JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 3. Bagian 138.


__ADS_3

Setelah membantu sang istri menyelesaikan tugas rumah, Antony pun segera membersihkan diri dan segera memakai pakaian kantor yang sudah di persiapkan oleh sang Istri.


Beberapa saat kemudian kini Antony sudah menyelesaikan ritual mandinya dan segera memakai pakaiannya yang sudah tersedia di atas tempat tidurnya.


Beberapa saat kemudian kini Antony sudah selesai memakai pakaiannya dan dia pun segera keluar dan menuju lantai bawah.


"Habibi sudah siap?" tanya Ara ketika melihat sang suami yang kini berdiri tak jauh darinya dan sudah menyelesaikan menyiapkan sepatu untuk sang suami.


Antony pun berjalan kearah Istrinya, "Zaujati alhabiba, habibi berangkat kerja dulu ya, kamu hati - hati di rumah jika ada apa - apa segera hubungi aku," ucap Antony seraya mengecup kening sang Istri dan Ara pun mencium punggung tangan suaminya itu dan tak lupa memakai sepatu yang sudah di siapkan oleh sang Istri.


Mereka pun berjalan hingga ke ambang pintu utama, "Hati - hati dijalan," ucap Ara sambil melambaikan tangan, Antony pun membalas lambaian tangan sang Istri lalu kemudian masuk kedalam mobil lalu menghilang di balik tembok pagar rumah.


Ara pun segera masuk kedalam rumah dan segera mengunci pintu. Hari ini dia hanya ingin menghabiskan waktunya di rumah bermalas - malasan sambil nonton Tv. Tapi belum jauh dia melangkah....


"Ting ... Nong ... ting ... nong," bunyi bell rumah.


Ara pun segera kembali kepintu untuk segera membuka pintu dan mengetahui siapa yang datang bertandang di pagi ini.


Setelah pintu terbuka alangkah terkejutnya dia tatkala mengetahui siapa tamu yang datang bertandang,


"Fhani...."


"Santai aja Non lihat muka ku. Aku bukan hantu yang bergentayangan di pagi hari." ucapnya seraya menyelonong masuk tanpa di persilahkan tuan rumah terlebih dahulu.


Belum hilang keterkejutannya ketika hendak menutup pintu seorang lelaki tampan nan rupawan dengan membawa bingkisan ditangannya, sambil berjalan mendekat dengan senyum siapa pun yang melihatnya dapat membuat nya klepek - klepek jatuh cinta.

__ADS_1


"Kevin," ucap Ara lirih dan tak percaya jika tamunya sekarang adalah sahabat lama dan seorang pengusaha muda yang sukses, mandiri dan pekerja keras.


Dengan tersenyum, "Hallo Ara, apa kabar?"


"Hai Kevin kabar aku seperti yang kamu lihat. Mari silahkan masuk," ucap Ara sembari memberi jalan masuk untuk Kevin.


Mereka pun berjalan beriringan. Setelah semuanya duduk disofa yang berbeda. Sambil melirik Fhani dan Kevin bergantian, keduanya pun menjadi kikuk mendapat tatapan mata dari Ara yang meraka rasa tak biasa itu.


"Sepertinya aku mencium aroma - aroma menggembirakan, apa benar begitu?" tanya Ara disertai dengan senyumannya.


Mereka pun serentak menggaruk - garuk kepala yang tak gatal.


"Nah ... tukan benar garuk kepala aja samaan." ucap Ara seraya menggoda kedua sahabatnya itu.


"Hmmm...." ucap Kevin dan Fhani bersamaan. Lalu keduanya pun saling menatap kemudian tertawa lepas bersama - sama.


"Kalian kesini mau ngapain sebenarnya?"


Mendengar pertanyaan Ara mereka pun sontak berhenti untuk tertawa dan kembali kepada inti pembicaraan mereka datang berkunjung untuk apa.


"Hmmm ... sebenarnya kami datang kesini ingin memberikan undangan ini kepada kalian berdua. Hmmm ... maksudnya kamu dan Antony."


Kevin pun melirik ke arah Fhani. Fhani yang mengerti dengan lirikan itu, dia pun segera membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tas, lalu kemudian menyodorkan kepada Ara, "Nih undangan kami berdua."


Ara pun menerima undangan itu, tak dapat di pungkiri Ara begitu bahagia ketika membaca isi undangan itu hingga membuat matanya berkaca - kaca, Ara pun berdiri dan berjalan kearah sahabatnya itu kemudian memeluknya, "Selamat Fhan, aku turut bahagia walaupun baru undangan pertunangan aku tetap turut bahagia. Aku kira kamu bakal tidak laku mengingat setiap ada laki - laki yang mendekatimu selalu saja menjauh dan bersikap dingin," ucap Ara sambil melepas pelukannya.

__ADS_1


"Kamu apaan sih Ra," ucap Fhani seraya memanyunkan bibirnya.


"Kamu makin seksi deh dengan bibir begitu," ucap Ara menggoda sahabatnya itu.


"Ehm ... Ehm ...." suara deheman itu membuat mereka kembali pada dunia nyata.


Mereka pun tertawa bersama - sama, "Ha ... ha ... ha ... ada yang cemburu ternyata."


Setelah semua kembali hening, dan duduk pada tempat semula, "Tapi, ada satu hal yang belum kalian jelaskan kepadaku?"


Fhani dan Kevin pun sontak menatap Ara dengan tatapan mata yang sulit di artikan, "Ah ... kalian kompak juga ya," ucap Ara seraya tersenyum dan mengalihkan pandangannya kelain.


Kemudian Ara pun melanjutkan kalimatnya, "Tapi aku tak peduli kalian jadian mau seperti apa awal mulanya, yang aku tau tidak lama lagi kalian akan tunangan aku turut bahagia." ucap Ara kemudian.


***********


Waktu begitu cepat berlalu, hingga tak terasa waktu makan siang pun kini telah tiba.


Di sebuah butik, seorang wanita muda kini tengah merapikan barang - barangnya karena dia berniat akan pergi makan siang di cafe terdekat dengan butiknya. Setelah di rasa semua sudah beres buku dan alat tulisnya sudah tersusun rapi di tempat semula, dia pun segera mengambil tasnya di tempat tas kemudian melenggang pergi dari kantornya.


Tidak butuh waktu lama kini dia sudah berada di parkiran mobil dan siap melajukan mobilnya kekafe yang dia maksud.


...❤❤❤❤❤❤...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...❤❤❤❤❤❤...


__ADS_2