JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 3. Bagian 137.


__ADS_3

Kini aku dan Antony sudah menyelesaikan sarapan pagi.


"Acara selanjutnya apa Zawjati alhabiba?" tanya Antony.


"Mari kita bagi tugas Zuji alhabib."


"Tugas."


"Hmmm...."


"Kita sama - sama mengerjakan yang di dalam rumah telerbih dahulu, baru kita sama - sama mengerjakan yang di luar rumah. Bagaimana?"


"Ok. aku setuju."


"Baiklah ayo kita mulai. Zuji alhabib bagian ruang tamu, aku di bagian dapur," ujar ku yang kini sudah berdiri dan melangkah pergi bersama piring - piring kotor di tanganku.


Sesaat kemudian kami sudah menyelesaikan pekerjaan didalam rumah dan kini beralih kehalaman rumah. Masih dengan peraturan yang sama, yaitu berbagi tugas. Aku nyiram tanaman dan Antony yang memotong rumput. Kini kami sudah mengerjakan sesuai dengan tugas yang sudah kami sepakati.


Pada saat Antony dengan seriusnya memotong rumput terlintas ide konyol di kepalaku. Aku pun menyiramnya dengan air dengan dosis kecil, "Habibati...." teriaknya.


"Maaf habibi ... tidak sengaja." ucapku pura - pura menyesali perbuatanku.


Kami pun sama - sama kembali melakukan aktifitas menyiram dan merumput, setelah kembali serius dengan tugas masing - masing, kembali aku menyiramnya, "Habibati ... nakal ya," Antony pun berdiri.


"Sini kalau berani," ucapku mengancam seraya menaikkan selang dan siap - siap untuk menyiramnya lagi.

__ADS_1


Dia pun maju dan semakin mendekat, aku pun mundur, mundur, dan mundur, "Coba siram, habibimu mau lihat sampai di mana sih keberanian zawjati alhabiba ku ini," seraya menyunggingkan senyum divilnya.


"Aku siram ya?"


"Siram saja."


Terjadilah perebutan selang dan siram menyiram hingga akhirnya aku dan Antony sama - sama bayah kuyup dan akhirnya sama - sama terdampar dan duduk ambil memanjangkan kaki di teras rumah belakang. Dengan penyinaran yang cukup dengan matahari walaupun basah tetap memberikan kehangatan.


Antony pun melirikku, "Bagaimana menyenangkan? Apa masih mau di lanjutkan?"


Aku pun menatap wajahnya, "Sudah ah ... capek kejar - kejarannya."


Setelah cukup lama terdiam hanya saling pandang memandang satu sama lain dengan senyum yang selalu terpancarkan di bibir kami berdua.


"Apa habibati bahagia dengan pernikahan ini?" tanya Antony.


Antony pun meraih tanganku lalu di ciumnya, "Kalau soal itu jangan di tanyakan habiba karena sudah pasti habibimu ini sangat, sangat bahagia dan terima kasih karena sudah mau menerima habibi sebagai suamimu setelah sempat menorehkan luka yang tiada maaf."


"Habibi ... jangan merenungkan masa lalu, tapi jangan juga melupakan masa lalu. Tidak apa - apa juga sih untuk melihat kembali masa lalu. Hanya saja jangan menatapnya." ucapku seraya membalas pegangan tangannya.


Kami pun berpelukan, "Terima kasih zuji alhabib."


"Terima kasih juga untukmu wahai zawjati alhabiba."


Setelah saling melepas pelukan, "Bagaimana kalau kita pergi bulan madu akhir bulan ini?" tanya Antony kepadaku.

__ADS_1


"Kemana pun habibi pergi membawa habiba, habiba akan selalu ikut asalkan kita selalu berdua."


"Sekalipun habibi mengajak mu masuk kedalam kamar mandi? Apakah habiba tetap akan ikut bersama habibi?"


Aku pun mengerutkan keningku mendengar penuturan Antony


Antoni hanya tersenyum mendengar penuturanku. "Ayo kita masuk kedalam," ujar Antony yang kini sudah berdiri dan mengulurkan tangan ingin membantuku untuk berdiri dan aku pun menyambutnya. Kami pun berjalan masuk kedalam rumah sambil bergandengan tangan.


*****


...Di tempat yang lain....


Seorang wanita sedang duduk termenung di dalam ruang kerjannya. Walaupun kini usianya sudah tampak tak lagi muda tapi kecantikannya seolah tak termakan oleh usianya. Zahra mantan istri Antony. Semenjak mereka berpisah tidak sedikit pun di benaknya untuk menikah lagi setelah kegagalannya membina rumah tangga sebelumnya.


Semenjak dia berpisah kini dia menjadi wanita mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain termasuk sang mantan suami. Walau sebenarnya di dalam hati masih mengharapkan sang mantan suami untuk kembali padanya meski dia tahu bahwa sang mantan suami sudah menikah lagi.


Di ruang kerja, kini dia duduk termenung mengingat masa lalu yang masih terekam dengan jelas di memori otaknya sambil menatap foto pernikahannya dengan sang mantan suami yang sampai saat ini dia masih setia untuk menyimpannya.


...❤❤❤...


...Terima kasih untuk yang sudah mampir memberikan like dan komentar, dan terima kasih juga untuk like mode kalem. Maaf tidak bisa membalas komentar - komentar kalian satu persatu. Untuk yang ingin promo monggo promo tapi jangan spam promo ya dan silahkan like dulu karya saya lalu tinggalkan jejak di kolom komentar nanti saya berkunjung balik kekarya keren anda semuanya....


...Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...

__ADS_1


...❤❤❤...


__ADS_2