
Siang malam Antony berdo'a hanya untuk memantapkan hati dan pilihannya agar kelak tidak menyesal dengan pilihannya. Di sisi lain, dia sangat mencintai dan menyayangi Ara, tapi disisi yang lain, dia tidak ingin mengecewakan maminya dan menjadikannya anak durhaka.
Sejak saat itu juga hubungan Antony, dan mami merenggang lantaran berbeda pendapat.
siang itu.
"Mami, Antony mau bicara." ujar Antony seraya berjalan kearah maminya yang kebetulan berada di dapur sedang cuci piring bersam bu Imah.
"Mau bicara apa Antony?" tanya sang mami tanpa menghentikan aktivitasya.
"Mau bicara tentang permintaan mami tempo hari."
Seketika aktivitas sang mami pun terhenti dan berbalik menatap Antoni, kemudian berjalan mendekat Antony kemudian berucap. "Mari kita bicara di taman!"
Kemudian, mami melangkah pergi diiringi Antony dibelakang. Setelah sampai ditaman, mamipun bertanya. "Apa maksud dari permintaan tempo hari?"
"Sudah, Antony putuskan akan meminang Zahra walau sebenarnya akan ada wanita yang tersakiti." kini dengan nada lirih.
"Baguslah kalau begitu." ucap sang mami dengan nada judes.
__ADS_1
Antony pun pergi meninggalkan sang mami yang duduk sendirian dikursi taman. Kini Antoni sudah berada dikamar. Berjalan mondar mandir seperti setrikaan, "Aku harus menelpon Ara sekarang dan meminta maaf padanya, walau sebenarnya aku sungguh sangat mencintainya. Aku harap dia mau mengerti dengan keadaan ini." ucapnya dalam hati.
Antonypun berjalan kelemari pakaianya untuk mengambil handphone nya. Setelah mendapatkannya dia pun duduk di atas tempat tidurnya, kemudian memainkan ponselnya disana.
Setelah mendapatkan apa yang dicari dia pun segera melakukan panggilan. Sesaat kemudian panggilanpun terhubung.
Tut...tut....tut....
"Assalamualaikum." kata orang disebrang ketika panggilan sudah terangkat.
"Waalaikumsalam. Kamu apa kabar?" tanya Antony mengawali percakapan dengan wanita yang selama ini disukainya.
"Alhamdulillah, kami semua disini baik dan sehat-sehat saja."
"Syukurlah kalau begitu. Tumben nih nelpon ada apa?"
Hening sejenak, Antony jadi ragu untuk mengungkapkan maksudnya menelpon karena dia tau kalau ini akan sangat sakit bahkan sangat kejam untuk Ara. Tapi begitulah takdir, mungkin takdir tidak memihak kepada mereka untuk bersama, takdir memang kejam tak mengenal perasaan harapan demi harapan yang pernah mereka bangun dan impikan, kini hanya akan menjadi kenangan.
"Hallo ... Antony apa kamu masih ada disana?" tanya Ara ketika perbincangan mereka lama terjeda.
__ADS_1
"Ya, aku masih disini dan masih mendengarkan suaramu."
"Kamu kenapa? Apa kamu ada masalah?"
"Ara, sebelumnya aku minta maaf kalau selama ini aku ada salah sama kamu...."
"Tunggu ... tunggu ... ini ada apa ya sebenarnya?"
"Aku sungguh sangat mencintaimu dari dulu hingga saat ini. Tidak akan ada wanita yang mampu menggantikan posisimu di hatiku."
"Ya aku tau itu."
"Jangan menungguku lagi. Kamu berhak bahagia dengan pilihan hatimu. Aku mau kita akhiri hubungan ini, tapi kita tetap masih bisa bersahabat dan satu hal yang harus kamu tau ini keputusan terberat untukku. Semoga kamu mendapatkan orang yang lebih baik dari pada aku dan jika besok atau lusa kamu sudah mendapatkannya, jangan lupa undang aku di hari bahagiamu aku akan datang bukan sebagai mantanmu, tapi aku akan datang sebagai sahabatmu."
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima jika kalian suka. Terima kasih....
💖💖💖
__ADS_1