
"Kamu yakin tidak mau kerumah sakit?" tanya Dhaffin sambil tetap terus mengemudikan mobilnya.
"Iya aku yakin, istirahat sebentar pasti juga sembuh kok," ujar Karina seraya menoleh ke arah Dhaffin serta menyunggingkan senyum terbaiknya.
Sebenarnya dalam hati Kirana sangat senang dan berharap dapat kembali seperti dulu, dan kesempatan ini akan dia manfaatkan untuk itu. Dengan sedikit ragu Karina pun bertanya, "Kamu sudah lama disini?"
"Aku disini sudah beberapa hari, dan rencana beberapa hari kedepan akan rencana mau kembali ke Indonesia," ujarnya seraya menatap wajah lawan bicaranya lalu kemudian kembali fokus pada jalanan.
"Boleh tidak aku bertanya?" tanya Karina nampak ragu - ragu seraya menoleh kearah lawan bicaranya.
"Kamu mau bertanya apa?" tanya Dhaffin seraya menoleh ke arah Karina.
"Hmmmmmmm....."
"Mau tanya apa?" tanya Dhaffin tak seraya mengerutkan satu alisnya.
"Hmmmm ... aku ... aku ...."
"Aku apa?"
"Kamu sudah punya pacar belum?" tanya Karina seraya menatap lawan bicaranya.
"Kamu mau jawaban jujur atau jawaban yang bagaimana?"
"Jawaban jujurlah," ujar Karina seraya memukul lembut pundak Dhaffin.
"Hmmmmmmm ... baiklah aku akan menjawabnya dengan jujur."
"Aku sudah punya calon istri dan tidak lama lagi kami akan menikah," ujarnya seraya menoleh ke arah Karina.
"Apa ... dia akan menikah? Bagaimana mungkin secepat itu dia melupakan aku dan berpaling pada wanita lain," gumam Karina dalam hati.
__ADS_1
"Karina ... Karina ... hallo," ujar Dhaffin seraya menepuk lembut bahu Karina.
"Ya ada apa?" jawab Karina tergagap.
"Kamu baik - baik saja kan?" tanya Dhaffin kemudian.
"Menurut kamu apa aku baik - baik saja," ujar Karina dengan wajah sendunya.
"Memang apanya yang sakit? Pergelangan kaki kamu sakit? Apa perlu kita kedokter?" tanya Dhaffin dengan penuh penyesalan lantaran kejadian beberapa jam yang lalu.
"Yang sakit bukan kaki atau bagian anggota yang lainnya, tapi yang sakit itu disini," ujar kirana seraya memegang dada sebelah kanan.
"Dada kamu sakit? Apa perlu kita kerumah sakit?" tanya Dhaffin lagi. Dhaffin pun menepikan mobilnya di jalan raya.
"Aku hanya tidak menyangka kalau kamu begitu cepat melupakan aku, ku kira kata - kataku dulu tidak akan kamu anggap serius, aku hanya ingin melihat seberapa besar kamu akan memperjuangkan cinta kita. Tapi nyatanya aku salah," kini dengan derai air mata.
"Maafkan aku, maafkan aku, karena kamu sendiri kan yang bilang tidak mau menjalin hubungan jarak jauh. Masa iya aku akan menunggu orang yang belum pasti juga akan menunggu ku."
"Kamu jahat," ucap Karina seraya keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan kekuatan penuh. 😂😂😂
"Karina ... tunggu Karina ... kamu tidak boleh pergi dalam keadaan seperti ini."
"Apa lagi? Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan? Aku kecewa sama kamu," ujar Karina dengan derai air mata yang terus melaju turun dari kedua mata indah nya.
"Karina sebenarnya apa masalah mu? Aku mau tunangan atau tidak ku rasa tidak ada masalah dengan itu," kini Dhaffin berusaha menjelaskan.
"Jelas ada masalah nya. Karena aku masih mencintaimu dan masih mengharap kan mu," ujar Karina lantang.
"Jika memang kamu masih manyukai ku, kenapa dulu kamu menolakku sewaktu aku mau kita menjalin hubungan jarak jauh?"
"Itu ... karena aku ...."
__ADS_1
"Karena aku apa?" tanya Dhaffin penasaran.
"Itu karena aku takut, kamu disana akan membagi cinta ku pada wanita lain," ujar Karina kini dengan wajah menunduk.
Dhaffin pun memegang kedua pundak Karina, kemudian berucap, "Kita mengenal bukan sehari dua hari, kita saling mengenal sudah bertahun - tahun. Dan aku rasa kamu juga tahu, bagaimana cara ku dalam menjaga hubungan dengan orang yang aku sayangi dalam hidupku."
"Mungkin tuhan tidak mentakdirkan kita untuk bersama. Yakin dan percayalah bahwa tuhan sudah mempersiapkan jodoh yang terbaik untuk mu, dan pastinya itu bukan aku."
"Tapi salah kah jika aku masih mengharap kanmu?"
"Jelas salah Karina, kamu cantik pasti banyak cowo - cowok diluar sana yang mengaharap cintamu," ujar Dhaffin berusaha menjelaskan posisinya saat ini.
Karinapun berlalu pergi dengan membawa perasaan kecewa. Kukira melihatmu pergi adalah hal berat. Tetapi, mengetahui bahwa kamu tidak akan pernah kembali adalah hal yang terberat. Kisah kita dahulu memang benar - benar tak akan bisa terlupakan. Namun, kan selalu ku ingat dan ku kenang, meski luka semakin terasa sakit saat mengenangnya.
Jika ternyata diriku kini bukan lah semangat mu lagi, aku akan tetap menjadi pendukungmu dalam diam, dalam setiap sepertiga malamku namamu lah yang tak lupa kesebut dan ku do,akan.
Biarkan saja aku menangis dan air mata ini menguap keudara, hingga menjadi hujan agar tak ada seorang pun yang tau kalau aku sedang menangis. Kamu mungkin tidak mengerti, ketika pergi melepaskan ku, yang kau patahkan, bukan hanya hatiku, tapi juga cita - cita ku.
Dahulu kita saling mempertahankan, sampai pada akhirnya kita harus saling melepaskan. Bagaimana aku membuang kenangan, lantas dirimu selalu ada dalam bayang ingatan. Semakin keras aku melupakanmu, semakin aku menyadari betapa aku sungguh menginginkanmu kembali.
Kita memang tak lagi sejalan, namun kenangan kita yang tak akan mungkin bisa terlupakan. Kenangan itulah yang membuatku masih merindukanmu sampai saat ini.
💓💓💓
Kini Dhaffin sudah kembali kemobil dan siap melajukan mobilnya kembali kejalan raya. Sebenarnya ada rasa tak tega melihat orang yang dulu sempat mengisi hari - harinya dengan warna warni cinta, kini meneteskan air mata di hadapannya. Walau sebenarnya jauh dilubuk hatinya masih tersimpan rasa untuknya.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote dan komen. Jika kalian suka rate lima ya... Terima kasih....
💖💖💖
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman - teman.... terima kasih.