JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS . Bagian 60 . Ara keluar rumah sakit


__ADS_3

Fhanipun berjalan kearah bunda Amira yang duduk di salah satu kursi yang ada di teras rumah bersama Ara.


"Bun, Fhani pamit pulang dulu ya, ada urusan mendadak yang tidak bisa Fhani tinggalkan." ujar Fhani.


"Alaaaaahhh Urusan apa sih kek baru - buru banget?" ujar Ara.


"Mau tau aja atau mau tau banget?" ujar Fhani.


"Coba aku tebak, kamu mau ketemuan sama kevin ya." goda Ara.


Yang di goda hanya cenga cengir menahan malu.


Fhani membela diri, "Siapa juga yang mau ketemuan, ini masalah darurat dan tidak ada hubungannya dengan kevin." bunda yang memperhatikan perdebatan Ara dan Fhani hanya bisa geleng - geleng kepala.


"Sudah - sudah kalau mau pulang, pulang lah segera dan terima kasih dan hati - hati di jalan ya." ujar bunda Amira kemudian.


"Ya sudah deh, Ara aku pulang dulu ya . Kamu semoga lekas sembuh. Bun, Fhani pamit pulang dulu." ujar Fhani seraya berjalan kearah bunda Amira dan mencium punggung tangan bunda Amira.


"Assalamualaikum." ujar Fhani.


Bunda Amira dan Ara, "Waalaikumsalam, hati - hati di jalan."


.................


Kini Fhani sudah di mobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya. Setelah berada di jalan raya Fhani pun segera menepikan mobilnya lalu menghubungi Ray.


"Ray," memanggil. Tidak lama panggilan pun terhubung.


"Hallo." ujar Ray dari sebrang.

__ADS_1


"Temui sekarang aku dirumah sakit." ujar Fhani.


"Ok aku segera kesana." ujar Ray dan panggilaan telepon pun berakhir.


Fhani pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit. Beberapa saat kemudian kini Fhani sudah berada di halaman rumah rumah sakit. Fhanipun segera memarkir mobilnya kemudia turun dan menunggu Ray di pintu masuk rumah sakit. Tidak lama kemudian yang ditunggupun tiba dirumah sakit dan segera memarkir mobilnya.


"Kamu sudah lama datang?" tanya Ray.


"Baru saja." jawab Fhani.


"Ayo masuk." ajak Ray.


Kini mereka berjalan bersama - sama menuju ruang Vip kamar dimana Ray dirawat. Kini mereka sudah tiba di depan kamar rawat Ray, mereka pun segera masuk kedalam.


"Siang, dok." ucap Ray dan Fhani seraya berjalan mendekat dan menjabat tangan dokter itu.


"Ada perkembangan apa ya dok, mengenai saudara saya ini?" tanya Ray.


"Kini dia sudah bisa mengenal lingkungan sekitarnya, dan dia juga sudah bisa bicara, tinggal kita akan melakukan terapi agar otot - ototnya kembali bisa di gerakkan sebagai mana mestinya." ujar dokter.


"Alhamdulillah." Fhani dan Ray bersamaan.


Waktu terus berlalu, hari terus berganti, minggu dan bulan datang dan silih berganti. Ray berangsur - angsur sembuh dan sudah bisa berjalan sebagai mana mestinya.


Tiga tahun lamanya Ray, seolah - olah terpenjara di dalam rumah sakit dan kini sudah saatnya dia untuk menghirup udara segar.


"Terima kasih dok, atas bantuan anda selama ini." ujar Ray.


"Ini memang sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter." jawab dokter.

__ADS_1


"Baiklah dok, saya permisi pulang dulu." ujar Ray.


"Silahkan dan hati - hati dijalan." jawab dokter.


"Terima kasih." ujar Ray seraya menjabat tangan dokter tersebut.


Kini Ray sudah berjalan dan menyusuri koridor rumah sakit. Ray ingin segera pulang dan tiba dirumahnya. Di parkiran di waktu yang bersamaan Antony dan Fhanipun tiba dan baru saja memarkir mobilnya. Mereka pun berjalan kearah Ray yang kini sedang berdiri di teras rumah sakit.


"Kamu sudah mau pulang." tanya Antony pada Ray.


"Eh....kamu, iya nih aku baru saja mau pulang." jawab Ray.


"Ya sudah biar kami antar kamu pulang." tawar Fhani.


"Apa tidak merepotkan." kata Ray.


"Untuk seorang sahabat tidak ada yang namanya repot." ujar Fhani seraya tertawa.


"Berarti kalau bukan sahabat, ada yang minta tolong berarti mereka merepotkan dong?" ucap Antony.


"Bukan begitu." sanggah Fhani.


Ray dan Antonypun tertawa.


💖💖💖


Maaf bertele - tele ....


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2