
Kini Ara dan Bunda Amira sudah menyelesaikan makan malamnya, dan sekarang mereka sedang berada di ruang keluarga sembari menikmati siaran tv di malam ini.
"Ra, kalau Bunda perhatikan, akhir - akhir ini kamu sepertinya kurang bersemangat. Ada apa? Apa di restoran ada masalah atau kamu sedang ada masalah dengan Dhaffin?" tanya sang Bunda mengawali pembicaraan.
Ara pun menoleh ke arah sang Bunda kemudian berucap, "Bund, apakah pilihan Ara sudah tepat?"
"Maksud mu?" tanya sang Bunda tak mengerti seraya mengerutkan keningnya.
"Entahlah Bund."
"Sayang, jika memang kamu tidak yakin, katakan memang sebelum tanggal pernikahan kalian di tentukan," ujar sang Bunda.
"Sayang, hargai seseorang yang telah kamu pilih dengan penuh keyakinan, dan jika kamu melihat kekurangan yang ada didiri Dhaffin, tutuplah setiap kekurangan yang ada. Janganlah merangkak dalam keraguan tapi berlarilah dengan penuh keyakinan," ujar sang Bunda menasehati putrinya itu.
"Ya, sudah Ara kekamar dulu," seraya berdiri dan berlalu pergi dari hadapan sang Bunda.
💖💖💖
Di lantai dua. Aku sedang duduk termenung di tepi tempat tidurku. Pilihan hidup memang tak hanya pilihan melalui hati, fikiran yang terus berusaha mencari jati diri tak khayal selalu membuat kita ragu akan pilihan kita saat ini, karena fikiran tak bisa hidup sendiri, akan selalu ada hati yang berjuang meyakinkan dengan pilihan saat ini.
Ketika hati dan fikiran bekerja sama dengan baik tanpa ada rasa berontak, pilihlah yang tepat akan kita temui, dan yang sudah pasti menemukan yang tepat harus dilandasi dengan perjuangan dan do'a tiada henti.
Perlahan - lahan kurebahkan tubuh ku di atas tempat tidurku, ku teringat kembali kenangan - kenangan beberapa tahun yang lalu, sulit bagiku melupakan dia yang pernah memberiku banyak kenangan. Bagaimana pun kita sudah menjalani semua itu. Biarlah segalanya menjadi kenangan. Suatu hari nanti kita akan melupakannya.
Namun, sekarang yang kupunya hanyalah sepasang kaki yang ingin berlari lebih jauh dan nafas yang ingin membuang lebih banyak. Aku ingin meninggalkan kenangan pahit itu sejauh yang aku mampu. Dan aku tahu aku mampu, sebab aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang. Jika kamu tak kunjung datang, barang kali kamu memang di takdirkan sebatas kisah yang layak tersimpan sebagai kenangan.
"Ting," bunyi notifikasi pesan membuyarkan lamunan ku.
Akupun mengambil handphoneku yang ada di samping bantalku dan melihat nama yang tertera di layar, disana tertulis, "Dhaffin."
Aku pun segera membuka pesan dari dia dengan perasaan malas.
Dhaffin
- "Malam sayang lagi ngapain? Sudah tidur belum? Maaf baru bisa menghubungi mu. Jangan marah ya."
__ADS_1
Ara
- "Malam. Kalau aku sudah tidur kemungkinan sms mu tidak akan terbalas. Berhubung aku baru mau tidur jadi sms mu terbalas."
Dhaffin
- "????."
Ara
- "Sudah aku mau tidur. Ngantuk. Bye.... Assalamualaikum."
Dhaffin
- "Kamu itu seperti lagu Sheila on 7."
Ara
- "Maksudnya."
Dhaffin
Ara
- "Gombal."
Dhaffin
- "Aku mau kita kayak INDOMARET dan ALFAMART."
Ara
- "Maksudmu? Mau kita musuhan?"
Dhaffin
__ADS_1
- "Tidak, maksudku tiap ada aku, ada kamu juga."
Ara
- "Gombal."
Dhaffin
- "Tau tidak persamaan kamu dengan nyamuk apaan?"
Ara
- "Tidak."
Dhaffin
- "Persamaannya adalah sama - sama mengganngu tidurku."
Ara
- "Gombalnya, sudah dulu ya, aku mau tidur. Assalamualaikum. Selamat malam."
Dhaffin
- "Waalaikumsalam. Selamat malam dan semoga mimpi indah. Mimpiin aku ya!"
Perlahan - lahan mataku pun terpejam, dan siap berpetualang ke alam mimpi.
💖💖💖
Cinta itu tidak bisa di jelaskan seberapa besarnya, orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudra, bahkan langit. Namun tak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika.
💖💖💖
Teman - teman mohon dukungannya ya dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima jika kalian suka....
__ADS_1
Terima kasih....
💖💖💞