
Ray "Aku minta salinan filenya!"
Wanita muda itu pun menyerahkan flashdisk kepada Ray.
"Ok, semoga sukses kamu segera dapat mengungkap biang kerok di balik semua ini." kata wanita muda itu seraya mematikan laptopnya dan memasukan kembali kedalam tas.
"Kalau begitu aku pamit pulang dulu, kamu hati - hati dan jangan mudah percaya pada orang yang baru kamu kenal." ujar wanita itu kemudian seraya berdiri dan kemudian melangkah pergi dari sana.
"Terima kasih." ujar Ray kepada wanita itu sebelum melangkah lebih jauh lagi kedepan.
Wanita itu hanya mengangkat jarinya membentuk huruf O.
Kini Ray sudah tau siapa dalang dibalik semua ini. Dia pun segera mengeluarkan handphone nya yang ada di saku celana panjangnya. Kemudian memainkan jarinya di sana. Setelah ketemu nomor yang dituju dia pun segera melakukan panggilan dalam bentuk sms.
"Aku tunggu kamu di taman sekarang, taman dekat pusat perkotaan." begitulah kira - kira isi pesan singkat buat seseorang.
Tidak butuh waktu lama yang ditunggupun datang, dengan memasang senyum yang manis wanita itupun berjalan mendekat ke arah Ray.
"Aku senang banget saat menerima pesan singkat dari kamu." kata wanita itu yang kini sudah mendudukan dirinya di samping kursi yang kosong yang ada di samping Ray.
"Aku sedih setelah perpisahan kita dua hari yang lalu padahal waktu itu aku ingin bersamamu menemanimu." ujar Kirana seraya menopang wajanya di kedua tangannya di atas meja.
__ADS_1
"Kirana, sebenarnya aku penasaran denganmu? Sebenarnya kamu ini manusia jenis apa sih?" ujar Ray yang kini menatap Kirana dengan intens.
"Maksudmu." ujar Kirana seraya menaikkan satu alisnya tanda tak mengerti.
Dengan melipat kedua tangan di dada kemudian Ray berkata, "Aku akan mencari bukti - bukti untuk memastikan kalau kecelakaan kemarin adalah perbuatanmu."
Kirana yang dapat ancaman hanya bisa menunduk dan tak bisa berkata apa - apa dengan pucat dan gemetar Kirana pun berdiri dan segera pergi dari sana.
💖💖💖
Di balkon kamar dilantai dua Ray sedang berdiri di sana memikirka apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
"Aku benar - benar bingung atau jangan - jangan kecelakaan yang menimpa Ray juga ada hubungannya dengan Kirana." Ray bergumam dalam hati. Gara - gara kecelakaan mobil di beberapa hari lalu ingatannya sudah kembali normal tanpa harus melupakan kejadian - kejadian yang kemarin.
💖💖💖
"Tapi kenapa dia tidak datang menemuiku." gumam Ara dalam hati.
💖💖💖
"Aku harus segera mencari seseorang yang dapat membantuku untuk segera menuntaskan dendam ini segera." ujar kirana dalam hati sambil tersenyum entah apa lagi yang akan dia perbuat selanjutnya.
__ADS_1
💖💖💖
Keesokan harinya Ray dan Kevin sedang berada di pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota. Saat sedang asyik memilih - milih barang yang ingin di beli.
"Vin, aku ketoilet dulu ya sebentar, jangan kemana - kemana tunggu aku disini!" perintah Ray kemudian berlalu pergi.
Karena kurang hati - hati diapun menabrak seseorang.
"Maaf, maaf tidak sengaja." sesal Ray setelah memastikan kalau yang ditabrak tidak apa - apa. Ketika hendak pergi.
"Ray." panggil Ara. Yang di panggil pun menoleh kebelakang.
"Eh, kamu sekali lagi aku minta maaf ya, tidak ada yang sakitkan?" tanya Ray dengan wajah penyesalan, bagaimana bisa dia menabrak orang yang selama ini dia sayang dan cintai.
"Hentikan sandiwaramu Ray, aku tau kamu siapa. Apakah selamanya kamu akan hidup didalam kebohongan dan menipu banyak orang?" ujar Ara yang kini menatap lekat wajah dulu maupun sekarang masih setia mengisi direlung hati Ara.
"Sebaiknya kita jangan bicara di sini!" Ray mengajak Ara pergi, kemudian melangkahkan kaki nya pergi kesebuah cafe yang masih satu wilayah dengan mall tersebut.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan beri bintang lima pada karya aku ya, dan jangan lupa juga follow profil aku ya. Terima kasih.
__ADS_1
Maaf kata - kata nye bertele - bertele.
💖💖💖