
Merekapun kembali kemobil dan siap melajukan mobilnya ke jalan raya.
"Kita mau kemana ini?" tanya Fhani.
"Jalan aja tidak usah bawel." jawab Ara.
"Nih, anak kenapa?" membatin dalam hati.
💖💖💖
Di tempat yang lain. Kini Ray sedang menonton tv.
"Tok....tok....tok."
Dengan langkah malas Ray berdiri dan membuka pintu.
"Ceklek."Pintu dibuka.
"Ngapain kamu kemari?" tanya Ray.
"Kamu tidak mempersilahkan aku masuk dan ngobrol didalam gitu?" ujar Kirana.
Tamu siang itu adalah Kirana sang mantan kekasih yang tidak terima di sebut mantan kekasih.
__ADS_1
"Kalau mau bicara, ya bicara aja di luar sini." ujar Ray dingin nya.
"Kita ini kan sepasang kekasih masa kamu perlakukan aku seperti ini." ujar Kirana kini dengan mata berkaca - kaca.
"Sudah - sudah tidak usah kamu nampakan air mata buaya mu di depanku." ujar Ray seraya berjalan keluar dan duduk di kursi teras.
"Maksudmu." sambil menyusul Ray duduk di kursi teras yang masih kosong.
"Sudah lah Na, hentikan sandiwaramu. Aku tau apa yang terjadi di antara kita dua tahun sebelumnya." kini Ray menatap mata Kinan lekat - lekat.
"Apa yang kamu ketahui." tanya Kirana penasaran tanpa mengalihkan pandangan mata nya dari wajah Ray.
Seraya berdiri dan memunggungi Kirana,
"Aku terlalu bodoh selalu percaya dengan kata - katamu, padahal kamu bermain api dibelakangku. Apa kurang ku selama ini sama kamu. Semua yang kamu minta sudah aku penuhi.Tapi kenapa kamu tetap memilih dia dari pada aku." ujar Ray.
Kirana pun berdiri dan berjalan kearah Ray,
"Aku akui aku memang salah. Mari kita perbaiki hubungan kita. Aku menyesal pernah menduakan mu." seraya memegang tangan Ray.
Tapi tangan Kirana di tepis Ray kemudian berkata, "Sebaiknya kamu pulang dan aku tidak akan pernah mau balikan sama kamu. Luka dua tahun masih membekas di hatiku."
"Coba katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu mau menerima aku kembali sebagai kekasihm." ujar Kirana kini dengan air mata yang sudah menetes dari kedua mata indahnya.
__ADS_1
"Yang harus kamu lakukan sekarang adalah silahkan pulang aku mau istirahat." ujar Ray seraya berbalik dan berlalu pergi kemudian menghilang dibalik pintu rumahnya.
Dengan geramnya, "Awas kamu akan kubuat perhitungan dengan mu, kejadian dua tahun yang lalu ternyata tidak cukup memberimu pelajaran." seraya menghapus air mata palsunya dengan jari - jari lentiknya.
Kirana pun meninggalkan rumah Ray dengan perasaan kacau.
💖💖💖💖
"Ara, kita mau kemana ini perasaan dari tadi kita hanya muter - muter di sini - sini aja." ujar Fhani sambil mengedarkan pandangan nya keluar jendela mobil.
"Kita kerestoranku aja." ujar Ara dengan wajah tanpa bersalah.
"Ya elah bilang kek dari tadi." Fhani membatin dalam hati.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan rate lima dan jagan lupa follow profil aku ya terimakasih.
Maaf bertele - tele.
💖💖💖
Sahabat yang baik tidak akan mencelakai, tetapi sahabat yang baik akan menasehati, melindungi dan tulus mengasihi.
__ADS_1
💖💖💖