
Kini aku dan Fhani sudah berada di halaman toko perlengkapan bayi. Aku dan Fhani pun segera masuk kedalam, dan mencari apa yang aku perlukan.
Aku dan Fhani pun berpisah sewaktu sudah berada di dalam toko.
Rak demi rak telah ku lewati, hingga aku berhenti di rak paling depan untuk mengambil sebuh boneka, ketika aku sedang asyik milih - milih boneka tiba - tiba aku mencium wangi khas parfum seseorang satu tahun kemarin meninggalkan aku untuk selama - lamanya.
Aku pun mengikuti aroma parfum itu. Setelah berjalan kesana kemari di ujung rak aku melihat seorang pria dewasa sedang menggendong anak kecil entah anaknya atau adiknya. Dan aku meyakini kalau bau parfum itu berasal dari dia.
Dan aku pun berjalan lebih dekat kearah pria itu, untuk memastikan kalau itu benar wangi parfum dia.
Dan benar itu wangi parfum pria itu. Pria itu pun menatapku seraya mengerutkan keningnya.
Karena kepergok, aku pun jadi salah tingkah. Dan mengambil apa saja yang ada di sekitar ku.
"Ara, kamu ngapain disini. Katanya mau beli perlengkapan bayi?" teguran Fhani membuyarkan lamunanku.
Aku pun menoleh kearah Fhani. "Eh kamu Fhan ngagetin aja," ucap ku gugup dan salah tingkah. Aku pun mengalihkan kembali pandanganku di mana pria itu berdiri, tapi sayang pria itu sudah tidak berdiri di sana.
Fhani yang melihat aku seperti orang yang sedang bingung dia pun menegurku, "Kamu cari apa sih?" tanya Fhani penasaran.
"Bukan apa - apa?" jawabku singkat. Aku pun melangkah kan kaki ku pergi dari sana menuju kasir untuk membayar barang yang aku beli. "Aku penasaran dengan pria yang ku temui tadi barusan? Tapi ya sudah lah," ucap ku dalam hati berusaha cuek.
Kini aku dan Fhani sudah melakukan pembayaran. Aku dan Fhani pun segera melangkah keparkiran.
"Setelah ini kita mau kemana lagi?" tanya Fhani seraya menatap ke arah Ara yang terus berjalan menuju mobilnya.
Aku pun menjawab, "Kita kerumah Mama Inggit saja yuk! Aku tidak sabar ingin melihat bayi Laras."
"Ayo, aku juga tidak sabar mau melihat bayi Laras," ujar Fhani.
Kini kami sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan mobilku kejalan raya. Sesaat kemudian kini mobilku sudah melaju di jalan raya.
**********
"Ini Mi, Ma ... minumnya," ujar Laras seraya meletakkan dua buah gelas keatas meja.
Laras pun berlalu pergi dari sana, tiba - tiba dari arah pintu utama ada orang mengucap salam.
"Assalamualaikum," ucap sang tamu.
"Waalaikumsalam," jawab mereka serempak.
Sang tamu pun masuk dan langsung menuju di mana Mama Inggit dan Mami Yoel sedang duduk.
Mama Inggit pun berdiri melihat siapa tamu yang datang.
"Della," ucap Mama Inggit yang tidak percaya melihat siapa tamunya yang datang disiang hari ini.
Della pun berjalan kearah Mama Inggit yang ternyata adalah besannya sendiri.
"Ayo ... silahkan duduk!" ujar Mama Inggit mempersilahkan besan dan tamunya duduk.
__ADS_1
Mereka pun duduk di sofa yang berbeda.
"Yoel, perkenal kan ini Mama Laras?" ujar Mama Inggit memperkenalkan pada tamunya.
Mereka pun saling berjabat tangan.
"Yoel."
"Della."
"Dell, siapa dia?" tanya Mama Inggit seraya menatap wajah pria asing yang datang bersama Mama Della.
Mama Della pun tersenyum lalu berkata, "Oh iya lupa. Kenalkan dia ponakan aku, baru datang beberapa hari yang lalu dari luar negri."
Mereka pun kenalan, "Reza Tante," ujar Reza seraya menjabat tangan Mama Inggit , lalu beralih ke Mami Yoel.
"Kamu kerja disini?" tanya Mama Inggit lagi seraya menatap wajah tamunya itu.
Dia pun tersenyum lalu berkata, "Iya tante, Reza kerja disini."
"Kerja dimana?"
"Reza kerja di cafe Shirazi cafe tan. Mampir ya kesana jika ada waktu."
"Oh. Pasti."
Mama Della pun menyela, "Nggit di mana Laras dan cucuku berada?"
Mami Yoel yang hanya jadi pendengar setia, kini ikut angkat bicara, "Iya aku lupa. Aku juga ingin melihat cucuku."
Mereka pun berdiri dan segera berjalan menuju lantai dua. Tapi, belum jauh mereka melangkah....
"Assalamualaikum,"
Mereka pun menoleh kebelakang. Disana sudah berdiri dua orang gadis remaja yang tak lain adalah Ara dan Fhani.
"Waalaikumsalam," jawab mereka serempak.
"Mari masuk," ajak Mama Inggit pada tamunya.
Fhani dan Ara pun berjalan mendekat ke arah mereka.
"Apa kabar tante," tanya Ara pada tante Inggit seraya mencium punggung tangan tante Inggit lalu kemudian mencium punggung tangan Mama Della dan Mami Yoel, Fhani pun melakukan hal yang sama dengan Ara.
Sesaat kemudian Ara pun sadar dengan pria yang sekarang ada di depannya, "Ini kan pria yang aku lihat di toko perlengkapan bayi tadi? Tapi anak - anak yang di gendongnya tadi kemana?" tanya Ara dalam hati.
"Ara, Fhani kenalin sepupunya Laras. Namanya Reza," ujar Mama Inggit memperkenalkan tamu nya kepada Ara dan Fhani.
"Ara."
"Fhani."
__ADS_1
"Reza. Senang berkenalan dengan kalian," ucapnya seraya menyunggingkan senyum.
"Senang berkenalan dengan kamu," jawab Ara singkat.
"Tante sepertinya kami datang di saat yang tidak tepat. Kami permisi pulang dulu," ucap Ara kemudian.
Fhani pun berbisik ketelinga Ara, "Kamu ini bagaimana sih? Tadi yang ngajakin kesini kamu. Masa kita sudah sampai sini lalu ngajakin balik," ucap Fhani kesal seraya memasang wajah cemberut.
"Percuma bisik - bisik, saya masih bisa mendengarnya," ucap Reza seraya menatap wajah ku dan Fhani bergantian. Aku pun menjadi salah tingkah.
"Pada bisikin apa sih?" tanya Mami Yoel pada Ara.
"Tidak ada apa - apa Mi," jawab Ara singkat.
"Kok cepat pulang, baru juga nyampe. Duduk juga belum," jawab Mama Inggit seraya menatap wajah Ara dan Fhani bergantian.
"Ara masih ada pekerjaan yang belum Ara selesaikan di restoran tante," ucap Ara mencari alasan.
"Iya kan Fhan?"
"Iya tante," jawab Fhani singkat.
******
Nama : Della Maharani. ( Mama Laras )
Usia : 41 thn.
Abaikan gambar yang di belakang pemirsa....
*******
Nama : Ahmad Reza Jibran ( Sepupu Laras )
Pekerjaan : Dia seorang pebisnis sukses. Di usianya yang masih muda. Dia sudah memiliki kafe sendiri yang di beri nama Shirazi kafe. Dia blasteran Arab dan Indonesia.
Di harap bijak ya teman - teman dalam memaknai penokohannya.
💖💖💖
Mari saling mendukung....
Terima kasih.
💖💖💖
__ADS_1