JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 83.


__ADS_3

"Kevin, sekarang giliranmu memperkenalkan kepada kami semua calon kamu," kata Mama Inggit seraya menatap kearah Fhani. Fhani yang menyadari itu pun bertanya, "Kenapa tante menatap saya? Karena sampai kapan pun Fhani tidak akan suka dan tidak akan pernah menyukai manusia menyebalkan itu," ujar Fhani seraya menatap wajah Kevin.


"Sabar ya Vin, kamu ganteng kok pasti banyak wanita diluar sana yang sedang ngantri buat dapatkan cinta kamu," kini Mama Laras yang menimpali.


Merekapun tertawa bersama - sama. Sebelum pulang mereka terlebih dahulu makan malam bersama. Jarang - jarang ada moment seperti ini, dan mereka pun mengabadikannya dalam sebuah potret kenangan.


Kini mereka sudah menyelesaikan makan malam dan segera bergegas untuk pulang kerumah masing - masing.


"Bu, mulai hari ini saya mengundurkan diri kerja di restoran ini demi kebaikan kita bersama, dan mulai besok saya akan bekerja dengan bunda saya sekaligus mempersiapkan acara pernikahan kami berdua," ujar Dhaffin mengawali pembicaraan sebelum mereka berpisah.


"Jika itu keputusan mu, Ibu bisa bilang apa. Tapi mungkin ini memang yang terbaik untuk kalian agar tidak ada gosip yang bertebaran di mana - mana," ujar Bunda.


"Baiklah, Bu kami permisi duluan pulang. Selamat malam dan selamat beristirahat. Assalamualaikum," ujar Bunda Dhaffin seraya menjabat tangan calon besan dan mantunya, Mama Inggit, Ray, Kevin, Laras dan Fhani kemudian berlalu pergi dari sana.


"Oh ya Bun, kami juga pamit undur diri ya, sekali lagi selamat buat kamu Nak Ara semoga lancar hingga hari H, Aamiin," ujar Mama Inggit seraya menjabat tangan Bunda Amira, Ara dan Fhani.


Kini Laras, Kevin dan Ray yang memberikan selamat kepada Ara. "Selamat Ra dan jangan lupa undangannya," ujar Ray. Kini mereka sudah berlalu pergi dari sana, dan kini hanya ada mereka bertiga.


"Fhan, kamu bawa mobilkan?" tanya Bunda Amira.


"Iya Bun, Fhani bawa mobil, ya sudah kalau begitu Fhani pamit pulang dulu. Assalamualaikum," ujar Fhani seraya menjabat tangan Ara dan Bunda Amira lalu mencium punggung tangan Bunda Amira.


"Waalaikumsalam," jawab Bunda Amira dan Ara serempak.


"Hati - hati dijalan!" ujar Ara mengingatkan sahabatnya sebelum melangkah lebih jauh.


Kini Bunda Amira, dan Ara sudah ada di dalam mobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya.


"Bagaimana perasaan kamu hari ini?" tanya Bunda Amira memecah kesunyian yang tercipta di antara Ibu dan Anak itu.

__ADS_1


"Entah lah Bun, Ara tak tau," jawab Ara tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.


"Kamu tidak suka dengan pinangan Dhaffin?' tanya Bunda Amira memastikan.


"Entah lah Bun, kita jalani saja dulu bagaimana selanjutnya. Kalau sememangnya cocok tidak ada alasan untuk Ara tidak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi," ujar Ara tanpa melihat lawan bicaranya.


Kini mereka sudah tiba dirumah.


"Bun, Ara langsung kekamar ya."


" Baiklah Bunda juga langsung mau kekamar capek mau istirahat," ujar Bunda.


"Ya sudah Ara duluan ya. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Kini aku sudah dikamarku. Akupun segera beranjak kekamar mandi untuk membersihkan segera bandanku yang rasanya sudah pada lengket semua efek seharian beraktifitas. Tidak lama kemudian aktivitas mandiku pun selesai, dan segera pergi kelemari untuk mengambil baju tidurku. Tidak lama kemudian kini aku sudah selesai memakai baju lalu segera melangkahkan kaki ku kearah tempat tidurku lalu duduk disana dan perlahan - lahan kurebahkan tubuhku di atas kasur empuk ku, dan siap berpetualang kealam mimpi.


"Ting...." Akupun segera maih handphoneku yang ada di atas nakas di samping tempat tidurku.


"Antony," gumam ku dalam hati. "Ngapain dia sms?" tanya ku pada diri sendiri.


Antony Wijaya


- "Assalamualaikum, Ara. Apa kabar?"


Ara


- "Waalaikuksalam, Antony kabar aku baik - baik saja."

__ADS_1


Antony Wijaya


- " Alhamdulillah jika kamu baik - baik saja. Aku dengar dari Ray kalau kamu tidak lama lagi akan menikah? Aku ucapkan selamat, semoga kamu bahagia dengan pria pilihan hatimu."


Ara


- "Terima kasih atas ucapannya. Aku juga ucapkan sama kamu, selamat atas wanita pilihanmu dan Mamimu semoga kamu bahagia dan jangan lupa undang aku, aku pasti datang, bukan sebagai mantan tapi aku akan datang sebagai seorang sahabat yang akan memberikan selamat pada orang yang dulu sempat mengisi hari - hariku dengan warna - warni cinta impian."


Antony Wijaya


- " Aku pasti akan mengundang mu jangan khawatir. Baiklah ini sudah larut malam, selamat malam dan semoga mimpi indah. Assalamualaikum."


Ara


- " Waalaikumsalam."


💖💖💖


Segala sesuatu dalam hidupmu adalah cerminan dari pilihan yang telah kamu buat. Jika kamu menginginkan hasil yang berbeda, maka buatlah pilihan yang berbeda. Kita harus rela melepaskan kehidupan yang telah kita rencanakan untuk memiliki kehidupan yang menunggu kita.


"Maafkan aku, maafkan aku karena sudah melukai hati dan perasaanmu. Bukan niatku untuk melukai hati dan perasaanmu tapi keadaanlah yang memaksa untuk melakukannya," ujar Antony dalam hati.


Kini mereka hidup di jalan dengan pilihan mereka sendiri - sendiri.


"Lebih baik aku melangkah sendiri dari pada kita melangkah berdua namun hatiku tak bersamamu, dan aku bahagia dengan pilihanku sendiri," ujar Ara membatin dalam hati.


💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima jika kalian suka. Terima kasih...

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2