JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian. 72. Apakah Lampu Hijau?


__ADS_3

"Ya sudah bu, Zahra kepasar dulu. Assalamualaikum."


Tapi, belum juga Zahra dan Jannah melangkah pergi ibu Yoelpun kembali berkata, "Eh, Nak Zahra jangan panggil ibu dong, kamu bisa panggil mami kok seperti panggilan Antony ke ibu!"


Seketika Zahra saling berpandangan dengan Jannah, kemudian memandang bu Yoel yang sedang berdiri tak jauh dari mereka, dengan sapu masih setia dipegang ditangan.


"Ya sudah Neng, hati - hati di jalan. Waalaikumsalaam!"


Zahra dan Jannah pun berlalu pergi.


"Jika, Antony tidak mau memutuskan Ara, biar aku yang akan memberi pengertian ke Ara." seraya melanjutkan aktivitas bersih - bersih halaman.


..............


Diperjalanan menuju kepasar.


"Cie ... cie ... yang dapat lampu hijau dari calon ibu mertua." ledek Jannah seraya sekali - kali menatap wajah Zahra yang senyum - senyum sendiri sepanjang jalan kenangan.


"Kamu apaan sih." ujar Zahra seraya membuang muka kelain arah.


"Cie ... cie ... muka yang lagi merah?"


Seketika langkah kaki Zahra terhenti, kemudian berkata, "Masa iya muka ku merah?"


"Ini kesempatan kamu untuk melakukan pendekatan dengan Antony!"

__ADS_1


"Kalau dia punya pacar bagaimana?" tanya Zahra dengan nada kecewa.


"Kan, aku bilang pendekatan bukan pacaran. Dicoba saja dulu, kalau dia punya pacar resiko tanggung sendiri." ucapnya kemudian berlalu pergi meninggalkan Zahra yang masih binggung untuk mencerna kata - kata sahabatnya itu.


.............


"Mami ... pagi - pagi dah cemberut aja." kata Antony ketika melihat sang mami dihalaman depan sedang duduk termenung dikursi dengan sapu yang masih dipegang ditangan.


Dengan tatapan kosong mami berkata, "Pokoknya mami tidak mau tau, kamu harus lamar Zahra dan lupakan Ara!"


"Kenapa mami membahas ini lagi, kan sudah Antony katakan kalau Antony tidak menyukai Zahra. Antony cintanya dengan Ara. Bukankah mami juga menyukai Ara sejak dulu dan selalu mendukung hubungan kami berdua, kenapa dalam sekejab mami bisa berubah seperti ini. Kemana mami yang pernah dulu Antony kenal, satu lagi sebenarnya Ara ada salah apa sama mami?"


Mamipun berdiri dan berjalan kearah Antony kemudian berucap, "Ara tidak ada salah sama mami. Pokoknya mami tidak mau dengar lagi kamu punya hubungan dengan dia. Pokoknya mami tidak mau tau, memang dulu mami mendukung hubunganmu dengan Ara, tapi itu dulu dan jika, kamu tidak mau melakukannya, mami sendirilah yang akan meminta Ara untuk menjauhimu dan melupakanmu." Kemudian berlalu pergi.


"Anyony." panggil Fadil.


"Ada apa?" seraya menoleh keasal datangnya suara.


"Kenapa belum siap - siap, sebentar lagi ustad Ilham masuk mengajar bahasa arab. Kamu mau dihukum keliling lapangan?"


Mereka pun pergi meninggalkan halaman, menuju kamar mereka untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti bahasa arab.


............


Didalam kelas, Antony tidak bisa berkonsentrasi dengan pelajarannya, hingga jam bahasa arab berakhir.

__ADS_1


"Apakah kamu baik - baik saja?" tanya Fadil pada Antony yang terlihat seperti sedang tidak baik - baik saja.


Tepukan lembut tangan Fadil membawa Antony kembali kedunia nyata. Antonypun menoleh kemudian berucap, "Ya, kamu bicara apa barusan?"


"Hantu apa yang merasukimu sepagi ini? sepertinya akhir -akhir ini jika, aku perhatikan sepertinya kamu sedang tidak baik - baik saja."


"Masa aku terlihat seperti itu?"


"Iya, apa kamu sedang memikirkan sesuatu?"


"Tidak juga hanya saja....."


"Hanya saja apa.....?"


"Aku bingung harus berbuat apa sekarang, mamiku menginginkan aku untuk menjauh dari wanita yang selama ini aku sayang." dengan wajah sedih kemudian menundukkan pandangannya.


"Jika kamu di hadapkan pada pilihan yang menurutmu berat untuk memilih, maka mintalah petunjuk kepada Allah dengan sholat istiqarah agar keputusan yang kamu ambil tidak membuatmu menyesal nantinya." nasehat sahabatnya.


"Dari sahabat Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, mengajari kami shalat istiqarah dalam setiap perkara atau urusan yang kami hadapi, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran." ujar Fadil kemudian.


💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima jika kalian suka. Terima kasih.


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2