
"Sekali lagi maafkan aku, aku hanya ingin berbakti kepada orang tuaku. Mungkin ini memang yang terbaik untuk kita. Cinta ini memang tidak pantas untuk kita bina...." ujar Antony dari sambungan telepon.
Tangisku pun pecah mendengar kata-katanya. Aku harus putus dengannya.
"Aku yakin kamu bisa melupakan aku. Aku yakin aku bisa melupakan kamu." walau sebenarnya hati Antony menjerit mengatakan, aku masih sungguh sangat mencintai Ara.
"Kamu percayakan dengan jodoh? Benar tuh kata Afgan kalau jodoh pasti bertemu." ujar Antony kemudian masih di sebrang sana.
Awalnya aku kecewa dengan keputusannya, namun pada akhirnya aku menyetujui walau dengan hati terpaksa. Perlahan aku mulai menerima semua ini. Aku memang masih sangat mencintainya, namun cinta sejati itu tidak akan membuat orang di sekitar sedih karena cinta yang kita miliki. Dan aku tahu kalau cinta itu tidak harus memiliki. Dan cinta sejati adalah bagian terindah dalam hidupku yang tak akan pernah hilang hingga napasku berakhir didunia ini.
Jodoh merupakan pasangan hidup setiap makhluk yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Hidup, mati, rezeki, seseorang telah ditentukan oleh-Nya bahkan sejak kita berusia empat bulan dalam kandungan. Termasuk jodoh.
__ADS_1
Sore itu aku sedang duduk termenung diujung ruang kerjaku. Tak berapa lama ada seseorang duduk di sebelahku. "Kamu belum pulang, hari sudah sore lho!" kata seseorang laki-laki itu. Aku hanya diam sama sekali tak menatap wajah laki-laki itu. Keadaan sunyi kami terdiam sejenak tidak ada percakapan diantara kami. "Perkenalkan nama aku Dhafin, aku karyawan baru di restoran ini." ucap laki-laki itu menyodorkan tangannya memperkenalkan diri. Aku pun menoleh ke arahnya dan menangkupkan kedua tanganku, lalu berucap. "Perkenalkan juga namaku Ara." ucapku.
"Kenapa kamu belum pulang, apa masih ada pekerjaan yang belum selesai?" tanya orang itu lagi.
"Hmmm tidak, aku hanya sedang ingin sendiri saja." jawab Ara.
"Lho kok bisa, memangnya kamu sedang ada masalah?" tanyanya.
Entah kenapa tiba-tiba aku curhat kepada orang yang baru saja aku kenal.
"Buset dah neng gara-gara cowok kayak gitu saja kamu sampai galau begini, kalau dilihat kamu ini cantik masih banyak pria diluar sana yang nunggu kamu." candanya.
__ADS_1
"Dari pada galau begini mending kita pergi jalan-jalan sebentar, sekedar ngobrol-ngobrol saja dari pada kamu galau gitu itu juga kalau kamu mau, lagi juga mau ngapain kamu berlama-lama disini, ntar ada yang nyulik loh." ucapnya iseng menakuti. Aku hanya menganggukan kepala tanda menerima ajakannya.
Dipantai ini aku mengeluarkan segala unek-unek ku yang ada dikepala dan bercerita tentang kehidupan kami masing-masing. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore, sudah dua jam kami dipantai ini dan kami pun memutuskan untuk pulang. Dia mengantarku pulang sampai didepan gerbang rumahku. Dan akupun turun dari mobilnya. "Terima kasih kamu sudah ngilangin galau aku." ucapku seraya berterima kasih kepadanya.
"Yaelah gitu aja bilang terima kasih, aku gak mau aja lihat temanku galau geto." jawab Dhafin. Aku pun masuk kedalam rumah dan langaung menuju ke kamarku yang sangat nyaman, ku rebahkan diri di kasur spring bedku yang dibilang lumayan empuk lah.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengaan cara like, vote, komen, dan jika suka tinggalkan rate lima. Terima kasih.
💖💖💖
__ADS_1