
...Perpisahan bukan lah akhir dari segalanya, tapi awal pertemuan untuk seseorang yang baru. Mungkin Allah hanya ingin mempertemukan kita, tapi tak ingin menyatukan kita....
...💖💖💖...
Kini aku dan bunda sudah berada di meja makan. Sesaat kemudian kami sudah menyelesaikan sarapan pagi kami.
"Bund, Bunda tidak pergi ke rumah Tante Inggit?" tanya ku seraya berdiri dan membereskan piring - piring kosong yang ada di atas meja dan mengangkatnya ke westafel.
"Pergi, memangnya kenapa?"
"Tanya aja."
Sesaat kemudian Ara sudah menyelesaikan cuci piringnya. Bunda sudah terlebih dahulu meninggalkan ruang makan menuju kamarnya untuk segera berganti pakaian. Aku pun segera bergegas ke kamar untuk mengganti pakaian rumahanku dengan pakaian yang lain.
Di kamar.
Kini aku sudah mengganti pakaian rumahan ku dengan yang lain. Setelah selesai berbenah, aku pun segera melangkah keluar dari dalam kamarku menuju lantai bawah.
"Bunda ... Bunda ... sudah siap belum?" tanya ku seraya berjalan kearah kamar Bunda.
"Iya tunggu bentar," jawaban dari dalam kamar.
"Ara, tunggu Bunda di mobil ya," ujar ku seraya berlalu pergi.
"Iya." sahutan dari dalam kamar.
Beberapa menit kemudian.
Kini Bunda Amira sudah selesai. Bunda Amira pun segera menyusul Ara kemobil. Sesaat kemudian kini mobil Ara sudah melaju ke jalan raya.
***********
Di rumah Mama Inggit.
Kini tamu satu persatu sudah berdatangan. Terlihat Mama Iliana dengan Kevin, Fhani dengan Mama Ayu, Antony dengan Mami Yoel, beserta tamu undangan lainnya.
Kini, Laras dan Ray sudah berada di ruang tamu menyambut para tamu - tamu nya.
__ADS_1
Fhani, Kevin dan Antony pun berjalan kearah Laras yang saat itu sedang menggendong Keyla.
"Hallo sayang, cantik bener sih kamu," ujar Fhani seraya menciumi wajah Keyla.
Ray pun menyahut, "Siapa dulu dong Ayahnya," seraya menyunggingkan senyum sambil tetap fokus dalam menyambut tamu - tamu nya di pagi itu.
"Ya ... ya ... ya ...." ujar Kevin singkat.
"Hallo nona cantik," kini Antony yang mencubit pipi tembem keyla. Keyla pun tersenyum seraya masukan jari mungil kedalam mulutnya.
"Assalamualaikum," ujar Ara seraya berjalan ke arah di mana mereka semua berkumpul.
Mereka pun menoleh keasal datangnya suara kemudian serentak menjawab, "Waalaikumsalam."
Di saat yang bersamaan Ara tiba, Reza juga tiba disana dan seolah - olah mereka datang bersama, nyatanya tidak.
"Kalian datang bersama?" tanya Laras heran melihat sepupunya itu yang datang tiba - tiba bersamaan dengan Ara.
Ara berkata, "Tidak." Sementara Reza berkata, 'Iya." Mereka pun bingung dan mengerutkan keningnya.
"Yang benar yang mana?" tanya Laras tak mengerti. Ray yang menyaksikan itu hanya bisa senyum - senyum, sementara Fhani, Kevin dan Antony isi kepala mereka, "???."
"Saya," ujar Reza bersamaan dengan Ara.
Dengan tatapan penuh arti, "Jangan bilang kalau kalian berkencan di belakang kami diam - diam?" tanya Fhani penuh selidik. Arapun jadi bingung harus bicara apa, "Sumpah Fhan, aku tidak kenal dengan dia?" ujar Ara berusaha meyakinkan Fhani lalu menatap wajah Reza, "Kamu apa - apaan sih? Kenal saja kita tidak."
"Kalian mau kenal atau tidak, mau pacaran atau tidak, mau bagaimana atau tidak, kan kalian juga jomblokan?" ujar Ray.
Kemudian Ray melanjutkan kalimatnya, "Menurut kecama pengamatan saya, kalian berdua cocok kok, iya kan sayang?" seraya menatap wajah Laras.
"Iya ... iya ... aku juga setuju itu. Secara sepupuku kan ganteng siapa yang sanggup menolak pesonanya," ucap Laras menguatkan kata - kata suaminya.
Fhani, Kevin, dan Antony hanya bisa menatap Reza, "Cakep sih, tinggi, putih, hidung mancung .... wanita mana yang sanggup menolak pesonanya," Fhani membatin dalam hati.
"Cakep juga aku," Antony membatin.
"????," yang ada di kepala Kevin.
__ADS_1
Setelah mereka lama termenung dengan pemikiran masing - masing, "Terima kasih atas dukungannya," ujar Reza seraya menatap wajah mereka satu persatu.
Candaan demi candaan telah mereka lewati bersama tanpa mereka sadari diam - diam ada hati yang terluka.
Ray yang melihat perubahan wajah saudaranya itu pun semakin bersemangat untuk membuatnya semakin terpuruk dengan keadaannya saat ini, dan sekarang lah saatnya untuk membuatnya semakin menderita dan memanfaatkan momen kebersamaan mereka seperti saat ini.
"Bagaimana menurutmu Antony? Mereka pasangan serasi bukan?" tanya Ray pada Antony yang kini jelas nampak di wajah Anyony ada keraguan untuk menjawabnya.
Antony pun menganggukan kepala tanda membenarkan perkataan saudaranya itu. Walau anggukan dan hati bertolak belakang, tapi harus dia sadari saat ini dia bukan siapa - siapa bagi Ara.
"Ngapain kalian hanya beridiri disini, ayo duduk acara bentar lagi dimulai," teguran Mama Inggit membubarkan mereka semuanya.
Kini acara Tasmiah untuk putri Laras dan Ray sudah di mulai. Sesaat kemudian kini acara sudah selesai, para tamu undangan kini sedang menikmati hidangan yang di sediakan tuan rumah.
Pada saat makan rasa hati tidak karuan. Tapi, tak mengapa apa bila hati ini hancur, mata ini berlinang air mata serta tubuh ini gemetar, asalkan orang yang disayang bisa tersenyum bahagia serta bahagia, ujar Antony berkata dalam hati.
Sesaat kemudian kini hajatan sudah usai para tamu undangan sudah pamit undur diri, dan tertinggalkah hanya keluarga inti yang ada di rumah itu, termasuk Mama Fhani dan Mama Kevin.
Para emak - emak berkumpul diruang belakang yang tak jauh dari tempat Laras, Cs. Sementara Laras, Kevin, Ray, Antony dan Fhany bersamanya di ruang keluarga yang tak jauh di mana Ara berada bersama baby Keyla.
Pada saat asyik - asyiknya Ara mengajak Keyla bermain dan bercanda, "Dari tadi, kamu aku perhatikan seperti nya sibuk dengan Kayla. Lagi membahas apa sih sama tuh bocah?" tanya Reza yang kini sudah berada di belakang Ara.
Ara pun menoleh kebelakang, "Ngapain lagi ini manusia di sini?" tanya Ara dalam hati.
Reza pun berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Ara seraya menggoyang - goyangkan tanganya, "Hallo, hallo, jangan melamun."
Arapun sadar dari lamunannya dan segera memalingkan wajahnya menatap yang lain. Untuk yang kesekian kalinya ada hati yang terluka menyaksikan itu.
Mami Yoel yang menyaksikan itu ada rasa kasihan pada anaknya itu, tapi semua sudah terlambat, semua sudah terjadi. Mami Yoel terbesik sesuatu ide gila di benaknya....
......💖💖💖......
......Mari saling mendukung......
...Terima kasih.....
__ADS_1
...💖💖💖...