
Kini Ara sudah selesai bersiap - siap. Ara pun segera turun kebawah. Setelah sampai di bawah Ara pun segera mencari keberadaan bundanya. Ternyata bunda Amira ada di halaman depan sedang menanam bunga.
"Bun, Ara mau keluar dulu sebentar sama Fhani." ujar Ara seraya berjalan ke arah sang bunda.
Bunda pun menoleh kebelakang. Bunda, "Jangan sampe sore ya baru pulang." sambil tetap pada aktivitas nya. Setelah selesai bunda pun kemudian berdiri, dan berjalan kearah kran air untuk membersihkan dirinya dari kotoran - kotoran sisa tanah. Setelah selesai bunda pun melapa tangan nya di celemek yang di pakainya.
"Kamu bawa mobil sendiri atau di jemput?" sambil duduk dan menyambar gelas dan teko yang ada di atas meja, yang ada di halaman depan rumah yang sengaja Bunda Amira bawa dari dalam rumah.
"Di jemput bun, sama Fhani." sambil berjalan, dan duduk di kursi yang kosong bersama sang bunda.
Tidak lama kemudian dari luar pagar,
"tut.., tut.., tut." bunyi klakson mobil
"Itu pasti Fhani."
"Ya sudah hati - hati ya di jalan."
Sambil mencium punggung tangan sang bunda. Ara, "Assalamualaikum." kemudian berlalu pergi.
"Waalaikumsalam."
Kini aku sudah di mobil bersama Fhani. Kira - kira 20 menit lagi kami akan tiba di tujuan. Tidak lama kemudian kami sudah tiba di halaman rumah sakit. Fhani pun segera memarkir mobilnya diparkiran yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit. Setelah mobil terparkir aku dan Fhani segera masuk kedalam.
"Ayo kita masuk." ajak Ara.
__ADS_1
"Kita ngapain sih kesini?" tanya Fhani.
"Sudah kamu ikut aja."
Ara dan Fhani pun berjalan menuju resepsionis.
"Selamat pagi mbak ada yang bisa di bantu?" seraya menangkupkan tangan di dada sebagai ucapan selamat datang.
"Selamat pagi, saya mau bertemu dokter Ryadi?" ujar Ara.
"Apakah mbak sudah buat janji dengan dokter Ryadi?"
"Belum." jawab Ara singkat.
"Tunggu sebentar ya mbak!"
"Silahkan mbak jalan lurus kedapan, di perempatan jalan di sana mbak belok kiri nanti ada mbak lihat plang tulisan Dr. Ryadi." ujar resepsionis itu.
"Makasih sus." jawab Ara.
Kemudian berlalu pergi dan mencari ruangan Dr. Ryadi. Tidak lama kemudian Ara dan Fhani pun menemukan plang bertuliskan Dr.Ryadi.
"Tok.., tok.., tok."
"Masuk." suara dari dalam.
__ADS_1
Ara dan Fhani pun segera masuk kedalam. Setelah di dalam.
"Silahkan duduk." ujar dokter itu mempersilahkan tamunya duduk.
Ara dan Fhani duduk dikursi yang ada di depan dokter itu.
"Maaf ada yang bisa di bantu?" ujar dokter itu seraya menyunggingkan senyum.
"Begini dok, saya mau tanya tentang kecelakaan dua tahun yang lalu. Bukankah waktu itu anda yang menanganinya?" ujar Ara mengawali pembicaraannya.
Dokter itupun sejenak terdiam dan mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.
"Dok, korban kecelakaan jalan raya di sekitar mesjid yang ada di ujung jalan sana dekat alun - alun kota." tanya Ara.
Lima menit berlalu.
"Oh, dua pemuda memakai jas dan memiliki wajah sama seperti orang kembar. Apakah itu yang kamu maksud?" tanya dokter.
"Seperti orang kembar?" ujaar Ara mengulang, seraya menatap wajah dokter kemudian beralih menatap wajah Fhani bergantian.
Dengan wajah heran serta mengerutkan kening, "Maksud dokter kembar begitu?" kini Syilla ikut menimpali.
💖💖💖
Setelah membaca silahkan tinggalkan jejak like, vote, koment dan beri rate 5 ya, dan jangan lupa follow profilku. Terima kasih.
__ADS_1
💖💖💖