JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 90.


__ADS_3

Kini Dhaffin sudah berada di kantor. Kini dia sedang duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya. Kejadian demi kejadian hari ini kembali menari - nari dibenaknya. Sekarang dia sedang bingung harus memilih yang mana, sementara di dalam hatinya masih tersimpan rasa dan ruang untuk Karina.


Tok ... tok ... tok ... ( Suara pintu di ketuk ).


"Masuk," suara dari dalam.


Ketika pintu dibuka nampak lah seorang pria paruh baya yang masih gagah perkasa berjalan mendekat Dhaffin yang kini nampak kusut dan berantakan.


"Ayah, ada apa kemari? Bukankah sekarang ada klien yang ingin bertemu dengan Ayah untuk membicarakan masalah ingin menggunakan jasa dari perusahaan kita?"


"Ayah, sudah mengutus orang untuk kesana menemui orang itu," ujar sang Ayah seraya duduk di sofa yang berhadapan dengan anaknya itu.


"Kalau Ayah lihat - lihat seprtinya kamu lagi ada masalah, kamu bertengkar dengan Clarissa? Atau ada hal yang lain, yang membuatmu berantakan seperti ini?" tanya sang Ayah seraya menatap sang Anak yang kini sudah berpenampilan seprti gembel di emperan kota.


"Entah lah Yah, saat ini Dhaffin bimbang, kenapa Dhaffin harus bertemu dia di saat yang tidak tepat. Dimana Dhaffin benar - benar ingin melupakannya dan sudah tidak ingin mengingatnya lagi. Ingat dia hanya membuka luka lama yang sudah Dhaffin kubur dalam - dalam," ujar Dhaffin yang kini sudah berubah raut wajahnya seperti orang yang sedang menahan sakit.


"Siapa yang kamu maksud?" tanya sang Ayah.


Hening sejenak, kini Dhaffin sudah menyandarkan tubuhnya di sofa seraya menengadahkan wajahnya keatas langit - langit kantornya, serta menghembuskan nafasnya secara kasar untuk membuang rasa sesak yang kini sedang bersemayam di hatinya.


"Dhaffin kalau kamu ada masalah, coba cerita ke Ayah barang kali Ayah bisa bantu."


"Entahlah Yah...."


"Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita ke Ayah, Ayah keluar dulu."


Tapi belum sempat sang Ayah berdiri Dhaffin pun bertanya, " Ayah ngapain keruangan Dhaffin?"


"Tidak ada, hanya kesini memastikan apa kamu sudah kembali apa belum? Eh tau - tau nya kamu sudah ada di sini," ujar sang Ayah.


"Dhaffin jika kamu ragu, ikutilah kata hatimu. Berikan pertanyaan, temukan jawabannya. Belajarlah mempercayai hati," nasehat sang Ayah.


"Ya sudah kalau begitu, Ayah kembali dulu keruangan Ayah," seraya berdiri dan berjalan keluar dari dalam kantor sang Anak.


Kini dia kembali diliputi rasa bingung dan bimbang yang mana harus dia pertahan kan dan mana yang harus dia lepaskan.


Cinta adalah kekuatan liar. Ketika kita mencoba mengendalikannya, itu menghancurkan kita. Ketika kita mencoba memenjarakannya, itu memperbudak kita. Ketika kita mencoba memahaminya, itu membuat kita merasa tersesat dan bingung.

__ADS_1


Dalam hidup, terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Tapi saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan kadang tidak membuat hidup menjadi lebih baik.


Aku menahan kecewa. Pertemuan yang seharusnya penuh tawa rupanya hanya tersimpan dalam angan - angan. Denganmu jatuh cinta, adalah patah hati paling sengaja.


💖💖💖


Di tempat yang lain. Karina kini sudah berada di kamarnya dan sedang rebahan di atas kasur nya seraya menatap langi - langit kamarnya. Dia tidak akan bertemu Dhaffin hari ini.


"Tuhan ajari aku mengenal cinta sebagaimana orang - orang lain mengartikannya. Karena kata orang, dia adalah sumber segala - galanya."


Kadang yang terindah tak di ciptakan untuk dimiliki. Cukup dipandangi dari jauh, lalu di syukuri bahwa dia ada di sana untuk di kagumi dalam diam. Aku hanya mampu tersenyum melihat punggungmu


dari kejauhan, karena aku tahu mengharap kan mu kembali adalah sebuah kemewahan.


Mencintaimu tanpa kau tahu bukan lah hal yang sia - sia. Setidaknya, aku belajar terluka dan berusaha menyembuhkannya. Aku tahu yang kamu cinta bukan aku. Tapi meskin pun terluka, boleh kah aku tetap mencintaimu.


💖💖💖


Sejak Antony dan Zahra menikah, mereka lebih memilih dan menetap di kampung Istrinya. Antony sengaja menjauh untuk melupakan kenangan - kenangannya dengan Ara yang belum sepenuhnya belum bisa di hapus dari benaknya.


Apa lagi di saat dia melihat Ara menitikkan air mata waktu hadir di pernikahanannya waktu lalu, bukan maksudnya untuk melukai tapi keadaan lah yang membuatnya harus melakukan itu.


Zahra yang memperhatikan itu dari balik pintu, dia pun berjalan mendekat kemudian berucap seraya memegang pundak suaminya, "Sayang ... apa yang sedang kamu pikirkan?"


Antonypun tersadar dari lamunannya, kemudian menoleh keasal datangnya suara, "Eh ... kamu Zahra bikin kaget saja."


"Memangnya kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Zahra penasaran.


"Bukan apa - apa."


"Ayo kita makan siang!" ajak Zahra pada Antony.


"Mami sama Ayah dimana?" ketika mereka sudah berada di luar kamar dan menuju ke meja makan.


"Ayah di perkebunan, mami mungkin ada di halaman belakang."


Mereka kini sudah duduk di meja makan, Zahra pun melayani suaminya mulai dari menyendokkan nasi kepiring hingga lauk pauk semua dia aturkan untuk suaminya.

__ADS_1


Walaupun kini mereka sudah menikah, dan tinggal dalam satu atap dan satu kamar, tapi Antony belum bisa melakukan kewajibannya sebagai suami. Pikiran dan hatinya masih ada di mana - mana. Bahkan untuk tidur seranjang pun mereka tidak.


Di luar mungkin dia akan tersenyum tapi di dalam hati siapa yang tau.


"Kenapa nasinya belum dimakan," ucapan Zahra menyadarkan Antony dari lamunannya.


Zahra tau dengan apa yang di fikirkan sang suami, tapi dia berusaha untuk tetap bersabar karena semua butuh proses dan perjuangan.


"Hari ini mungkin saja Antony belum bisa menerima aku, besok atau lusa siapa yang tahu," Zahra membatin dalam hati.


💖💖💖


Sejak pertunangan mereka di waktu itu, kini hari - hari mereka lalui dengan kesibukan untuk mempersiapkan hari bahagia mereka. Rencana awal, mereka akan melangsungkan pernikahan setelah Ara menikah terlebih dahulu, tapi karena desakan Mama Inggit dan orang tua Laras, kini mereka telah di sibukan untuk acara pernikahan yang akan mereka langsungkan dua minggu kedepan.


"Sayang, kalian mau melaksanakan dimana resepsi pernikahan kalian?" tanya mama Inggit di kala siang itu.


"Kita pake gedung aula pertunjukkan musik mama saja. Bagaimana?" Ray memberikan ide.


"Menurutmu bagaimana sayang?" kini mama Inggit menatap wajah Laras.


"Kalau Laras sih terserah Ray aja, Laras ngikut," ucap Laras seraya menatap wajah Ray.


"Lalu WO mana yang akan kalian gunakan jasanya untuk memperindah di hari bahagia kalian?" tanya mama seraya menatap wajah calon mantu dan anaknya itu.


"Dengar - dengar, Bunda Dhaffin dari WO, kenapa kita tidak pake jasa mereka saja?" ujar Ray memberikan ide.


"Iya ... ya ... benar ... benar ...." ujar mama Inggit sambil mangguk - manggukkan kepala.


"Nanti deh mama yang pergi menemui Bunda Dhaffin, dan mengatakan kalau kita akan menggunakan jasanya di hari bahagia mu dua minggu kedepan."


💓💓💓


Bahagia itu sangat sederhana, selalu menghargai apapun yang telah di raih walau sekecil apapun. Bahagia itu sederhana, sesederhana melihat orang yang kita sayangi bahagia. Bukan kemewahan yang akan membuatmu bahagia. Tapi kesederhanaan yang akan membuatmu nampak istimewa.


💓💓💓


Teman - teman mohon dukungannya dengan cara like, vote, komen dan rate lima jika kalian suka....

__ADS_1


Terima kasih.......


💓💓💓


__ADS_2