
Laras pun meninggalkan parkiran tanpa curiga sedikitpun kepada Kirana. Dia juga tidak mau tau dan tidak bertanya dari mana Kirana tau tentang perihal bingkisan itu.
Kiranapun membawa pulang kerumah bingkisan untuk Ara. "Seharusnya bingkisan ini milikku, bukan untuk Ara. Kenapa sih Ray tidak bisa melihat aku, aku itu sayang dan cinta mati sama kamu. Tapi jika aku tidak bisa mendapatkan mu, maka Ara pun tidak boleh mendapatkanmu." ujar Kirana berbicara pada dirinya sendiri ketika sudah berada di dalam mobil.
💖💖💖
Kini Ray sudah berada di rumah sakit dan langsung menuju kamar Vip seseorang. Disana sudah menunggu dokter, suster dan Fhani. Dialah orang yang selama ini membantu Ray diam - diam menyelidiki dan memantau Kirana dari jauh seluruh aktifitasnya apa saja yang dia lakukan mulai dari kegiatan dalam rumah sampai kegiatan luar rumah.
"Dok, bagaimana keadaannya?" tanya Ray.
"Dia memang sudah sadar tapi belum bisa merespon terhadap lingkungan dan status respon minimal sudah mulai responsif terhadap sekitar." ujar dokter.
"Jadi, langkah apa yang akan dokter lakukan untuk penyembuhannya agar dia jadi normal seperti sediakala?" tanya Ray.
"Kami akan memanatau pada perkembangan kondisi tubuh penderita apakah semakin membaik, memburuk ataukah bertahan pada keadaan tersebut. Tapi kamu tidak perlu khawatir dalam perjalanan tubuhnya akan melakukan upaya untuk perbaikan dibantu dengan penanganan medis selama perawatan, namun hal ini bergantung pada seberapa besar kerusakan yang di alami dan proses kompensasi tubuh." ujar dokter menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Kemudian dokter itu menambahkan lagi,
"Jika kamu mau tau penjelasan lebih lengkap kamu dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis saraf atau Spesialis Bedah Saraf untuk koma yang terjadi karena cedera kepala berat." setelah berucap seperti itu dokterpun keluar dari ruangan itu.
"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Fhani kepada Antony.
"Pasti semua ini ulah Kirana." ucapnya geram dengan mengepalkan kedua tangannya.
Antony pun berjalan lebih dekat ke tempat tidur Ray, "Aku akan melakukan yang terbaik untukmu, orang yang sudah menyakitimu mereka akan membayar dengan setimpal."
"Tapi wajah aku dan dia kok bisa mirip ya?" tanya Antony kemudian seraya menatap wajah Fhani.
"Ya iya lah mirip secara kan kalian saudara kembar yang terpisahkan semenjak kalian masih kecil." terang Fhani yang kini sudah berdiri di samping Antony.
"Apa, saudara kembar yang terpisahkan sejak kecil?" ulang Antony tak percaya.
__ADS_1
"Iya, kalian adalah saudara kembar. Beberapa hari yang lalu waktu kami berkunjung kerumah mu, tante Yoelitta sudah menceritakan semuanya kepada aku dan Ara tentang ini." kata Fhani seraya menatap wajah sahabatnya itu.
"Dan apakah kamu tau juga dari hasil penyelidikan ku tentang Kirana, di sana di jelaskan dia anak pertama dari dua bersaudara." ujar Laras.
"Jadi Kirana punya saudara?" tanya Antony.
"Yup dia punya saudara dan kita harus cari tau siapa saudara Kirana tersebut." ujar Fhani.
Fhani berjalan kearah jendela dan membuka tirai goren yang ada disana. Kemudian berucap, coba kamu hubungi Kirana ajak dia ketemuan, di seberang sana sepertinya ada cafe yang pas buat mengobrol dengan dia!"
Antony pun berdiri dan berjalan ke arah Fhani, dan mengikuti arah jari Fhani yang menunjuk sebuah tempat dan tak jauh dari rumah sakit.
💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote dan komen dan beri rate 5 ya pada karya aku dan jangan lupa follow profilku. Terima kasih.
__ADS_1
💖💖