
Di saat dia termenung, saat itu pula dia ingat Ara, "Sekarang Ara lagi ngapain ya? Pasti dia marah sama aku karena tadi siang aku tidak datang menepati janji." ujar Ray dalam hati seraya merogoh kantong celananya untuk mengeluarkan handphone dari kantong celana yang di pakenya. Setelah handphone ditangan dia pun segera memainkan jarinya di atas sana. Setelah itu dia terlihat menghubungi seseorang namun sepertinya tidak ada jawaban dari sebrang sana. Hingga berkali - kali dia mencoba menghubungi nomor tersebut tapi hasil tetap sama. tidak di respon. Dia pun mengirim pesan singkat.
"Aku minta maaf atas kejadian tadi siang dan untuk menebus kesalahanku sama kamu, lusa aku ajak kamu mancing sore hari di danau dekat yang ada di sekitar kampus kamu."
Setelah mengirim pesan dia pun meletakkan handphone nya di atas meja yang ada di balkon kamarnya kemudian duduk di kursi yang ada di sana. Sedang asyik mengkhayal tiba - tiba handphone nya berdering, seketika wajahnya berubah menjadi gembira dan segera meraih handphonenya yang ada di atas meja karena dia mengira Ara lah yang menelponnya ternyata bukan.
"Ya, ada apa?" tanya Ray.
"Dia sadar, besok kita harus kerumah sakit untuk memastikan berita ini." ujar penelpon diseberang.
"Baiklah, sepulang kuliah kita kesana bersama - sama!" ujar Ray.
"Ok, kita ketemu di rumah sakit saja." kata wanita itu lagi.
"Ok." seraya mematikan handphonenya.
...............................
Keesokan harinya, kini Ray sudah dikampus dan sedang duduk dikursi sambil memandang keluar jendela entah apa yang sedang dia pikirkan. Tidak lama kemudian dari balik pintu Laras pun masuk dan berjalan kearah sahabatnya itu.
"Pagi Ray." ujar Laras.
__ADS_1
"Pagi Laras, bisa tidak aku minta tolong sama kamu?" ujar Ray.
"Mau minta tolong apa?" ujar Laras seraya mendudukan badannya di kursinya.
Ray pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkan bingkisan itu kepada Laras.
"Apa ini?" tanya Laras.
"Tidak usah kepo." ujar Ray.
"Kan aku cuma tanya doang tidak usah pake otot kali, terus ini mau aku apakan?" ujar Laras cemberut.
"Tolong antarkan bingkisan ini untuk orang yang tempo hari kita temui di pedagang kaki lima!" ujar Ray kemudian.
"Ara." ujar Ray lagi.
"Dimana aku harus menemuinya?" tanya Laras.
"Di kampus Biola, kamu tau kan dimana alamatnya katakan padanya kalau lusa aku menunggunya di danau dekat kampusnya?" ujar Ray.
"Tau, kamu mau apa kedanau sore - sore?" tanya Laras kepo.
__ADS_1
"Terima kasih, kamu memang sahabat yang bisa diandalkan. Rahasia." ujar Ray kemudian dan tak menajwab pertanyaan Laras.
Laras hanya bisa menyunggingkan senyum atas jawaban dari kata - kata sahabatnya itu.
Diluar kelas Kirana mendengar semua percakapan antara Ray dan Laras. Sejenak dia terdiam lalu kemudian menyunggingkan senyum licik entah apa yang sedang dia pikirkan. Jam kuliah mereka sudah selesai, Ray pun meninggalkan kampus lebih dahulu. Sementara Kevin, Laras, dan Kirana berjalan bersama - sama hingga tiba di parkiran.
"Kenapa Ray seperti orang yang sedang terburu - buru?" tanya Laras.
"Entahlah aku juga tidak tau, kamu tau tidak kev, kenapa Ray seperti sedang terburu - buru apa dia ada janji dengan seseorang?" tanya Laras ke Kevin seraya menatap wajah sahabatnya itu yang sedang berdiri di samping kanannya.
Yang ditanya mengangkat kedua tangannya tanda tidak tau jawabannya. "Ya sudah aku pulang duluan ya." kata Kevin pamit undur diri. Disusul Laras dibelakang. Saat Laras hendak membuka pintu mobil tangannya ditahan oleh Kirana. Kirana "Tunggu!" Laras pun mengangkat wajah nya seraya mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti.
"Ada apa?" tanya Laras.
"Bingkisan tadi pagi yang diberi Ray sama kamu kasih aku aja, biar aku yang nyampein sama Ara." ujar Kirana seraya menengadahkan tangannya.
Laras pun tidak bisa berkata apa - apa selain menyerahkan bingkisan itu dengan berat hati karena takut Kirana tidak menyampaikan amanah Ray dan berbuat macam - macam kepada Ara.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan beri rate 5 pada karya aku dan jangan lupa follow profil aku ya.Terima kasih. Maaf kata - katanya bertele - tele.
__ADS_1
💖💖💖