JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 108. Air mata pengantin.


__ADS_3

Setelah Dhaffin menyelesaikan makan siangnya, dia pun kembali kekantor nya dan merampungkan persiapan yang tinggal sedikit lagi selesai, tapi tidak bisa di anggap remeh.


Dhaffin pun mengirim pesan singkat kepada sang pujaan hati, "Sayang, malam ini aku mau lembur, tapi tidak lama kok paling juga jam 8 atau jam 9 malam aku pulang."


Ting ... bunyi notivikasi pesan.


Ara


- "Kamu hati - hati, dan kalau sudah selesai segera pulang dan beristirahatlah agar besok kamu tidak kelelahan."


Dhaffin


- "Ok ... sayanag, jadi tidak sabar menunggu hari esok 😂😂😂.


Ara


- "Sabar, besok semua akan jadi milikmu."


******


Kini hari sudah berganti malam.


Ara gelisah di pembaringannya. Entah kenapa malam ini, Ara sangat merindukan Dhaffin. Jam sudah menunjukkan pukul 00.30, tapi Ara belum juga bisa memejamkan matanya.


Aku pun meraih handphone dan mengirim pesan ke Dhaffin.


Ara


- "Sayang ... kamu sudah pulang kerja?"


krik....

__ADS_1


Krik....


Krik...


Ara pun akhirnya tertidur sambil menunggu balasan pesan Dhaffin.


Ketika subuh menjelang, Ara pun bangun dari tidurnya, dan mengumpulkan seluruh nyawanya. Setelah semuanya terkumpul, sebelum Ara beranjak dari tempat tidurnya Ara pun membuka handphonenya berharap ada balasan pesan dari Dhaffin.


Tapi nyatanya yang aku dapati bukan pesan dari Dhaffin, melainkan pesan dari sang Bunda yang memberitahukan bahwa Dhaffin telah tiada karena tertimpa musibah tabrak lari ketika perjalanan pulang setelah dari bekerja. Dan peristiwa itu terjadi pukul 00.00.


Dhaffin meninggal di tempat kejadian, lantaran mengalami pendarahan hebat di bagian kepala, sehingga dia kehabisan darah. Mobil nya rusak berat bagian depan.


Aku langsung syok dan menangis histeris. Bunda yang mendengar itu pun langsung berlari kekamarku. Tanpa mengetuk pintu Bunda langsung masuk, dan berjalan kearah tempat tidurku, dan duduk di samping ku, "Kamu kenapa sayang, masih pagi buta sudah nangis begini?" ujar sang Bunda duduk disamping putrinya seraya mengelus kepala putrinya yang terbalut hijab.


Aku masih dengan aktifitasku menangis, kemudian menoleh kearah Bundaku, "Bunda ... hiks ... hiks ... Bunda," ucapku seraya memeluk seolah - olah meminta kekuatan dari sang Bunda.


Bunda Amira pun mengusap air mata putrinya, "Kamu kenapa? Apa ada masalah?" tanya Bunda dengan sabar.


"Iya sayang ada apa dengan Dhaffin?" tanya Bunda yang masih belum mengerti perihal dengan berita ini.


"Dhaffin Bun, ... Dhaffin ...." kini masih dengan air mata yang kian melaju turun.


Hening sejenak, berbagai macam dugaan hadir di benak sang Bunda, mulai dari Dhaffin lari dengan wanita lain, Dhaffin membatalkan pernikahan sepihak, dan lain sebagainya.


Bunda pun memberanikan diri bertanya dengan hati - hati, "Dhaffin selingkuh?" tanya sang Bunda penasaran. Pasti ada sesuatu peristiwa besar di balik menangisnya sang anak sepagi ini.


Setelah cukup tenang Ara pun menyodorkan handphonenya yang kini masih ada di dalam genggamannya.


Sang Bunda yang membaca tentu sangat syok. Hari ini adalah hari kebahagiaan sang putri dan hari ini juga babak baru akan di mulai. Tapi hari ini juga babak baru yang belum sempat di mulai, harus berakhir dengan cara perpisahan yang tak pernah diinginkan.


Aku dan Bunda segera bergegas kesana, Aku dan Bunda, menuruni anak tangga dengan tergesa - gesa. Hingga teguran dari orang - orang yang berada di dalam rumah tak lagi aku dengar.

__ADS_1


Satu yang ada di otakku saat ini adalah aku ingin segera tiba di rumah Dhaffin.


Kini aku dan Bunda sudah berada di dalam mobil, dan segera melaju kan mobilku kejalan raya. Aku mengemudikan mobil ku di atas kecepatan rata - rata.


💖💖💖


Kini Antony dan Zahra sudah berada di pengadilan. Dan keputusan hakim sudah di bacakan. Palu sudah di ketok. Antony dan Zahra sudah resmi bercerai.


Zahrab hanya bisa menangis di pelukan sang Ayah.


"Kamu yang sabar ya Nak?" ujar Ayah menenangkan. Mami Yoel pun berjalan mendekat ke mantan menantu dan mantan besannya, "Zahra, yang sabar ya sayang ... maaf kan Mami dan maafkan juga Antony. Ini semua di luar kemauan Mami," ujar Mami Yoel seraya mengelus punggunggung mantan mantunya itu.


Zahra pun berbalik dan memeluk Mami Yoel, "Mami ... maafkan Zahra yang belum bisa menjadi menjadi menantu yang baik untuk Mami," ucap Zahra seraya menghapus air matanya dengan punggung tangannya.


****


Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat serta keinginan adalah buta, jika tidak di sertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia - sia jika tidak do sertai cinta.


*****


Zahra


"Ketika saya menikah, itu akan menjadi seumur hidup. Perceraian bukanlah suatu pilihan. Saya tidak melihat perceraian sebagai suatu kegagalan. Saya melihatnya sebagai akhir dari sebuah cerita, semua nya memiliki akhir dan permulaan."


💖💖💖


Mari saling mendukung.....



Terima kasih....

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2