JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS . Bagian 61 . Kembali pulang


__ADS_3

Kini mereka sudah meninggalkan rumah sakit dan sudah melajukan mobil nya kejalan raya.


Ray dan Antony duduk di jok belakang sambil bercerita - cerita.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi sama kamu sehingga kamu bisa jadi seperti ini?" tanya Antony.


"Aku juga kurang tau cerita persisnya seperti apa, yang aku tau dokter yang merawat aku katanya aku sudah terbaring di rumah sakit selama bertahun - tahun." jawab Ray.


"Sudah lah yang berlalu biarlah berlalu yang penting saat ini kamu sudah kembali tanpa kekurangan apa pun." jawab Ray.


Tidak lama kemudian kini mereka sudah tiba di halaman rumah Ray. Antonypun menatap rumah itu dari jendela mobil lalu membatin,


"Rumah ini lah yang aku tempati selama bertahun - tahun dan di rumah ini juga mama Inggit sangat memperlakukan aku, dengan sangat baik." tepukan Ray di bahu Antony membuatnya tersadar.


"Kamu bisa kok tinggal disini jika kamu mau." ujar Ray.


Antony dengan tergagap pun menjawab,


"Tidak usah aku ingin bertemu dengan mami sudah bertahun - tahun aku tinggalkan mami bahkan untuk melihatnya dari jauhpun aku tidak pernah."


"Ya sudah aku masuk dulu kalian hati - hati dijalan dan terima kasih karena sudah anatar aku pulang." jawab Ray.


Antony dan Fhani, "Ok sama - sama."


Mereka pun meninggalkan halaman rumah Ray dan kembali melajukan mobilnya kejalan raya.

__ADS_1


"Sekarang kita mau kemana?" tanya Fhani.


"Pulang." jawab Antony singkat.


"Kerumah tante Yoelitta?" tanya Fhani.


"Kalau tidak pulang kerumah tante Yoelitta trus aku mau pulang kemana." seraya menatap wajah sahabatnya yang ada di balik kemudi itu. Kemudian Antony menambahkan lagi, "tidak mungkinkan aku tinggal di kolong jembatan." ujar Antony.


"Ya....ya......ya." ujar Fhani terkekeh geli.


Selang beberapa menit mereka pun sudah tiba di halaman rumah tante Yoelitta.


Antony melamun dan ( Membatin ), "Rumah ini, rumah yang sudah bertahun - tahun aku tinggalkan."


Lamunan Antony di sadarkan oleh tepukan Fhani di pundak, kemudian Fhani pun berkata,


"Tidak." jawab Antony seraya turun dan berjalan keteras rumah.


"Ya aku ditinggalin." ujar Fhani seraya turun dan menyusul Ray keteras rumah. Setelah sampai disana Fhanipun mencet bel yang ada di dinding rumah. Sesaat kemudian pintupun terbuka .


"Eh.....ada non Fhani, mari silahkan masuk."


"Ibu ada?" tanya Fhani.


"Ada, mari masuk non." jawab Art.

__ADS_1


Fhanipun berjalan masuk diikuti Antony di belakang, lalu duduk di salah satu sofa yang ada diruang tamu tersebut. Tidak lama kemudian Tante Yoelitta pun datang.


"Eh ....kamu Fhan, tante kira siapa." ujar tante Yoelitta seraya berjalan kearah Fhani, Fhani pun berdiri dan berpelukan dengan tante Yoelitta. Setelah melepas pelukan tante Yoelitta baru sadar kalau Fhani tidak datang sendirian melainkan bersama seorang pria.


"Fhan, siapa dia." tante Yoelitta seraya melirik ke teman laki - laki Fhani. Antony pun berdiri dan menjabat tangan tante Yoelitta.


"Perkenalkan nama saya Antony." jawab Antony seraya mengulurkan tangan.


Tante Yoelitta pun bingung seraya mengerutkan kening, "Fhan apa maksudnya ini."


Fhani pun menjawab, "Iya tante dia lah orang yang selama ini tante rindukan."


Tante Yoelitta pun tidak percaya, "Ini tidak mungkin, kalian pasti bercanda kan."


"Tidak mi, aku Antony." ujar Antony seraya berjalan mendekat ke arah maminya.


Tante Yoelitta dengan suara terbata - bata,


"Jadi yang dikubur dulu itu siapa?"


"Yang mami kubur itu dulu temannya Ray, bukan Antony. Mami salah bawa orang waktu di rumah sakit." ujar Antony menjelaskan.


💖💖💖


Maaf bertele - tele....

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2