JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS . Bagian 43 . Kembali kerumah


__ADS_3

Entah harus dari mana harus kumulai cerita ini. Kabut sunyi perlahan mulai merayap di hati. Aku yang mencintaimu dalam diam menahan rindu yang kian tak teredam. Ingin rasanya ku bertemu denganmu. Tapi, menyapamu saja aku tak mampu. Lalu, apa dayaku? Bahkan anginpun membisu ketika aku mengadu tentang apa saja yang bertalian dengan dirimu. Mungkin bagiku cukup tuhan yang tahu. Tentang apa dan bagaimana perasaanku. Karena bahagiaku, masih bisa menyelipkan namamu dalam setiap doaku.


💖💖💖


Kini Ray telah di tangani dokter dan Laras tak lupa mengirim pesan ke tante Inggit memgabarkan kalau Ray ada di rumah sakit. Sembari menunggu tak henti - hentinya dia berdo,a untuk orang yang pernah dia sayang dan cinta walau cintanya tak terbalaskan. Berapa saat kemudian dokterpun keluar dari ruangan.


"Keluarga pasien?" tanya dokter.


"Saya dok." ujar Laras seraya berdiri dan berjalan kearah dokter yang berdiri diambang pintu. Dengan hati was - was dia pun bertanya tentang kabar sahabatnya itu.


"Dok, bagaimana keadaan teman saya?" ujar Laras ketika tiba didepan sang dokter.


"Teman kamu baik - baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan." ujar dokter itu seraya menepuk - nepuk pundak Laras kemudian berlalu pergi.


"Syukur alhamdulillah, jika dia baik - baik saja." ujar Laras membatin dalam hati.


"Laras."


Laras pun menoleh kebelakang, "Tante Inggit." Laras pun berjalan kearah tante inggit.


"Bagaimana keadaan Ray?" tanya tante Inggit dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Alhamdulillah kata dokter, Ray baik - baik saja, tidak ada luka yang serius tante." ujar Laras seraya mengajak tante Inggit duduk di kursi besuk.


Sudah berhari - hari Ray di rawat dan hari ini Ray sudah di ijinkan untuk pulang.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu boleh juga sudah keluar hari ini." ujar Kevin.


"Alhamdulillah, aku juga sudah bosan disini aku sudah kangen dengan tempat tidurku sudah lama aku tinggalkan." ujar Ray.


Laras seraya berdiri dan berjalan kearah brankar Ray.


"Aku juga senang hari ini kamu sudah boleh pulang, gak ada kamu gak asyik alias kurang lengkap personilnya." ujar Laras menimpali.


"Aku juga senang karena kamu terluka tidak terlalu parah dan tidak perlu berlama - lama di rawat di rumah sakit. Teman - teman, bagaimana untuk menyambut kepulangan Ray dari rumah sakit, bagaimana kalau kita makan - makan? Aku traktir deh!" ujar Kirana seraya menatap wajah sahabatnya satu persatu.


"Kebiasaan kalau dengar traktiran aja lo cepatnya minta ampun." ujar Laras seraya memukul pelan bahu Kevin.


"Gunakan ajian aji mumpung, mumpung ditraktir iya kan Na?" ujar Kevin terkekekh.


"Iya, iya tidak usah ribut aku traktir semua kok." ujar Kirana menengahi.


"Apakah sudah siap?" tanya Mama Inggit ketika pintu sudah dibuka. Sontak mereka berempat menoleh keasal datangnya suara.

__ADS_1


"Sudah mah." ujar Ray.


"Sini biar aku bantu kamu berdiri!" ujar kirana menawarkan diri namun ditolak oleh Ray.


"Tidak usah Na, aku bisa sendiri." tolak Ray seraya berdiri dan berjalan kearah mamanya.


💖💖💖


Mereka kini sudah berada di mobil. Kirana, Laras dan Kevin satu mobil. Sementara Ray dan mama Inggit satu mobil. Selang beberapa saat kemudian kini mereka sudah memasuki halaman rumah Ray. Mereka pun sudah memarkirkan mobilnya.


"Hati - hati Ray!" ucap mama Inggit yang sudah membuka pintu mobil untuk Ray.


"Makasih mah." ujar Ray.


"Anak - anak terima kasih atas bantuan kalian hari ini." ujar mama Inggit setelah mereka semua berkumpul di teras rumah mama Inggit.


"Sama - sama tante, kami juga senang bisa membantu tante dan Ray." ujar Kevin.


💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate 5. Follow profil aku ya. Terima kasih.

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2