
Diperjalanan balik ke pondok, tiba - tiba handphone Antony berdering, dilayar tertulis pesan dari nomor tidak dikenal.
"Assalamualaikum Antony."
"Ini siapa?" batinku, nomor tidak dikenal mengirim pesan kepadaku.
"Waalaikumsalam, maaf ini siapa?" tidak cukup lima menit orang di seberang pun membalasya.
"Aku Zahra, bolehkan kita saling mengenal?"
"Boleh, kalau hanya sekedar untuk mengenal."
"Terima kasih, Antony."
Dari percakapan singkat itulah aku mengenal Zahira, dan rupanya dia mendapat nomorku dari Fadil, sahabatku. Awalnya Antony tidak percaya kalau Fadil memberikan nomorku pada orang lain tanpa meminta izinku lebih dulu. Namun dengan seiring waktu Antony bisa menerima. Sejak saat itu Zahra sering kirim pesan kepada Antony.
Mereka sering curhat dan berbagi kisah apa saja, hingga rasa cinta dan menyukai tumbuh di hati Zahra. Walaupun Zahra hanya pernah melihat sepintas wajah Antony namun pandangan pertama itulah yang mebuat Zahra menyukai Antony dan meminta nomor handphone Antony ke Fadil sahabat sekaligus teman satu kamar Antony.
...............
__ADS_1
Siang itu dipondok pesantren putri, seorang perempuan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Dia sedang beristirahat setelah melakukan sholat berjamaah di mesjid yang ada di sekitar pondok.
"Antony, sedang apa ya?" gumamnya dalam hati.
"Cie...cie.....Zahra lagi mikirin Antony ya !? Ayo ngaku?" ledek mba Jannah teman sekamar Zahra.
"Ha..ha..ha..nggak kok mbak, mending juga hafalin setoran." Elak Zahra.
"Helleehh ! Lihat tu wajahmu sudah udah kayak kepiting rebus gitu. Hihihi, kamu bisa membohongi mbak tapi tidak dengan hati kamu sendiri." jelas mbak Jannah.
"Iya, terserah mbak Jannah aja." jata Zahra mengalah dari pada harus berdebat.
Hari libur pondok telah tiba, Kini saatnya Zahra berlibur kekampung halaman. Rindu dengan ayahnya ternyata telah menggunung, bagaimana tidak, dua belas bulan lebih Zahra tidak bertemu dengan ayahnya. Zahra naik ojek dari pondok kestasiun karena jaraknya yang lumayan jauh, aku membeli tiket kelas ekonomi yang lebih murah. Satu jam Zahra menunggu kereta dan akhirnya kereta yang ditunggupun tiba.
Senangnya diri ini sebab rasa rindu itu menguap dengan cepat entah kemana.
"Assalamulaikum ayah. Gimana kabar ayah?" ucap zahra seraya mencium punggung tangan tangan ayah.
"Waalaikumsalam. Alhamdulillah baik Ra. Kamu sendiri bagaimana kabarnya ? Betah tinggal dipondok?"
__ADS_1
"Alhamdulillah ayah, Zahra baik. Tentu dong betah, Gimana nggak kan di sana Zahra punya banyak teman dan banyak nambah pengalaman." kata Zahra dengan tersenyum.
"Haha..Syukurlah nak. Mari kita pulang!"ajak Ayah dengan menggenggam tangan Zahra. Zahra pun mengangguk mengiyakan.
*******
Hari sudah melampau sore, mentari sebentar lagi akan tenggelam.
"Tet....tet."
Terdengar suara bel yang berarti waktu istirahat sudah berakhir. Seorang anak laki - laki yang menuntut ilmu disebuah pondok pesantren dengan tergesa - tergesa menyelesaikan pekerjaannya, yaitu mencuci pakaiannya di sebuah kolam yang letakknya tidak jauh dari asrama tempat dia tinggal.
"Antony.....lekas kamu selesaikan pekerjaanmu itu!" terdengar suara ketua asrama memanggilnya.
"Iya kak, tanggung nih, tinggal satu lembar lagi." sambil memperlihatkan baju yang dicucinya.
💖💖💖
Maaf bertele - tele .
__ADS_1
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like , vote dan komen dan jangan lupa rate lima ya jika suka . Terima kasih ...
💖💖💖