JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 85.


__ADS_3

💖💖💖


Tidak semuanya senyum bermakana kebahagiaan. Sebab ada beberapa senyum yang menjadi penutup hati yang sedang terluka. Ada senyum yang membuat aku lupa dimana aku sedang terluka. Kalau kamu pernah menikmati hujan dikala langit tak mendung, mungkin kamu tahu rasanya air mata turun dikala tersenyum. Dikala hidup memberimu seratus alasan untuk menangis, beri hidup seribu alasan untukmu tersenyum.


💖💖💖


Akupun berdiri dari tempat dudukku, dan segera kulangkahkan kaki ku menuju ruang kerjaku, ku tak mau jika ada yang melihat ku menangis, ku tak mau mereka menertawakan ku, aku tak mau mereka mengasihaniku. Jatuh mengajarkan aku bagaimana memberanikan diri. Juga bagaimana menjadi sabar saat kau tinggalkan sendiri. Kenapa kamu harus muncul disaat aku mulai melupakanmu dari hati aku. Sehancur apa pun hatiku saat ini, tak pernah sedikit pun terlintas dalam benakku untuk membencimu. Ada satu hal terindah yang tak akan pernah hilang saat aku bersamamu hal itu adalah saat pertama kamu memberikan sebuah kado ulang tahun untukku.


Aku terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan - tatapan orang yang ada di restoran saat ini, walau aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak menangis tapi air mata ini jatuh sendiri tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Mungkin ini adalah cara terbaik ketika mulut tak lagi dapat berbicara.


💖💖💖


Hari sudah beranjak sore, kurapikan segera buku - buku yang beserakan diatas meja, setelah semunya beres, aku pun segera menyambar tas ku yang ada di atas meja kerjaku lalu kulangkah kan segera kaki ku keluar ruangan menuju parkiran. Sekarang aku sudah berada didalam dan siap melajukan mobilku kejalan raya.


Sesaat kemudian kini aku sudah berada halaman rumahku dan segera turun dari dalam mobil dan segera melangkahkan kakiku keteras rumah.


"Assalamualaikum," ucapku sebelum masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam," jawab Bunda.


Akupun melangkahkan kaki ku masuk kedalam rumah. Setelah didalam, "Bun, dapat undangan pernikahan dari Mami Yoelitta."


"Acaranya pernikahan Antony kapan Ra di laksanakan?" tanya Bunda.


"Dua hari kedepan, Bun," jawabku.


Bunda pun memegang bahuku lalu berucap, "Kamu tidak apa - apa kan?" tanya Bunda memastikan.


"Ara tidak apa - apa, Bun," jawabku pasti walau sebenarnya dalam hati tidak dapat di gambarkan tentang suasana hati untuk saat ini.


"Ya sudah, Bun, Ara kekamar dulu," ucapku kemudian.


Aku berharap ada perban yang dapat kugunakan untuk menyembuhkan luka yang ada dihatiku. Jika kamu dapat merasakan bagaimana rasanya sakit hati ... untuk apa kamu mengajak ku untuk putus. Mengapa aku harus merasakan hampa tanpa ada alasan apapun setelah kita berpisah. Aku tak mampu melupakan mu tapi aku sanggup melepaskan mu.

__ADS_1


Kini aku sudah dikamar, kurebahkan tubuh ini di atas pembaringan. Kejadian beberapa tahun yang lalu kini kembali berputar - putar dalam benakku. Aku akan mencoba ikhlas walau hati terluka mungkin ini yang terbaik untuk kami berdua.


"Jika dia bukan jodohku, maka jauhkanlah dia dari pikiranku dan dekatkanlah orang yang memang benar jodohku," ucap ku dalam hati.


💖💖💖


Hari H.


Ku bolak balik kartu undangan yang ada di atas meja kerjaku, tertulis dengan jelas nama seseorang yang pernah singgah di hatiku beberapa tahun yang lalu. Ku tak bisa mencegahnya jika dia lebih memilih wanita lain dari pada aku.


Aku pun merias diriku dan memakai gaun terbaikku untuk pergi ke acara pernikahan Antony. Setelah semua di rasa beres, aku pun segera melangkah keluar kamar, dan menuruni anak tangga satu persatu.


"Kamu yakin Ra mau pergi ke acara pernikahan Antony?" tanya Bundaku ketika aku sudah tiba di bawah.


"Yakin Bun, akan aku tunjukan kepada mereka kalau tanpa dia, Ara masih bisa tersenyum dan insya Allah Ara sudah ikhlas kok Bun," ucap ku mantap.


"Ya sudah, kamu perginya hati - hati dan titip salam buat Yoelitta. Katakan padanya Bunda minta maaf karena tidak bisa hadir di hari bahagia ini," ucap Bunda.


"Waalaikumsalam."


Akupun melangkahkan kaki ku keluar rumah menuju garasi mobil. tidak butuh waktu lama kini aku sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan mobilku kejalan raya. Tidak butuh waktu lama kini aku sudah berada di gedung mewah tempat mereka melangsungkan resepsi pernikahannya.


Dengan melangkah pasti ku datang kepesta pernikahanannya. Di saat aku datang dan memasuki gedung aula tempat mereka melangsungkan resepsi pernikahan semua mata tertuju padaku. Mungkin mereka merasa aneh dengan kehadiran ku disini, tapi aku berusaha cuek. Akan aku tunjukan pada mereka dan dunia tanpa dia aku tidak apa - apa.


"Hai ... akhirnya kamu datang juga," sapa Fhani menghadang jalanku.


"Aku harus datang dong masa tidak," ucapku pasti.


"Apa kamu baik - baik saja?" tanya Fhani.


"Apa maksud kamu?" tanya ku seraya mengerutkan keningku.


"Hai ... Ra, kamu baru datang juga?" tanya Laras yang kini sudah berada di dekatku bersama Ray dan Kevin.

__ADS_1


Aku pun menoleh ke asal datangnya suara lalu berucap, "Iya aku baru saja datang?"


"Kamu yang sabar ya," ucap Ray menimpali.


"Pasti," seraya menyunggingkan senyum terbaik ku.


"Ngapain kita berlama - lama berdiri disini, ayo kita langsung saja masuk, dan memberikan selamat pada kedua mempelai!" ajak Ray kemudian.


Kamipun melangkah masuk beriringan, dan langsung menuju pelaminan dimana kedua mempelai berada.


Kamipun satu persatu memberikan kata selamat buat mempelai, dan kini tiba saatnya aku yang memberikan ucapan selamat pada mereka berdua.


Akupun mengulurkan tanganku untuk menjabat tangan Antony seraya berucap, "Selamat atas pernikahan kalian berdua semoga sakinah, mawaddah, dan warohmah hingga maut memisahkan kalian berdua." Setelah berucap begitu aku pun langsung pergi, dan meninggalkan pesta pernikahan itu.


Hatiku hancur, hatiku sakit sungguh sangat sakit. Patah hati itu seperti menderita patah tulang. Dari luar semuanya terlihat baik - baik saja, tapi untuk bernafas saja sakit. Terima kasih karena kamu sudah buat aku kecewa, ini hikamah dari bersahabat sama kamu.


Panggilan Fhani, Laras, Ray dan Kevin tidak lagi aku hiraukan. Jika aku punya kekuatan untuk menghilang, mungkin aku ingin menghilang untuk saat ini juga. Aku terus berlari hingga tak ku pedulikan orang - orang yang kini mungkin menatapku aneh....


"Ara tunggu," teriak Ray.


"Kita tidak boleh membiarkan dia pergi dalam keadaan seperti ini," ujar Fhani mengkhawatirkan sahabatnya itu.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Kevin kemudian.


"Mari kita susul dia keparkiran, siapa tau Ara masih disana," usul Laras.


"Aku sudah berjanji untuk tidak menangis, tapi kenapa air mata ini tetap saja berjatuhan tanpa meminta ijin terlebih dahulu," ujar ku ketika sudah berada di dalam mobil dan melajukan mobilku tanpa arah dan tujuan.


💖💖💖


Maaf kata - kata nya bertele - tele.....


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2