
Kini Ray sudah tiba di rumah sakit dan Ara sementara dalam perawatan dokter. Ray pun menelpon Fhani memintanya agar segera datang kerumah sakit dan minta tolong untuk segera mengabarkan kepada bunda Amira kalau Ara sekarang ada di rumah sakit. Ray pun mengirim pesan ke Kevin dan Laras untuk segera datang kerumah sakita.
Sesaat kemudian orang - orang yang ditunggupun datang di jam yang hampir bersamaan.
Bunda Amira, "Bagaimana keadaan Ara nak Ray?" Dia tidak heran dengan wajah yang sekarang ada di hadapannya karena sebelumnya Fhani sudah bercerita tentang Ray ke bunda Amira ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Dokter masih memerikasa di dalam tante."
"Kenapa ini bisa terjadi Ray?" tanya kevin.
"Entahlah." jawab Ray singkat.
Sesaat kemudian dokterpun keluar.
"Keluarga pasien?" tanya dokter.
"Saya dok." seraya berjalan kearah dokter yang masih berdiri di depan pintu. Diikuti Ray, Fhani, Laras, dan Kevin.
"Begini bu, anak ibu untuk saat ini kritis dan di butuhkan segera transplantasi hati?" ujar dokter menjelaskan.
__ADS_1
Mereka yang ada disitu sekarang pun terkejut mendengar pernyataan dari dokter itu dan saling bertatapan muka satu dengan yang lainnya.
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya dok." ujar bunda Amira seraya memegang tangan sang dokter."
Dokter "Iya bu, kami akan melakukan yang terbaik untuk anak ibu. Tapi dengan Syarat?"
"Syaratnya apa dok?" kini Ray ikut angkat bicara.
"Harus ada yang siap jadi pendonor hati." ujar dokter itu.
"Periksa saya dokter." ujar bunda Amira yang kini dengan derai air mata.
"Tolong dok, coba tes saya siapa tau cocok untuk jadi pendonor hati buat teman saya." ujar Fhani yang kini dengan derai air mata yang menetes dipipinya.
Laras, Kevin dan Ray, "Kami juga siap untuk di lakukan uji coba dan evaluasi untuk mencocokan hati kami dengan teman kami apakah cocok atau tidak."
Bunda Amira tidak bisa menahan tangis dan haru, "Terima kasih anak - anak atas simpati kalian untuk Ara, tante tidak tau harus dengan apa membayar kebaikan kalian untuk anak tante."
"Kami juga senang tante bisa membantu Ara." ujar Kevin kemudian.
__ADS_1
Fhani membatin seraya menatap kesal ke Kevin, "Besar juga nyalinya manusia menyebalkan ini."
"Jika kalian sudah siap nanti ada perawat yang akan mengarahkan kalian untuk melakukan serangkaian tes." ujar dokter itu seraya berlalu pergi.
...........
Sementara Kirana hidup di persembunyiannya membuatnya tidak bisa duduk dan tidur untuk barang sejenak kejadian beberapa jam yang lalu masih menghantuinya. Sambil bejalan mondar - mandir di ruang tamu, "Bagaimana keadaan Ara sekarang apakah dia selamat atau tidak? tapi itukan bukan salah aku ngapain juga dia sok jadi pahlawan." tidak lama pintupun terbuka.
"Bagaimana sudah dapat belum transportasi untuk melarikan diri keluar negri." ujar Kirana setelah tau siapa yang datang.
"Besok malam kita akan melakukan penerbangan keluar negri. Kamu tidak usah bawa barang yang banyak, nanti saja beli di sana setelah kita sudah sampai dengan selamat." ujar pria itu.
"Sekarang tidurlah." kata pria itu lagi seraya berlalu pergi kekamar yang ada di lantai bawah.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate 5 ya. Terima kasih.
💖💖💖
__ADS_1