
Kini Kirana beralih menatap Bunda Amiran dan mama Ajeng. Bunda Amira pun berjalan mendekat ke arah Kirana kemudian Bunda Amira pun berkata,
Bunda Amira pun berkata, "Tante juga sudah memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf." seraya memeluk dan mengecup kening Kirana.
"Terima kasih tante, karena tante sudah memaafkan Kirana." ujar Kirana.
Kini Kirana beralih ke mama Ajeng, yang sedari tadi hanya menjadi sebagai penonton dan penyimak jalan cerita.
"Tanpa kamu mengatakan maaf, mama sudah memaafkan kamu. Mama juga minta maaf sama kamu." mama Ajeng seraya memeluk putrinya itu.
Kini mereka sudah merelakan semua yang sudah terjadi, dan mereka kini sudah saling memaafkan dan sudah tidak ada dendam yang tersimpan di hati Kirana.
💖💖💖
Keesokan harinya dihalaman rumah sakit kini Kirana, Bunda Amira, dan Mama Ajeng, dan tak lupa Laras, Fhani, Kevin dan Ray, serta Ara yang duduk di atas kursi roda.
Kirana seraya menatap wajah mamanya, dan bunda Amira bergantian, "Mah, sekali lagi maafkan Kirana, Kirana akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang pernah Kirana lakukan. Jaga diri mama baik - baik dan tunggu Kirana pulang." dengan air mata yang menetes dipipinya.
Mama Ajeng pun bekata, "Mama akan menunggu kamu pulang."
"Tenang saja Kirana, kami akan selalu menunggumu pulang dan akan selalu mendukungmu. Kamu jangan menangis kamu punya dua malaikat yang akan selalu menunggu dan mendoakanmu." ujar bunda Amira.
__ADS_1
Kirana seraya memeluk dua orang wanita paru baya yang ada di hadapannya itu,
"Terima kasih disaat Kirana terpuruk kalian selalu ada untuk Kirana. Sekali lagi terima kasih."
Kirana pun melepas pelukannya, dan beralih keteman - temannya untuk meminta maaf sekali lagi sekaligus berpamitan.
"Kamu baik - baik disana, kami akan sering - sering menjengukmu disana." ujar Laras dan mereka pun berpeluakan, dan beralih dari teman satu keteman yang lainnya. Kiranapun pergi dan meninggalkan rumah sakit menuju kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
.......................
Beberapa hari kemudian kini Ara, sudah di perbolehkan pulang kerumah. Kini mereka sudah berjalan keluar rumah sakit sesampainya di parkiran,
"Tidak apa - apa terima kasih atas bantuan kalian semua selama Ara di rumah sakit." bunda Amira seraya menatap wajah Laras, Kevin, dan Ray bergantian.
" Ya sudah kalau begitu bunda, dan yang lainnya permisi pulang dulu, Assalamualaikum." ucap bunda Amira seraya berlalu pergi, dan masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan Fhani sedari tadi.
"Waalaikumsalam." jawab mereka serentak.
Kini mobil yang dikemudikan Fhani, perlahan - lahan meninggalkan halaman rumah sakit kemudian melaju dan perlahan - perlahan menghilang di balik keramaian mobil yang sedang berlalu lalang.
"Mari kita pergi dari sini." ajak Ray kepada kedua sahabatnya itu. Kini mereka sudah berada di dalam mobil, siap melajukan mobilnya kejalan raya. Sesaat kemudian kini mobil mereka sudah berbaur dengan mobil yang lainnya, dan menghilang di balik keramaian mobil yang sedang berlalu lalang disiang hari itu.
__ADS_1
💖💖💖
Kini mobil Fhani sudah tiba di halaman rumah Bunda Amira. Saat Fhani menurunkan barang bawaan Ara yang di bawa dari rumah sakit handphonenya tiba - tiba berdering, sejenak aktivitasnya pun terhenti dan segera merespon panggilan telepon itu.
"Dokter." memanggil.
Sesaat kemudian Fhani pun mengerutkan keningnya kemudian berucap, Fhani "Bun, Fhani angkat telp dulu ya." kemudian melangkah menjauh dari sana.
"Ya, dok ada apa?" tanya Fhani.
"Sekarang juga kamu datang kerumah sakit." ujar dokter.
"Baik, dok saya akan segera kesana." ujar Fhani seraya mematikan handphoennya.
Fhanipun berjalan mendekat ke arah, bunda Amira yang sedang duduk di kursi teras di depan rumahnya.
💖💖💖
Maaf kata - katanya bertele - tele. Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan beri rate 5 pada karya aku ya. Terima kasih.....
💖💖💖
__ADS_1