JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 98. Kamu hancurkan aku berkali - kali.


__ADS_3

Kini mereka sudah menyelesaikan makan siangnya. Sebelum mereka berpisah, mereka memanfaatkan untuk bergosip ria. Di tengah - tengah mereka bergosip ria, tiba - tiba handphone Clarissa berbunyi yang menandakan pesan masuk.


Diapun segera membuka dan merogoh tas kecil yang dia bawa sejak dari rumah. Di layar tertulis, "Karina."


"Ngapain dia sms?" gumam Clarissa dalam hati.


Karena penasaran dia pun segera membukanya.


Karina


- "Clarissa, kamu ada dimana? Dhaffin ada sama kamu tidak?"


Clarissa


- "Clarissa ada di restoran kak Ara. Iya, kak Djaffin sama Clarissa."


Karina


- "Ok, terima kasih."


"Lihat, kali ini apa yang akan aku lakukan untuk mu?" seraya tersenyum licik.


Kini Karisa sudah bersiap - siap untuk pergi menuju kerestoran Ara. Sesaat kemudian kini Karina sudah berada di mobil, dan siap melajukan mobilnya ke jalan raya. Sesaat kemudian kini, Karina sudah memasuki halaman restoran Ara, pada saat yang bersamaan Clarissa dan Dhaffin sudah berdiri di luar ingin segera pulang.


"Kalian hati - hati ya dijalan!" pesan Ara kepada mereka sebelum berpisah.


Pada saat Dhaffin hendak berbalik, Karina tiba - tiba datang entah dari mana asalnya, dan langsung memeluk Dhaffin dari belakang tepat di depan mata Ara dan Clarissa.


"Aku kangen sama kamu," ucapnya.


Aku syok, dan tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini.


"Karina, kamu apa - apaan sih, datang - datang langsung main peluk - peluk saja?" tanya Dhaffin tidak percaya seraya menatap Ara yang kini sudah dengan mata memerah akibat menahan tangis.


"Apa - apaan ini," ujar Clarissa lirih.


"Sayang aku tuh kangen sama kamu, sudah beberapa hari kamu tidak ada menghubungi aku. Kamu kemana aja sih? Kamu tidak kangen sama aku?" tanya Karina dengan masih posisi memeluk Dhaffin.


"Karina, kamu sudah gila ya?" ujar Dhaffin seraya berusaha melepas pelukan Karina yang kini masih melingkar di perutnya.

__ADS_1


Aku yang sudah tidak tahan melihat adegan yang ada di depan mata ku sekarang, aku pun segera berlari dan menjauh dari mereka.


"Ara ... tunggu...." teriak Dhaffin.


"Lepas!" bentak Dhaffin.


Seketika pelukan Karina lepas, Karina pun tersenyum puas dengan apa yang barusan dia lakukan.


"Ara tunggu!" ujar Dhaffin yang terus saja mengejar Ara yang kini berlari di pinggir jalan raya, seprti adegan - adegan india.


"Kamu mau apa lagi?" tanyaku dengan air mata yang terus menerus keluar dari mataku.


"Tunggu ... aku bisa menjelaskan, ini tidak seperti apa yang kamu lihat."


"Lalu yang ku lihat seperti apa?" tanya ku ketika aku sudah berhenti dan memberikan kesempatan pada Dhaffin untuk bicara.


"Aku bisa menjelaskan, tolong percaya pada ku. Aku dan Karina tidak ada hubungan apa - apa, Karina hanya lah bagian masa laluku."


"Masa lalu yang indah," ujar ku seraya memunggunginya.


"Tolong, kamu percaya dengan ku, aku dan Karina itu hanya teman. Dia disini pun mana aku tau," ucap nya membela diri.


"Aku harus berkata apa agar kamu percayaa sama aku?"


"Kamu mau tau jawabannya?" kini dengan berbalik badan.


"Iya, aku mau tau apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa percaya lagi sama aku."


"Kamu cukup pergi dari kehidupan ku, dan lupakaan tentang pernikahan kita?" ujar ku seraya melepas cincin yang dulu di sematkan di jariku, dan mengembalikan padanya.


Kemudian aku pun berucap, "Aku bukan jari pemilik cincin itu." seraya berlalu pergi.


Dhaffin tidak percaya dengan apa yang di lalukan Ara pada nya. Dia menyesal dengan kejadian hari ini, yang tak pernah di harapkan.


Di restoran, Fhani yang menyaksikan adegan itupun keluar, langsung berhadapan dengan Karina, tanpa bertanya - tanya terlebih dahulu dan melayang kan tamparan pipi kanan, "Plakkkk."


Clarissa yang melihat itu hanya bisa melongo tak percaya, tanpa berani melerai pertengkaran mereka.


"Kenapa kamu menampar aku?" tanya Karina seraya memegangi pipi kanannya yang terasa panas dengan berstempel jari tangan.

__ADS_1


"Kamu mau tau, apa jawabannya?" tanya Fhani kini dengan nada mematikan.


Hening sejenak........ kemudian Fhani melanjutkan kata - kata nya, "Karena kamu sudah menyakiti perasaan sahabat saya?"


Kini Fhani kembali melayang kan tamparan pipi kiri.


"Plak...."


"Ini tamparan atas kejadian beberapa tahun lalu, yang kamu lakukan pada orang yang sama, mau bagaimana pun kamu merubah penampilanmu pembunuh tetap lah pembunuh dan tidak akan pernah berubah jadi seorang ratu."


Karina dengan terbata - bata, "Dari mana kamu tau tentang itu?"


"Ha ... ha ... ha ... Karina, karina, kamu **** atau apa? Tapi itu tidak penting untuk mu aku tau dari mana," ujar Fhani lagi.


Dhaffin yang sedari tadi berdiri tak jauh dari mereka mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan Fhani.


"Jadi, selama ini kamu?" ujar Dhaffin terputus seraya berjalan kearah mereka.


Sontak mereka semua menoleh keasal datangnya suara. "Dhaffin," ucap Karina lirih.


"Dhaffin, aku bisa menjelaskan semuanya. Kamu jangan percaya dengan kata - kata wanita itu! Kamu kan tau, kalau aku sudah sejak dulu tinggal di Amerika. Bagaimana mungkin aku mengenal wanita ini," ujar Karina membela diri seraya menunjuk Fhani.


"Kamu mau bukti apa?" tanya Fhani seraya menatap wajah Karina.


"Mau bukti waktu kamu menabrak Antony, atau bukti ketika kamu kabur ke Amerika dan oplas di sana?" ujar Fhani melanjutkan kata - kata nya.


Kini, Karina tidak bisa lagi mengelak dan berencana mau ambil kangkah seribu saat itu juga, tapi Fhani yang membaca gerak gerik Karina pun segera memegang tangan Karina.


Ray dan Laras pun tak kalah terkejutnya, ketika mendengar semua pembicaraan mereka.


"Jadi kamu biang kerok dari semua musibah yang menimpa keluargaku, dan mengakibatkan Antony amnesia dalam waktu yang lama," ujar Ray seraya berjalan mendekat kearah mereka.


"Sebaiknya, kita kirim dia ke penjara. Kalau di biarkan, nanti banyak orang yang akan menjadi korbannya?" kini Laras menimpali.


"Ide cemerlang, manusia - manusia jenis begini tak pantas tinggal dan berbaur dengan masyarakat. Bahaya," kini Clarissa yang angkat bicara.


💖💖💖


Maaf bertele - tele....

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2