
Sejak pertemuan singkat Ara dan Ray di mall itu mereka diam - diam tukar nomor hp dan diam - diam bertemu di luar seperti saat ini. Mereka sedang berjanji untuk ketemuan di resto cepat saji tempat pertama kali mereka bertemu. Ara lebih awal tiba di sana, pada saat Ray baru memarkir mobilnya tiba - tiba handphone nya berdering.
"Aku tunggu kamu di rumah sakit sekarang nanti aku kirim alamat rumah sakitnya." Ujar yang menelp seraya memutuskan sambungan telp nya
Ray pun kembali memacu mobilnya kejalan raya dan melupakan janjinya dengan Ara. Satu jam kemudian. Dengan gelisah Ara menunggu Ray, Sesekali mengedarkan pandangannya kearah pintu masuk berharap orang yang ditunggu datang, nyatanya tidak. Ara pun mencoba menghubungi lewat gadget nya tapi yang menjawab panggilannya malahan operator.
"Kemana dia, tidak mungkin dia melupakan janjinya begitu saja." ujar Ara bergumam dalam hati.
Hingga dua jam aku menunggu dan sepertinya orang yang aku tunggu tidak akan datang. Aku pun memutuskan untuk pulang dengan membawa hati kecewa.
"Awas aja kalau aku ketemu dengan mu besok - besok, akan aku tarik telingamu." ujar Ara mengomel dalam hati seraya membayangkan hukuman untuk Ray jika mereka sudah bertemu nanti.
.....................
__ADS_1
Kini Ray sudah berada di rumah sakit dan sudah berada di salah satu ruang perawatan Vip bersama dengan si penelpon dua jam yang lalu dan seorang deokter dan perawat.
"Jadi bagaimana dok, keadaan pasien?" tanya Ray pada dokter yang menangani pasien tersebut yang saat ini sedang dalam keadaan koma dengan alat medis yang tertempel disana sini dibadan pasien tersebut.
"Hanya do,a dan mukzijat yang dapat membantu pasien saat ini dan semoga pasien segera sadar dari koma karena sejauh ini perkembangan keseluruhan keadaan pasien sudah cukup lumayan baik." kata dokter menjelaskan panjang lebar tentang keadaan pasien tersebut. Setelah dokter berkata begitu Ia pun segera keluar dari ruangan itu bersama perawat yang sedari tadi bersamanya.
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?" kata wanita itu seraya berjalan kearah Ray berdiri.
"Entahlah, yang bisa kita lakukan sekarang adalah menunggu dia sadar agar kita bisa tahu apa sebenarnya yang terjadi dengannya di dua tahun yang lalu. Dan kita juga akan tau siapa dalang dari semua kekacauan ini." ujar Ray yang tak lepas pandangan mata nya dari orang yang kini tengah tergelat tak berdaya di atas brankar rumah sakit.
Merekapun meninggalkan rumah sakit dan kembali kerumah masing - masing.
💖💖💖
__ADS_1
Kabut - kabut hitam terlihat naik keperaduan. Matahari tenggelam di wajah lautan. Sinar jingga senjanya yang lemah mulai terhapuskan. Hatiku memekik pilu semuanya telah berubah.
"Ray kemana kamu hari ini bahkan untuk sms atau telp pun tidak ada sebagai ucapan maaf dari kamu." ujar ku dalam hati seraya menghembuskan nafasku secara kasar.
💖💖💖
"Sebenarnya manusia jenis apa Kirana, kenapa dia tega melakukan ini kepada ku? Apa ini ada kaitannya dengan coretan tangan yang ada di buku diary itu?" ujar Ray bergumam dalam hati dan terus memandangi bintang yang ada di langit.
Sesaat kemudian Ray pun berkata lagi,
"Mami aku rindu. Sudah lama kita tidak berjumpa. Bagaimana kabar mami disana sekarang , pasti mami sudah mengira kalau aku sudah tiada untuk selama - lamanya? Tidak mi tidak Antony masih hidup, dan suatu saat nanti kita akan bertemu dan mami akan menjelaskan siapa Ray sebenarnya!" ujar Ray yang kini sudah dengan mata berkaca - kaca menahan tangis.
💖💖💖
__ADS_1
Maaf kata - katanya bertele - tele. Silahkan tinggalkan jejak berupa like, vote, komen dan rate lima ya. dan jangan lupa follow profil aku ya. Terima kasih.
💖💖💖