JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 119.


__ADS_3

Fhani yang melihat itu, dia pun tersenyum dan berjalan ke arah Antony.


"Mau makan siang dengan ku?"


"Boleh," ucap Antony singkat. "Silahkan duduk! Aku mau pesan makan dulu!" sambil berdiri dan melangkah masuk ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk nya dan Fhani.


Sesaat kemudian Antony pun datang dan meletakkan makanannya dibatas meja. Setelah sama - sama duduk, "Ayo silahkan di makan!"


Fhani hanya menyunggingkan senyum kemudian mulai melahap makanannya.


Sesaat kemudian kini mereka sudah menyelesaikan makan siangnya dan sudah kembali untuk bekerja.


Di saat Antony kembali bekerja dia kebanyakam melamun. "Aku harap mesin waktu benar - benar ada, agar aku bisa kembali kemasa laluku untuk mengapus semua penyesalanku."


Fhani yang kebetulan lewat di samping Antony yang sedang membersihkan meja, Fhani pun menghampirinya, "Lagi melamun kan apa sih serius bener, hingga melap meja aja dari tadi tidak kelar - kelar."


Antony pun menoleh, dan melihat Fhani sudah berdiri di depannya. "Kamu Fhan, ada apa?"


"Jangan melamun." kemudian berlalu pergi.


...*********...


Di tempat yang lain. Di rumah megah berlantai dua.


"Tumben kamu datang kesini, ada apa?" tanya Bunda Amira lembut ketika sudah membuka pintu dan mempersilahkan tamunya masuk yang tak lain adalah Mami Yoel.


Mereka pun berjalan masuk berdua beriringan sambil mengobrol kemudian duduk di salah satu sofa yang ada di sana.


Setelah mereka sama - sama duduk, dua - dua nya sama - sama terdiam. Hening beberapa saat, "Jadi ada apa kamu datang kemari Yoel?" tanya Bunda Amira seraya menatap wajah tamunya itu.


Mami Yoel diam sejenak hingga akhirnya, "Aku ingin bicara serius sama kamu, mbak."

__ADS_1


"Tentang?"


"Maaf sebelumnya kalau aku sempat melukai hati dan perasaan Ara karena keegoisanku (Diam sejenak), maaf juga jika aku sudah bersikap tak adil untuk Ara." kini dengan menundukkan wajahnya tanda menyesali perbuatannya.


Bunda Amira yang melihat itu, "Kamu ngomong apa sih aku tidak mengerti."


Dia pun mengangkata wajah nya kemudian berucap, "Aku sengaja datang kesini ingin melamar Ara untuk menjadi menantuku. Sebelumnya Antony tidak tahu ini, karena jika aku beri tahu soal ini dia pasti akan menolak."


Bunda Amira yang mendengar pengakuan Mami Yoel terheran - heran ada rasa tak percaya, "Yoel, kamu jangan bercanda."


"Mbak, aku tidak bercanda. Aku serius dengan ucapanku. Aku ingin Ara kembali sama Antony seperti dulu lagi." kini dengan mata berkaca - kaca.


Mami Yoel pun berdiri dan berjalan kerah Bunda Amira dan duduk di sana bersamanya. "Mbak, aku tau kalau aku salah karena sudah memisahkan mereka berdua. Tapi apakah tidak ada jalan untuk mereka kembali bersama?"


Bunda Amira yang mendengar penuturan dari Yoel orang yang dulu hampir saja menjadi besannya, "Kalau kamu minta pendapat dari aku, aku jelas tidak bisa menjawab apa - apa karena bukan aku yang akan menjalani kehidupan itu. Tapi, jika kamu meminta restu dari aku, aku akan merestui mereka. Karena melihat Ara bahagia itulah kebebahagiaanku yang sesungguhnya."


"Jadi."


"Jadi apa?" tanya Bunda Amira balik tanya.


"Tidak ada alasan aku untuk menolak. Selagi masih di jalan yang benar dan di ridhoi Allah."


"Tapi," kata - kata Bunda Amira terpotong.


"Tapi apa?" tanya nya antusias.


"Aku tidak bisa 100% memihak kalian."


" Maksudnya?"


"Semua keputusan ada di tangan Ara."

__ADS_1


Seraya tersenyum, "Baiklah aku mengerti yang penting aku sudah mendapat restu dan ijin dari kamu."


"Iya sama - sama."


Mami Yoel pun segera pulang kerumahnya. Di perjalan dia tak henti - hentinya senyum - senyum sendiri, dan tak henti - hentinya mengucap syukur dalam hati.


...**********...


Di lantai 2.


Seseorang sedang berdiri di sana, dan sedari tadi sedang memperhatikan dia dari sana, "Andai dapat kuputar waktu, dimana aku sama sekali tak ingin mengenali dirimu, ataupun nencintaimu dengan terlalu."


Di kejauhan seseorang sedang senyum - senyum sendiri menyaksikan kegalauan mereka berdua. "Pemandangan menarik." gumamnya dalam hati.


Kini waktu sudah menunjukkan sore.


Ketika Ara sudah berada di lantai bawah, Ara dan Antony pun bertemu. Tapi, keduanya sama - sama bungkam dan membuang muka kearah yang lain.


"Kamu sudah mau pulang," tegur Reza yang kini sudah berdiri tak jauh dari Antony.


Mereka pun semunya menoleh ke arah datang nya suara. "Aku duluan," ujar Antony seraya berlalu pergi.


...💖💖💖...


Mari terus berjuang bersama - sama dan mari tetap saling mendukung.



...Terima kasih...


...💖💖💖...

__ADS_1


...Bagi yang ingin bergabung di grup safarina silahkan bergabung....


...💖💖💖...


__ADS_2