
Satu persatu tamu undangan sudah meninggalkan gedung acara pernikahan. Sesuai kesepakan yang aku buat dengan Antony kalau malam ini aku akan tidur di rumahnya.
Beberapa saat kemudian.
Aku dan rombongan keluarga Mami Yoel sudah tiba di rumah Mami Yoel. Bunda ku malam ini pun turut menginap di rumah besannya itu.
Laras, Ray dan Mama Inggit pun turut menginap malam itu di rumah Mami Yoel.
Di kamar.
Sudah lama Ara berada di dalam kamar mandi, tapi belum juga ada suara gemercik air dari kamar mandi entah apa yang sedang Ara lakukan di dalam. Sementara Antony hanya menyibukkan diri dengan ponselnya meski dalam hati khawatir kenapa Ara belum juga keluar.
"Tok ... tok ... tok ..." suara pintu kamar di ketuk dari luar.
Antony pun mengalihkan pandangan matanya dari hendpone ke pintu.
"Ara, Antony?" suara Ray teriak dari pintu luar.
"Iya bentar Ray," Antony berjalan kearah pintu kamar lalu kemudian membukanya.
Ray tersenyum dengan nampan di tangannya.
"Ini makanan untuk kalian dari Mami dan Bunda Amira. Pasti kalian lapar kan," ucap Ray tak lepas senyum di bibirnya.
"Hanya satu piring?" tanya Antony meyakinkan pasalnya hanya ada satu piring yang ada di nampan.
__ADS_1
"Iya biar romantis satu piring bedua." ujar Ray menggoda saudara kembarnya itu.
"Ya Allah Ray, Mami dan Bunda yang benar saja memberi kami makan dua orang hanya satu piring yang di beri," ujar Antony geleng - geleng kepala namun dalam hati dia juga senang dan bahagia.
"Ya sudah selamat makan dan selamat malam pertama juga," ujar Ray menekankan kata - kata malam pertama setelah itu dia pun berlalu pergi. Antony hanya tersenyum serta menggeleng - gelengkan kepalanya.
Antony pun masuk kembali kedalam, tapi belum juga dia menemukan beradaan istrinya itu.
Antony pun meletakkan nampan yang dia bawa keatas meja, lalu kemudian mencoba memanggil Ara.
"Ra," Antony pun mengetuk lembut pintu kamar mandi. Namun, tidak ada jawaban dari dalam.
Antony pun mengetuk lagi, "Ra."
"Sayang," entah ada setan apa Antony memanggil Ara dengan sebutan, "Sayang."
Antony pun mencoba membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci.
"Ra," panggil Antony yang melihat Ara berdiri di depan cermin kamar mandi dengan pakaian lengkap seperti saat Ara masuk kedalam kamar mandi.
"Eh ... iya," tanya Ara yang terbata - bata dan kembali kedunia nyata.
"Kamu baik - baik saja kan?" Tanya Antony khawatir, aku pun membalasnya dengan anggukan kepala dan senyum manis dari bibirku.
"Iya aku baik kok, maaf bikin kamu khawatir," ujar ku seraya menundukkan kepala merutuki diriku sendiri.
__ADS_1
"Ya sudah selesaikan segera mandinya, dan segera makan malam. Atau mau aku bantu kamu untuk mandi."
Aku pun mengangkat wajah ku dan menatapya dalam - dalam, tatapan mata mematikan.
"Iya ... iya aku keluar, aku kan cuman bercanda," ujar Antony seraya berlalu dan menutup kembali pintu kamar mandi sambil tersenyum.
"Sudah," tanya Antony ketika melihat Ara yang sudah keluar dari dalam kamar mandi.
Aku hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Kamu mau makan?" tanya Antony sambil mengambil makanan di meja, aku pun melihat hanya ada satu piring.
"Kamu sudah makan?" tanya ku pada Antony.
"Belum, kita disuruh makan sepiring berdua," ucap Antony dengan santai, sementara aku tidak dapat membayangkan makan sepiring dengan Antony.
"Aku tadi sudah makan kue, kamu makan sendiri saja," ucapku malu untuk makan berdua, tadi sudah buat dirinya malu haruskah sekarang makan berdua.
"Kamu tidak lapar? Hanya kue kan? Ini aku tidak akan habis kalau makan sendiri," ucap Antony seolah - olah memaksa.
...❤❤❤...
...Mari saling mendukung....
...Terima kasih...
__ADS_1
...❤❤❤...