JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 104.


__ADS_3

Sejak pertemuan singkat Ara, Dhaffin dan Bunda Amira di rumah Bunda Amira tidak lama berselang mereka telah mendapatkaan kesepakatan dari kedua belah pihak keluarga, mengenai tanggal dan hari untuk pesta pernikahan Ara dan Dhaffin telah di tetapkan.


Untuk sementara Ara cuti bekerja dan yang menangani sekarang restoran adalah sahabatnya Fhani.


Persiapan demi persiapan telah mereka rampungkan. Pernikahan akan di laksanakan 3 hari kedepan.


Kini Ara dan Bunda Amira sedang berada di butik untuk fitting gaun pengantin. Satu persatu telah Ara dapatkan. Ada beberapa gaun pengantin yang telah Ara pilih. Mulai dari yang elegan sampai modern menjadi pilihannya sebagai pelengkap di hari bahagia, dan di hari di mana Ara akan menjadi putri sehari dan menjadi orang yang berbahagia di hari itu.





Saat sedang sibuk mencari perlengkapan aksesoris apa yang akan Ara kenakan pada saat itu, tiba - tiba handphone nya berdering. Ara pun mengambil handphine yang ada di dalam tas yang Ara bawa.


Di layar tertulis "Dhaffin" memanggil.


"Assalamualaikum," ujar Ara mengawali pembicaraan.


"Waalaikumsalam. Kamu ada dimana?"


"Aku ada di butik bersama Bunda. Ada apa?"


"Kamu pasti belum makan siang?"


"Kok tau?"


"Bisa tidak sekarang kamu kesini! Di pantai pertama kali kita berkencan?"


"Bunda?"


"Ajak saja!"

__ADS_1


"Baiklah."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah mematikan handphonenya Ara pun berjalan mendekat ke arah sang Bunda yang kini masih sibuk mencari baju yang akan sang Bunda kenakan di hari bahagia sang putri.


Ara pun memegang bahu sang Bunda, "Bun, kita pergi makan siang dulu yuk!" ajak Ara pada sang Bunda.


"Makan siang dimana?" tanya Bunda Amira tanpa menoleh ke pada sang anak.


"Di pantai, pantai dimana waktu kita ngumpul semua."


"Dhaffin menunggu kamu di sana?" tanya sang Bunda seraya menatap wajah putrinya.


Ara hanya mengangguk sebagai jawabannya. Bunda Amira nampak berfikir sejenak, lalu kemudian berucap, "Kamu pergi saja kesana sendirian, Bunda bisa makan di restoran sekitar sini. Kalau Bunda ikut sama kamu, adanya Bunda akan kadi obat nyamuk nya kalian berdua," ujar sang Bunda seraya tersenyum.


"Beneran nih Bunda tidak mau ikut dengan Ara makan siang?"


"Waalaikumsalam, hati - hati di jalan!"


Kini aku sudah di parkiran, tidak lama kemudian perlahan - lahan mobil ku meninggalkan parkiran butik menuju pantai di mana Dhaffin sudah menungguku disana.


💖💖💖


"Coba katakan, apa alasan mu ingin menceraikan Zahra?" ucap Mami Yoel seraya menatap wajah anaknya itu.


"Mi, Antony sudah berusaha mencintai Zahra, tapi semakin aku mencoba semakin aku tak bisa. Dari pada menyakiti, lebih baik di akhiri mungkin ini jalan yang terbaik untuk kami berdua."


"Mami benar - benar tidak mengerti dengan jalan pemikiran kamu. Apa sih kurangnya Zahra? Zahra cantik, sholehah, apa lagi yang kamu cari, ha...." ujar Mami Yoel marah dan tidak terima dengan keputusan sang Anak.


Pertengkaran Ibu dan Anak tanpa sengaja di dengar Ayah mertuanya yang baru datang dari bekerja tanpa mereka sadari, dan masuk kedalam rumah lewat pintu pagar belakang.

__ADS_1


Ada rasa tak biasa yang di rasakan sang Ayah saat mendengar perkataan besan dan mantunya itu.


Di kamar


Zahra sedang duduk termenung di tepi tempat tidurnya. Tak selamanya cinta harus memiliki, ada kalanya kita harus mengalah dan melepaskan cinta kita meskipun sakit. Karena cinta sejati bukan membuat sakit, namun membuat bahagia.


Cinta memang tak harus memiliki, terkadang kita harus merelakan seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa dia akan lebih bahagia apa bila kita melepaskannya.


Jika akhirnya aku tak bersamamu, orang yang sering aku sebut di dalam doaku, mungkin aku akan di bersamakan dengan orang yang diam - diam sering menyebut namaku di dalam doanya.


Kuikat kata dalam mata batinku, kuredam rasa dalam sanubariku, kutelan rasa sakitku, dan harus kukatakan dengan tegar aku harus kuat.


Angan adalah tunas dari sebuah asa, khayal adalah impian dan keinginan. Setelah sekian lama aku hidup dalam kesedihan, dalam sebuah rumah tangga yang membuat rasaku sebagai wanita terhempaskan maka salahkah bila aku berangan untuk mendapat kebahagian yang nyata?


Salah kah aku jika aku berkhayal bahwa aku, wanita dan seorang istri, ingin di hargai seutuhnya?.


Saat sang Ayah lewat di depan kamar Zahra, pintu kamar tidak tertutup rapat. Sang Ayah pun mengintip dari balik pintu kamar.


Sang Ayahpun membuka perlahan - lahan pintu kamar sang anak kemudian melangkah masuk kedalam dan berjalan mendekati Zahra yang saat ini sedang duduk di atas tempat tidurnya.


Sang Ayah pun duduk di samping Zahra dan menepuk - nepuk pelan bahu sang Anak, lalu berucap, "Kamu yang sabar, semua masalah ada jalan keluarnya. Jika memang harus berakhir seperti ini, itu tandanya jodohmu bersama dia sudah cukup sampai disini." ujar sang Ayah memberikan semangat pada sang Anak.


"Perceraian bukanlah sebagai suatu kegagalan. Tapi sebagai akhir dari sebuah cerita. Dalam sebuah cerita, semuanya memiliki akhir dan permulaan," ujar sang Ayah mencoba menghibur putrinya.


"Ayah." Kini Zahra menangis di pangkuan sang Ayah, ada rasa tak tega melihat putri satu - satu nya hancur, tapi dia bisa apa sebagai orang tua.


💖💖💖


Teman - teman mari saling mendukung ya..



Terima kasih.....

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2