
Setelah acara selesai, para tamu dan undang satu persatu meninggalkan gedung, dan yang tertinggal hanyalah keluarga inti. Setelah semuanya berkumpul Mama Inggit pun berkata, "Ray, ini Mama punya hadiah untuk kamu." Ray pun menerimanya.
"Paket bulan madu," ucap Ray lirih.
"Iya, Mama punya paket bulan madu untuk kalian, biar Mama segera punya cucu," ujar Mama Inggit seraya berbisik di kuping anaknya itu.
Laras dan Ray hanya bisa saling memandang kemudian memandang Mama Inggit yang kini sudah senyum - senyum sendiri.
"Lalu bagaimana dengan perlengkapan kami selama kami disana?" tanya Ray.
"Sudah buruan gih sana, Mama sudah mengatur semuanya untuk kalian, tinggal memainkan perannya saja," seraya terkekeh geli.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, dan siap menuju bandara, mereka langsung terbang untuk bulan madu kenegara sakura.
Sesaat kemudian kini mereka sudah tiba di bandara, dan siap mengudara.
💖💖💖
"Kapan rencana kalian, melangsungkan pernikahan?" ujar Bunda Amira bertanya kepada Ara dan Dhaffin ketika mereka sudah berada di rumah setelah dari acara kondangan.
"In sya Allah bu, segera," ujar Dhaffin.
Setelah mereka lalui dengan saling bercanda dan tertawa bersama, kini Dhaffin meminta ijin untuk segera pulang.
"Bu, Dhaffin pulang dulu, akan Dhaffin usahakan segera untuk menikahi Ara," ujar Dhaffin seraya mencium punggung tangan Bunda Amira.
"Ra, aku pulang dulu."
"Hati - hati, di jalan jangan ngebut - ngebut."
"In sya Allah."
Kini, Dhaffin sudah berada di mobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya.
Sesaat kemudian kini Dhaffin sudah melajukan mobilnya kejalan raya.
__ADS_1
💖💖💖
Kini Laras dan Ray sudah tiba di negri sakura. Mereka pun langsung menuju hotel yang sudah dipersiapkan oleh Mama Inggit untuk kado pernikahan putra nya itu.
Sesaat kemudian kini mereka sudah tiba di hotel dan sudah berada di dalam kamar.
Setelah berada di dalam kamar, mereka mendapati 2 buah koper berukuran sedang berwarna ping dan hitam. Dan koper itu masing - masing memiliki nama.
Laras pun mendekat kearah koper itu dan mengambil koper berwarna ping dan meletakkan nya di atas tempat tidur, yang kini sudah di hias romantis untuk malam pertama.
Laras pun mengeluarkan semua perlengkapan, Laras lantas menatanya rapi di dalam lemari dan juga kamar mandi.
Kenapa negara sakura? Laras juga tidak tau, dia hanya berbicara seperlunya di dalam pesawat. Tidak menanyakan apa pun kepada Ray. Pernikahannya yang baru beberapa jam terlaksanakan membuatnya risih dan kaku.
"Kamu sudah menata semua pakaianmu kedalam lemari?" tanya Ray.
Laras memasukan pakaian terakhir dan menutup pintu lemari, menoleh sedikit untuk melihat suaminya. "Ray, baru saja selesai. Saya juga sudah menyisihkan ruangan yang cukup untukmu."
Ray mengangguk lantas berjalan mendekati Laras dan duduk di tepi tempat tidur. "Kamu bisa mandi terlebih dahulu, saya mau memberesi pakaian dulu."
Ray melihat tingkah istrinya yang langsung melesat menghilang di balik pintu kamar mandi. Istrinya pasti gugup, yah ... dirinya pun merasakan hal yang sama.
Dengan cepat Ray memberesi isi kopernya, menata pakaiannya berseblahan dengan pakaian Laras, menyiapkan paralatan mandi, sambil menunggu Laras selesai mandi. Ray melangkah kesofa lalu membuka handphone nya yang ada di atas meja.
Laras keluar kamar mandi menggunakan jubah mandi, lalu melangkah mendekati Ray, "Saya sudah mandi," ucapnya lirih.
Ray menoleh lalu tersenyum singkat, "Ya."
ucapnya singkat sembari mematikan handphonenya dan melangkah menuju meja nakas disamping tempat tidur untuk mengambil perlengkapan mandinya.
Laras hanya bisa melihat tingkah suaminya yang kaku, bahkan pembicaraan mereka juga sangat kaku, Laras menghela nafas panjang dan segera berganti pakaian.
Setelah acara mandi, tidak ada yang mereka lakukan lagi. tidak ada pembicaraan dan pada akhirnya mereka tertidur karena kelelahan. Di pagi harinya, Laras dan Ray sarapan pagi di restoran hotel.
"Hari ini kamu mau kemana?" tanya Ray memecah keheningan.
__ADS_1
Laras mengangkat kepala dan bingung harus berkata apa, "Saya jarang keluar negri, inginnya tentu jalan - jalan...." kalimat Laras menggantung. "Tapi jika kamu sibuk tidak perlu kita jalan - jalan, kita hanya perlu di kamar saja."
Ray terdiam mencerna jawaban panjang Laras, lalu tersenyum. "Jadi kamu ingin kita menghabiskan waktu berdua dikamar?"
Laras mengangguk langsung, dia terlalu kapar sampai tidak merasa ada nada geli dalam ucapan Ray.
"Saya tidak yakin dengan itu ....." Laras menghentika aktifitas makan dan mengangkat kepala. "Kenapa?"
"Saya orang nya gampang bosan...." Laras menghentikan aktifitas makannya lalu menatap mata indah Laras, "Jika hanya berdiam diri di kamar tanpa melakukan aktifitas apapun seperti semalam...."
Tanpa sadar Laras memiringkan kepalanya, keningnya berkerut dan berfikir. Sedangkan Ray mulai geli dengan ekspresi wajah yang ditunjukan Laras padanya, "Apa istrinya benar - benar polos?" ucap Ray dalam hati.
"Mungkin? Jika kita melakukan aktifitas yang menyenangkan, saya akan menerima tawaran kamu untuk tetap berada di dalam kamar...." jelas Ray.
Kerutan kening Laras semakin dalam. Lama Laras berfikir sambil mengamati perubahan wajah Ray yang nyatanya membuat dirinya bergetar.
"Laras?" panggil Ray, "Kamu mendengarkan kata - kata saya bukan?"
"Ya!" jawab Laras cepat, "Kita bisa melakukan aktivitas ... tentu saja ...." Laras mengangguk - angguk tidak tahu apa yang dia katakan.
"Ok," tanggap Ray menahan taw. ( Ray akan menggoda Istrinya ). "Kamu ingin melakukan aktivitas apa didalam kamar?"
"Saya ada buku cerita didalam koper tadi, dan kamu bisa main handphone." Laras tersenyum getir pada Ray. Itu malah membuat Ray tambah gemes pada istrinya, yang tidak peka sama sekali.
"Baiklah," Ray menelan ludah lalu meminum air putihnya, "Itu akan membosankan seperti kemarin malam." Ray menatap mata Laras langsung dan merasa kalau istrinya salah tingkah karena tatapannya itu, "Bagaimana kalau kita melakukan aktifitas yang biasa di lakukan pengantin baru di dalam kamar saat bulan madu?"
"Apa?"
Ray bergerak gelisah, lalu mencondongkan tububnya kearah meja, melihat itu Laras mengikuti gerakan Ray.
"Bercinta," bisik Ray.
Seketika itu wajah Laras berubah memerah, itu membuat Ray bisa tersenyum lepas.
💖💖💖
__ADS_1