
Dua belas jam kemudian...
Dokterpun keluar dari ruang operasi. Mereka semua yang menunggu diluar dengan hati was - was kini seketika berubah jadi ceria, dan merekapun berdiri dan langsung menghadang dokter dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kabar Kirana dan Ara.
Bunda Amira pun bertanya, "Bagaimana keadaan putri saya dok?"
"Iya dok, bagaimana keadaan kedua putri - putri kami?" kini mama Ajeng menimpali.
"Tenang ibu - ibu, putri anda berdua baik - baik saja, untuk pasien penerima, dan pendonor sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang ICU selama 21 hari lalu setelah itu akan dipindah kan ke ruang Isolasi, selama tiga minggu dan pembesuk hanya akan melihatnya dari kaca biar tempatnya tetap steril dan penyembuhannya cepat." ujar dokter itu seraya masuk kembali kedalam ruang operasi.
"Alhamdulillah." jawab mereka serempak.
Sesaat kemudian Kirana, dan Ara pun dipindahkan keruang ICU untuk melakukan pemulihan pasca operasi.
Dua bulan kemudian.
Kini Kirana dan Ara sudah di pindahkan kekamar Vip. Kini kondisi Kirana dan Ara kian membaik dan sudah bisa beraktivitas walau hanya seputaran kamar dan rumah sakit.
__ADS_1
"Mah, bawa Kirana menemui Ara sebelum Kirana pergi." ujar Kirana yang saat ini tengah duduk diatas pembaringannya seraya menatap mamanya yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Kamu yakin mau ketemu Ara?" ujar mama Ajeng.
"Yakin ma."
"Ya sudah ayo kita temui Ara di kamarnya!" ujar mama Ajeng seraya berdiri dan, berjalan kearah tempat tidur Kirana untuk membantu Kirana berdiri. Kini mama dan anak itu sedang berjalan keluar kamar menuju kamar dimana Ara di rawat.
"Tok...tok...tok." seraya membuka pintu kamar Ara di rawat.
Mereka pun menoleh serentak ke arah pintu yang baru dibuka. Nampak Mama Ajeng, dan Kirana dari balik pintu kemudian melangkah masuk, dan mendekat ke arah tempat tidur dimana Ara sedang di rawat.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat, kamu sendiri bagaimana kabar kamu?" jawab Ara.
"Seperti yang kamu lihat."
Hening sejenak hanya mata mereka yang saling pandang memandang dari orang satu keorang yang lainnya.
__ADS_1
"Ara, aku kesini mau minta maaf sama kamu, mau minta maaf atas segala kesalahan ku selama ini sama kamu, kesalahan yang tidak beralasan. Kamu mau kan memaafkan aku?" tanya Kirana seraya berjalan mendekat ke arah Ara.
"Sebelum kamu minta maaf aku sudah memaafkan kamu." ujar Ara seraya tersenyum.
"Terima kasih ya Ara, kamu memang baik aku menyesal telah menyakitimu." Ara dan Kirana pun berpelukan tanda mereka telah berdamai.
Setelah melepas pelukan Kirana pun berdiri dan kembali menatap wajah sahabatnya satu persatu kemudian berucap, "Teman - teman, aku minta maaf jika selama ini aku ada salah sama kalian baik di sengaja atau tidak." kini dengan derai air mata yang menetes di pipi Kirana.
"Aku sudah memaafkan segala kesalahanmu sejak dulu." Kirana dan Laras pun berpelukan. Setelah melepas pelukannya, kini Kirana beralih menatap Kevin. Kevin yang mendapat tatapan mata Kirana pun mengerti dengan maksud tatapan mata Kirana. Kevin pun berjalan kearah Kirana,
" Aku juga sudah memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf." ujar Kevin seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kirana. Kini Kirana beralih ke Ray yang berdiri di samping tempat tidur Ara,
"Aku juga sudah memaafkanmu." ujar Ray.
Kirana kini dengan air mata yang tidak bisa di bendung lagi, "Teman - teman terima kasih semuanya." mereka pun berpelukan.
💖💖💖
__ADS_1
Maaf kata - kata nya bertele - tele. Silahkan tinggalkan jejak like, vote, dan komen serta beri bintang 5 ya pada karya aku. Terima kasih.....
💖💖💖