mencoba menjelaskan.


"Ayolah Dhaffin sudah lama lo kita tidak bertemu, kamu tidak kangen sama aku," ujar Clarissa sambil bergelayut manja di lengan Dhaffin.


"Iya, iya aku nyerah, ayo kita pergi!"

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di lobi kantor dan segera menuju pintu keluar untuk segera menuju parkiran. Sesaat kemudian kini mereka sudah berada di parkiran dan sudah berada di dalam mobil dan menuju kerestoran yang menyajikan masakan Malaysia. Namun, restoran ini juga menyajikan masakan Thailand, China, dan Jepang. Restoran ini sudah terjamin kehalalannya. Bahkan, restoran ini juga mendapatkan predikat Michelin Star.


Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah tiba di reatoran yang dituju. Setelah masuk mereka pun segera duduk, mereka memilih tempat duduk yang menghadap langsung dengan jalan raya.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Dhaffin.


"Aku pesan nasi dobel pake ayam dan minumnya air putih aja," ujar Clarissa seraya menyunggingkan senyum kepada Dhaffin.


"Ok, tunggu dulu bentar ya aku pergi pesan dulu!" ujar Dhaffin seraya berlalu pergi.


Beberapa saat kemudian kini mereka sudah menyelesaikan makan siang dan bersiap - bersiap untuk segera balik kekantor.


"Dhaffin temani aku belanja dulu yuk!" ajak Clarissa pada Dhaffin seraya menggandeng tangannya.


Dhaffin hanya bisa pasrah. Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan mobilnya di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Amerika.


Tidak butuh waktu lama, kini mereka sudah tiba di salah satu pusat perbelanjaan yang ada disana. Setelah mobil terparkir, Clarissa pun segera turun dan langsung menuju barang - barang yang ingin dia beli. Setelah puas berkeliling dan mendapatkan apa yang di cari kini Clarissa segera menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Dhaffin dengan setia menemani Clarissa belanja, bahkan Dhaffin tidak sungkan - sungkan untuk membawakan sebagian barang belanjaan Clarissa. Orang - orang yang menyaksikan itu ada yang berdecak kagum, sebagian orang ada yang berkata pasangan sempurna, dan masih banyak lagi.


Setelah semua terbayar, kini mereka segera meninggalkan pusat perbelanjaan dan segera kembali kedalam mobil. Kini mereka sudah berada di dalam mobil tidak ada percakapan di antara mereka. Di saat sedang menikmati kesunyian dan hanya bunyi mesin mobil yang menjadi teman setia mereka dalam perjalanan pulang, tiba - tiba Clarissa bertanya, "Dhaffin, Ara itu orang nya seperti apa sih?"


"Bunda yang menelpon dan memberitahu Clarissa tentang Ara," ujar Clarissa seraya menatap wajah Dhaffin.


"Oh ... jadi kamu tau dari Bunda."


"Pasti orangnya cantik?" tanya Clarissa lagi.


"Dia sangat cantik dan juga baik hati."


"Clarissa jadi penasaran ingian bertemu dengan wanita yang sudah berhasil memikat hati kakak," ujar Clarissa kemudian.


"Nanti juga kamu tau dan melihatnya, kamu pasti datangkan di saat hari bahagiaku nanti."


"Clarissa pasti datang, asalkan kakak undang," ujar Clarissa seraya tertawa kecil.


"Bagus, kamu memang adik pengertian," ujar Dhaffin seraya mengelus kepala Clarissa.

__ADS_1


"Sekalian ajak gebetanmu yang tempo hari kamu ceritakan ke kakak," ujar Dhaffin kemudian.


"Gebetan yang mana yang kakak maksud?" tanya Clarissa tak mengerti seraya mengerutkaan keningnya.


"Memang kalian tidak jadian?" tanya Dhaffin.


Hening sejenak, nampaknya Clarissa sedang berfikir laki - laki mana yang di maksud Dhaffin. Dhaffin yang menyadari kebingungan yaang ada di wajah Clarissa, dia pun segera mencairkan suasana.


"Sudah kalau kamu tidak tau dengan yang kakak maksud, ya sudahlah lupakan saja pertanyaan kakak barusan."


"Oh iya ngomong - ngomong, kamu mau kemana lagi? Apakah masih ada tempat yang ingin kamu datangi? Atau kakak antar sekarang kamu pulang, lagian ini juga sudah sore, kakak antar kamu pulang sekarang ya!"


"Ya sudah deh, kakak antar aja sekarang Clarissa pulang, pasti Ayah sekarang nunggu kakak di kantor," ujar Clarissa.


"Siap bos," ucapnya singkat.


Tidak lama kemudian kini mereka sudah tiba - tiba dihalaman rumah Clarissa.


"Kakak tidak mampir dulu!" tawar Clarissa sebelum turun dari dalam mobil.


"Lain kali saja deh, kakak mampir. Ini sudah sore, pasti Ayah sudah menunggu kakak di kantor," tolak Dhaffin secara halus.


"Baiklah kalau begitu, Clarissa masuk dulu ya kakak. Hati - hati di jalan jangan ngebut - ngebut!" ujar Clarissa seraya membuka pintu mobil lalu kemudian turun dan menutup pintu mobil kembali.


"Titip salam buat Bunda ya Dek," ujar Dhaffin sebelum meninggalkan halaman rumah Clarissa.


"Ok, nanti Clarissa sampaikan pada Bunda," ujar Clarissa.


Perlahan - lahan mobil Dhaffin meninggalkan halaman rumah Clarissa. Sesaat kemudian, mobil yang di kemudikan Dhaffin sudah berada di jalan raya dan melajukan mobilnya menuju kantor buat menjemput Ayahnya.


💖💖💖


Maaf bertele - tele......


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2