JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS. Bagian 38 . Janji


__ADS_3

Setelah suara gaduh dari dalam kamar tak terdengar lagi para pelayan itu pun meninggalkan lantai tiga menuju lantai dasar sambil bergosip ria.


"Amit - amit deh kalau aku punya anak gadis kelakuan macam itu, sudah ku masukin kerumah sakit jiwa." ujar pelayan 1 sambil tetap terus berjalan menuruni anak tangga satu persatu.


"Apa dia tidak kasihan dengan orang tuanya, kerja mati - matian buat beli ini dan itu eh tau - tau nya di rusak begitu saja kan mubadzir." ujar pelayan 2.


"Iya, ya, ya coba barang - barang itu di kasih ke aku aja dengan hati ikhlas deh aku terima dari pada di hancurin begitu saja." ujar pelayan 3 menimpali.


Pelayan 4 sambil berhenti melangkah diikuti tiga pelayan lainnya yang ikut - ikutan berhenti lalu berkata, "Sudah- sudah kejadian hari ini anggap tidak pernah terjadi dan jangan lagi mengungkit kejadian beberapa menit yang lalu kalian mau keluar dari sini hanya tinggal nama."


"Tidak mau." ujar pelayan 1.


"Saya juga tidak mau." ujar pelayan 2.


"Saya juga tidak mau." ujar pelayan 3.


"Kalau tidak mau, tolong mulut - mulut kalian ditutup rapat - rapat toh kejadian hari ini bukan yang pertama kalian dengar." ujar pelayan empat seraya berlalu pergi di susul ke tiga patner kerjanya sesama pelayan.

__ADS_1


Kembali ke lantai tiga.


Setelah puas mengobrak abrik isi kamarnya kini Kirana duduk di tepi tempat tidurnya yang sudah dalam keadaan tak beraturan. Sama halnya dengan orang nya yang kini menyerupai gembel di emperan kota. Setelah sedikit tenang dia pun berdiri dan berjalan kerah tempat tidurnya lalu menyambar handphone yang ada di atas nakas di samping tempat tidurnya. Kemudian menekan dengan lincahnya mencari nama seseorang. Setelah menemukan apa yang dicari dia pun segera menelpon orang tersebut.


"Laras." memanggil.


Orang yang di panggil kirana adalah Laras. Tidak lama panggilan terhubung dan diangkat dari seberang sana,


"Hallo Ras, Kamu ada dimana?" tanya Kirana.


"Aku ada di rumah ada apa?" jawab Laras.


💖💖💖💖


Kini Ara, Syilla, Fhani sudah menyelesaikan makan siang bersama dengan tante Yoelitta. Beberapa saat kemudian.


"Tante Kami pamit pulang dulu ya, terimakasih atas jamuan makan siang nya." ucap Ara.

__ADS_1


"Kok cepat benar pulangnya. Tidak istirahat dulu disini." ujar tante Yoelitta yang kini menatap wajah tamu - tamu nya satu persatu.


"Lain kali kami main lagi kesini." ujar Fhani menimpali.


Dengan wajah kecewa, "Yaaaaaaa tante tidak ada teman ngobrol lagi dong. Janji ya besok - besok kesini lagi main." seraya menaikkan jari seperti anak - anak kecil yang sedang melakukan perjanjian kepada Ara, dan Fhani. Ara pun menyambut jari tante Yoelitta dan mengaitkan dengan jarinya tanda dia berjanji kalau besok - besok Ara akan berkunjung lagi kerumah tante Yoelitta. Begitu pula dengan Fhani melakukan hal yang sama dengan Ara.


💖💖💖💖


Kini mereka sudah dimobil, dan siap kembali kerumah masing - masing. Di perjalanan,


"Jadi sekarang apa yang akan kamu lakukan?" tanya Fhani sesekali menatap wajah sahabatnya itu kemudian kembali fokus menyetir.


"Entahlah." jawab Ara seraya menatap keluar jendela mobil.


💖💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, comment dan rate lima ya, dan jangan lupa follow profilku . Terima kasih.

__ADS_1


Bersambung. Maaf kata - katanya bertele - tele.


💖💖💖💖


__ADS_2