
Kini Dhaffin telah sibuk dengan setumpukan map - map yang ada di atas meja kerjanya. Hingga tak terasa kini waktunya untuk makan siang.
Clarissa
- "Kakak jadi kan makan siang bareng Clarissa?"
Ting....( Bunyi notifikasi pesan ).
"Siapa sih yang sms ganggu aja," gumam Dhaffin dalam hati.
Dia pun meraih handphonenya yang berada di atas meja kerjannya.
"Clarissa."
Dhaffin
- "Jadi dong, kamu sudah siap?"
Clarissa
- "Sudah."
Dhaffin
- "Tunggu bentar, masih ada lima map yang mau kakak buka, belum terlalu lapar kan?"
Clarissa
- "Ok ... ok ... Clarissa tunggu, buruan kalau sudah selesai secepatnya kesini jemput!"
Dhaffin
- "Ok."
Sesaat kemudian Dhaffin sudah menyelesaikan tugasnya, tapi sebelum dia pergi, dia kirim pesan dulu kepada wanita yang baru saja dia lamar dan tidak lama lagi akan dinikahinya itu.
Dhaffin
- "Sayang jangan lupa makan siang dan jangan terlalu kelelahan, tidak lama lagi aku pulang tungguin ya...."
Isi pesan singkat Dhaffin untuk wanita yang di cintai nya.
💖💖💖
Kini Dhaffin sudah siap untuk pergi menjemput Clarissa....
"Fin, kamu mau kemana?" tanya sang Ayah.
__ADS_1
"Dhaffin mau makan siang bareng Clarissa Yah," ujar Dhaffin seraya menatap wajah Ayah nya yang kini sudah berdiri di ambang pintu kantor Dhaffin.
"Ayah mau ikut? Pasti Clarissa senang kalau Ayah bisa ikut makan siang bareng kami."
"Ayah biar makan di kantor saja sama sekretaris Ayah," ujar Ayah menolak tawaran sang Anak.
"Ya sudah kalau begitu Dhaffin berangkat dulu. Assalamualakum," seraya menyambut tangan sang Ayah untuk mencium punggung tangan sang Ayah.
"Waalaikumsalam," jawab sang Ayah.
Kini Dhaffin sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya untuk menuju kantor di mana Clarissa bekerja.
Tidak butuh waktu lama kini Dhaffin sudah memasuki halaman perkantoran Clarissa. Setelah mobil terparkir, Dhaffin pun segera menghubungi Clarissa lewat sms.
Dhaffin
- "Kakak sudah di parkiran."
"Ting...." ( Bunyi notifikasi pesan ).
Di layar tertulis. "Dhaffin."
Clarissa pun segera membuka dan membaca pesan dari Dhaffin. Setelah membaca dia pun segera turun menemui kakak angkatnya itu.
"Hai ... maaf ya kakak sudah menunggu lama," ujar Clarissa setelah sampai di parkiran.
"Tidak apa - apa, kakak juga baru nyampe. Mari!" ajak Dhaffin seraya membukakan pintu mobil untuk Clarissa.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya.
Tidak butuh waktu lama, kini mereka sudah berada di kawasan yang memang restoran tersebut menyajikan menu makanan khusus untuk kimbab.
Kini mereka sudah duduk didalam restoran dan sudah memesan makanan yang mereka ingin makan. Sesaat kemudian kini makanan yang mereka pesan pun sudah datang dan sudah tertata di atas meja.
"Selamat menikmati, Tuan dan Nona," ujar pelayan wanita seraya membungkukan badannya, kemudian berlalu pergi.
"Terima kasih," ujar Dhaffin.
Kini mereka sedang menikmati makan siangnya, dengan khidmat. Tidak butuh waktu lama, kini mereka sudah menyelesaikan makan siangnya, dan siap - siap untuk kembali kekantor.
"Kamu mau kemana lagi setelah makan siang?" tanya Dhaffin pada Clarissa yang kini sudah berdiri di sampingnya.
"Langsung antar kekantor saja deh," ucap Clarissa kemudian.
"Baiklah Nona," ujar Dhaffin yang kini dengan gaya lucunya.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya. Beberapa saat kemudian, kini mereka sudah tiba di halaman tempat Clarissa bekerja.
__ADS_1
"Terima kasih ya kakak, sudah ngantarin Clarissa balik ke kantor dan terima kasih atas traktirannya," ujar Clarissa.
"Sama - sama," ujar Dhaffin singkat.
Mereka pun kini telah berpisah. Dhaffin saat ini sedang menuju kembali kekantornya. Tinggal beberapa hari lagi dia akan pulang ke Indonesia rasanya sudah tidak sabar untuk menunggu hari itu. Dhaffin senyum - senyum sendiri, tapi karena dia terlalu sibuk dengan lamunan apa lagi pada saat itu jalanan sedang ramai, dan kurang hati - hati dia pun menabrak seorang pejalan kaki.
"Bukkkk....."
Dhaffin pun segera turun dari mobil, dan segera melihat korban yang barusan dia tabrak.
"Apakah Nona tidak apa-apa?" tanya Dhaffin ketika melihat wanita itu yang kini tengah terduduk di aspal seraya memegangi betisnya.
"Apakah ada yang terluka?" tanya Dhaffin kemudian.
"Mari kita kerumah sakit!" ajak Dhaffin kepada wanita itu.
Wanita itu pun mengangkat wajahnya ketika sedari tadi sibuk memijat - mijat pergelangan kakinya tanpa melihat lawan bicaranya.
"Dhaffin," ujar wanita itu terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Karina," ujar Dhaffin tak kalah terkejutnya, ketika melihat wanita yang kini masih terduduk di hadapannya.
"Apa ada yang terluka?"
"Sepertinya pergelangan kaki aku terkilir deh fin, bisa tidak kamu bantu aku berdiri!" ujar Karina seraya memasang muka kesakitan.
"Apa sebaiknya kita kerumah sakit saja?" tanya Dhaffin kemudian.
"Antara saja aku pulang kerumah ku!" ujar Karina lagi.
Dhaffinpun membantu Karina berdiri dan membawanya kedalam mobil. Setelah berada di dalam mobil, Dhaffin pun melajukan mobilnya ke alamat rumah Karina.
💖💖💖
Karina dan Dhaffin dulu nya adalah sahabat sewaktu mereka masih kuliah dulu, dan sempat saling menyukai tapi berhubung pada waktu itu Dhaffin harus kembali ke Indonesia, jadi kisah asmara yang belum dirajut harus putus di tengah jalan, lantaran Karina tidak mau menjalani kisah cinta jarak jauh......
💖💖💖
💓💓💓
Sedangkan Clarissa dan Dhaffin hanya sebatas kakak dan adik angkat, lantaran hutang budi keluarga Clarissa ke pada keluarga Dhaffin yang sudah menolongnya di saat keluarga Clarissa di ambang kebangkrutan karena di tipu oleh orang - orang kepercayaannya lantaran iri melihat keberhasilan dan kesuksesan perusahaan yang di jalankan oleh keluarga Clarissa.
💓💓💓
😊😊😊
Maaf bertele - tele....
__ADS_1
Teman - teman mohon dukungannya ya dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima jika kalian suka. Terima kasih.....
😊😊😊