
Kini mereka sudah berkumpul kembali seperti sediakala.
💖💖💖
Kedekatan mereka selama dirumah sakit membuat mereka sering - sering bertukar kabar.
"Coba saja ada Syilla disini, pasti akan terasa lengkap. Tapi dimana ya dia sekarang?" tanya Fhani pada diri sendiri.
💖💖💖
Di rumah bunda Amira.
"Ara, coba hubungi Fhani suruh datang kesini!" perintah bunda Amira.
"Siap bunda komandan." ujar Ara seraya menaikkan tangannya.
Arapun memainkan jarinya dengan lincah di atas handphone nya itu kemudian mencari nama seseorang, setelah ketemu dia pun segera mengirim pesan,
Amara Navisha
"Fhan, kamu bisakan kerumah sekarang." 07.00
"Ting." notofikasi pesan.
Fhani Cantik
"Ok langsung meluncur." 07.01
Sesaat kemudian kini Fhani sudah di mobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya. Tidak lama kemudian kini Fhani sudah berada di jalan raya dan siap menuju rumah Ara. Sesaat kemudian kini Fhani, sudah memasuki halaman rumah Ara. Fhanipun segera memarkirkan mobilnya lalu berjalan keteras rumah Ara.
"Assalamualaikum." ujar Fhani.
"Waalaikumsalam, eh kamu Fhan, mari masuk!" ujar bunda Amira.
"Terima kasih bund." ujar Fhani.
"Kamu sudah datang Fhan, mari masuk." ujar Ara.
Ketika mereka semua sudah duduk di sofa ruang tamu bunda pun mulai berbicara.
"Begini Fank makanya bunda suruh kamu kesini bunda ada rencana buat syukuran kecil - kecilan karena Ara sudah sembuh dari sakitnya dan bunda mau minta tolong sama kamu, tolong hubungi teman - teman kamu waktu dirumah sakit. Undang mereka semuant nya!" ujar bunda Amira.
"Acaranya kapan bun?" tanya Fhani.
__ADS_1
"Rencananya besok malam." jawab bunda Amira.
"Ok bun, nanti Fhani hubungi mereka semuanya." ujar Fhani.
"Jangan lupa sekalian dengan orang tua mereka ya." ujar bunda Amira.
"Ok, bund." ujar Fhani.
( Group chat enam sekawan )
Fhani Cantik
- "Assalamualaikum." 08.00
Laras Imut
- "Waalaikumsalam." 08.0
Fhani Cantik
- "Besok malam kalian datang ya kerumah Ara jangan lupa datang bersama orang tua ya!" 08.02
Kevin
Ray Wijaya
- "Ok." 08.04
Antony Wijaya
- "Ok." 08.05
Besok malam.
Kini tamu bunda Amira satu persatu telah berdatangan dan langsung masuk kedalam rumah dan duduk lesehan di ambal yang sudah di siapkan tuan rumah. Antony datang bersama mami Yoelitta di saat bersamaan Ray pun datang bersama mama Inggit.
Merekapun bertemu dan heran satu sama lain. Antony dan Ray pun berjalan sama - sama mendekat.
Antony sambil merangkul pundak Ray. "Mi, dialah orang yang selama ini mami cari selama belasan tahun."
Bunda Amira yang menyaksikan itupun berjalan mendekat kearah mereka,
"Bicaranya nanti aja setelah acaranya selesai, silahkan masuk kedalam!"
__ADS_1
Merekapun masuk semua kedalam, tidak lama kemudian acaranya pun dimulai. Sesaat kemudian acara syukurannya pun telah selesai dan satu persatu tamu undanganpun pulang kerumah masing - masing tapi tidak dengan mami Yoelitta dan mama Inggit.
Kini mereka sudah berkumpul di ruang keluarga. Sementara Ara, Antony, Fhani, Ray, Kevin, Laras sedang duduk ditaman belakang rumah Ara menyaksikan bintang - bintang yang bertaburan di atas langit.
"Jadi coba jelaskan kepada ku bagaimana bisa Ray bersama kamu selama ini." ujar mami Yoelitta.
"Maafkan aku, maafkan aku niat ku membawa Ray bukan untuk menculiknya tapi untuk memberikan mbak pelajaran biar apa yang ku rasakan mbak juga rasakan." ujar mama Inggit kini dengan air mata yang terus menetes dipipinya.
"Bukankah aku sudah menebus kesalahanku di masa lalu, tapi kenapa kamu masih menyimpan dendam pada ku. Ini tidak bisa dibiarkan kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu di kantor polisi." ancam mami Yoelitta.
"Sudahlah Yoel, tidak usah diperpanjang masalahnya. Maafkan lah dia dan anggap ini tidak pernah terjadi. Toh kalian masih tetap bisa merawat, menjaga dan membesarkan mereka bersama - sama. Sudah ya Yoel berdamailah dengan hatimu dan berdamailah dengan dia." ujar bunda Amira seraya menatap mama Inggit yang kini sudah berlutut di kaki mami Yoelitta.
Mami Yoelitta pun menghembuskan nafasnya secara kasar kemudian berucap. "Baiklah aku memaafkanmu, kan kamu tidak menyakitinya juga malahan kamu sudah membantuku menjaga dan merawat dia. Tapi jangan pernah kamu melarang Ray jika ingin kerumahku." mereka pun berpelukan.
💖💖💖
Ara membatin, "Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama."
💖💖💖
Antony membatin, "Salah satu hal terbaik dalam hidupmu adalah melihat senyum di wajah orang tuamu, dan menyadari kamulah alasannya."
💖💖💖
Ray membatin, "Hidup tak pernah lepas dari masalah, karena masalah adalah salah satu cara Tuhan menjadikanmu pribadi yang lebih kuat dan dewasa."
💖💖💖
Fhani membatin, "Bagaikan batu yang teguh tiada tergoyahkan, demikian pula orang bijaksana tiada goyah ditengah - tengah celaan atau pujian."
💖💖💖
Kevin membatin, "Selalu lakukan kebaikan dengan cara terbaik, karena dengan cara itulah kedamaian akan tercipta."
💖💖💖
Laras membatin, "Cintai apapun yang ada di dunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi."
💖💖💖 TAMAT 💖💖💖
Terima kasih yang sudah setia mengikuti kisah yang aku tulis dan terima kasih juga yang sudah selalu setia memberikan aku dukungan berupa like, vote, dan komen yang sangat membantu dalam menyelesaikan kisah ini , dan penulis akan mencoba membuat alur cerita kedua masih di judul yang sama.
Jadi komen - komen kalian semua masih penulis harapkan ya.
__ADS_1
💖💖💖 TERIMA KASIH 💖💖💖