JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 76. Dhafin ungkap perasaan


__ADS_3

"Eh...Fhan....Fhani.....kok malah pergi sih," teriaku memanggil Fhani.


"Sudah biarkan Fhani pergi, mungkin dia lagi sibuk," kata Dhafin.


"Oh iya ada apa kamu memanggilku?" tanyaku heran.


"Hah, siapa yang manggil kamu. Ge Er banget sih kamu Ra," kata Dhafin sambil tertawa.


"Oh ya sudah aku pergi dulu aku juga sedang ada urusan," kataku sambil bangkit dari tempat dudukku.


"Eits....mau kemana? Sini dulu aku cuma bercanda ada yang ingin aku omongi sama kamu."


"Sepenting apa sih yang ingin Dhafin omongin sampai nahan aku begitu," ucapku dalam hati.


"Kamu mau ngomong apa sih?"


"Ra sudah tiga bulan aku kenal sama kamu, dan selama tiga bulan kita dekat aku sangat nyaman saat ada di sampingmu," ucap Dhafin dengan wajah serius.

__ADS_1


"Lalu?"


"Jujur aku sayang dan jatuh cinta sama kamu, maukah kamu jadi pacarku dan menerima cintaku?"


"Whatttssssss, dia nembak aku, apakah ini mimpi?" ucapku dalam hati.


"Aku juga nyaman sekali saat dekat dengan kamu dil, tapi ... ak - " aku terdiam sejenak.


"Tapi apa Ra? Gak papa kalau kamu gak balas cinta dan sayangku, mungkin aku yang terlalu baper." kata Dhafin sambil menunduk.


"Maaf dil ...."


"A ... Aku," ucap Ara pelan.


"Aku apa, Ra?" tanya Dhafin penasaran.


"Biarkan aku berfikir dulu kan kamu tau sendiri kalau aku baru saja terluka dan kecewa, aku tak ingin terulang untuk kedua kalinya," jawabku menunduk tak berani menatap wajah Dhafin.

__ADS_1


"Baiklah jika itu keputusanmu, aku bisa bilang apa."


"Maafkan aku," ucapku menyesal.


"Tidak apa-apa kita berteman saja aku sudah cukup senang," ujar Dhafin berusaha untuk tetap tersenyum.


💖💖💖


Kini hari sudah berganti malam. Di lantai dua disebuah kamar, aku duduk termenung di atas tempat tidurku. Bertahun-tahun menjalin hubungan bukan merupakan hal yang singkat tak sesingkat kita berpisah. Kita pernah mengikrarkan janji untuk tetap setia bersama, untuk tetap setia menunggunya disini, dan dia pun memilih untuk pergi bersama wanita pilihat orang tuanya. Rasa perih dihati tak terbendung lagi dan air mata tak dapat menahan dia untuk kembali di pelukan ini. Rasa hampa terasa begitu jelas dihati.


Ketika aku terbangun dari tidur yang tak terlelap karena ditemani kesedihan, aku teringat dia yang pergi dari kehidupanku, rasa dihati ini pun tak mudah tuk percaya tapi itu tetap terjadi, air mata terus terjatuh mengingat dia yang telah pergi, entah kapan dia akan kembali lagi di pelukanku dan mungkin dia tak akan pernah kembali, jerit hati dan tangis kesedihan pun menjadi teman setiaku dalam melalui hari - hari ku.


Hari terus berganti dan kesedihan masih tetap menyelimuti, kesedihan tak berujung entah sampai kapan. Segala cara telah aku coba untuk merelakan dan melupakan dia yamg telah pergi dari pelukan hangat ini. Telah kucoba membuka pintu hati untuk cinta yang lain, akan tetapi dia selalu membayangi dan terus menghantui. Bulan telah berganti dan hatipun belum bisa merelakan kepergiannya, hati ini terasa sulit untuk melupakan dan menerima kepergiannya. Rasa hampa, perih dan air mata tak jarang hadir menemani kehidupan ini. Di sela - sela do'aku selalu terselipkan namanya agar tuhan dapat menjaga dan melindunginya dimana pun dia berada.


💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara, like, vote, komen, dan jangan lupa rate 5 jika kalian suka. Terima kasih...

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2