JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2 . Bagian 67 . Menunggu


__ADS_3

Begitulah hari - hari yang dilalui Ara, menununggu, menunggu dan menunggu hingga lelah raga ini untuk menunggu.


Siang itu ketika aku berada di balkon kantorku, cuaca tiba - tiba mendung dan sepertinya hujan tidak akan lama lagi turun.


Duar.....


Duar.....


Duar.....


Bunyi petir disertai air yang turun satu persatu lama kelamaan menjadi banyak dan entahlah berapa jumlahnya.


Kulihat anak - anak menyambut hujan dengan suka cita, tertawa kesana kemari dibawah derasnya air hujan, seolah - olah mereka tidak punya beban di hati seperti diriku saat ini hati yang sedang merindu akan orang nan jauh disana.


Hujan, entah kenapa begitu banyak yang menyukaimu? Apa sih istimewamu? Bagiku hujan adalah sesuatu yang menyebalkan.


Kuhembuskan nafasku secara kasar


"Huffffffff, kapan penantian ini akan berakhir." hujan kian deras dan membasahi apapun yang ada di bawahnya, Aku pun melangkah masuk dan menutup pintu balkon kantorku lalu berjalan ke meja kerjaku dan meraih biola pemberianmu waktu itu dan duduk disana lalu kumainkan biolanya.


Andaikan rindu dapat kutulis


Akan kulukis bukti tanda cinta


Walau hatiku sering menangis


Merintih tiada bersuara


Lelah hatiku dilatih rindu


Memikirkanmu yang jauh disana


Ingin rasanya diriku bertemu


Apalah dayaku terhalang jarak dan waktu antara kita berdua.

__ADS_1


Pulanglah kasihku, pulanglah sayang


Hati tak tertahankan ingin tuk bersama


Karena cintamu telah kusemaikan


Agar tumbuh mekar bunga cinta kita


Biarpun godaan datang menghampiri takkan ku peduli tetap ku setia


Ku akan menunggu sampai akhir nanti


Saat menjadi satu bahagia


Lelah hatiku dilatih rindu memikirkanmu yang


Jauh disana


Ingin rasanya diriku bertemu


Apalah dayaku terhalang jarak dan waktu


Pulanglah kasihku pulanglah sayangku


Hati tak tertahan ingin tuk bersama


Karena cintamu tlah kusemaikan


Agar tumbuh mekar bunga cinta kita


Biarpun godaan datang menghampiri takkanku peduli tetap ku setia


Ku akan menunggu hingga akhir nanti


Saat menjadi satu bahagia

__ADS_1


Saat menjadi........satu bahagia.


( Lelah Di Latih Rindu ( LDR ) : Nazia Marwiana ).


"Aku berharap hujan ini akan segera reda, agar rindu ini tak terlalu dalam mengorek luka." ucapku dalam hati.


💖💖💖


Sekian minggu tepatnya 12 bulan Antony mencari ilmu di pesantren. Bagi Ray mengaji adalah pengalaman terunik dan terindah.


"Hai! melamun saja, ayo temani aku ke mesjid mengembalikan payung. Takutnya nanti ada yang membutuhkan." ucap Fadil panjang lebar pada Antony.


"Baiklah ayok." kata Antony seraya mengikuti Fadil dari belakang. Fadil adalah teman satu kamarku, dia adalah teman dan orang pertama yang aku kenal di pesantren, umur kami sebaya. Disini kami semua keluarga dan saudara. Tidak boleh pelit sama teman, harus selalu berbagi apapun yang dipunya.


Jarak asrama putra dengan mesjid tidak terlalu jauh hanya butuh lima belas menit jika jalan kaki. Sebelum sampai kemesjid kami di jalan berpapasan dengan santriawan dan santriwati pondok yang ingin kemesjid.


"Assalamualikum ya akhi." ucap salam dari salah satu di antara mereka.


"Waalaikumsalam ya ukhti." jawab Antony dan Fadil barengan.


Itu sudah tradisi dipondok kami jika berpapasan setidaknya mengucapkan salam dan menundukkan pandangan dari yang bukan mahromnya.


Saat kami tiba di mesjid, Fadil masuk kedalam dan meletakkan payung kembali ketempatnya. Antony hanya menunggunya di luar .


"Sudah?" tanya Antony.


Fadil mengajak Antony untuk pulang. "Ya, ayo kita pulang!" Antony hanya mengangguk sebagai jawabannya.


💖💖💖


Maaf kata - katanya bertele - tele .....


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like , vote , komen dan rate 5 ya . Terima kasih ....


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2