JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2 . Bagian. 71. Rencana dijodohkan


__ADS_3

Kini mami Yoelitta sedang duduk termenung di kursi meja makan. "Andai kata aku punya anak cowok, aku mau deh jadiin dia sebagai mantu aku." Kata - kata bu Jasmin di halaman tadi pagi masih terngiang - ngiang di telinga mami Yoelitta.


"Dia gadis yang cantik, sholeha, anak mondok dan kalau di bandingkan dengan Ara, saya rasa sebelas dua belas aja dengan Zahra." ucap mami Yoelitta dalam hati.


"Aku harus mencari Antony sekarang, dan menyampaikan ini padanya." ujar mami Yoelitta dalam hati, seraya berdiri dan pergi mencari Antony.


Di halaman ponpes seorang laki - laki sedang duduk di bawah pohon yang rindang, sedang termenung dan sesekali menatap tasbih berwarna biru yang sekarang ada di tangannya, sambil tersenyum kecut, "Ara lagi ngapain ya." ucapnya dalam hati.


Setelah berjalan kesana kemari akhirnya yang dicaripun ketemu, dia sedang duduk beristirahat di bawah pohon rindang yang ada di halaman pondok pesantren. Mami Yoelitta pun berjalan mendekat.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." jawab Antony seraya menoleh keasal datang nya suara.


"Eh....mami ada apa?"


"Tumben kamu sendirian, Fadil mana?" tanya sang mami ketika sudah tiba di sana dan duduk di salah satu kursi yang masih kosong.


"Mungkin Fadil ada di mushola, sedang mengaji sambil menunggu waktu sholat zuhur. Tumben mami kesini, ada apa?" tanya Antony tak mengerti.


Yang ditanya hanya diam dan berfikir sejenak kemudian mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan keinginannya. Sesaat hening lalu kemudian mami Yoelitta berkata,


Mami Yoelitta bertanya, "Antony kamu tau zahrakan?"

__ADS_1


"Tau, memangnya ada apa dengan Zahra?" tanya Antony tak mengerti seraya mengankat satu alisnya.


"Bagaimana kalau kamu dan Zahra, menikah?" ujar mami Yoelitta to the point.


Antonypu terkejut dan percaya tidak percaya, dengan kata - kata yang diucapkan sama maminya.


"Maksud mami, apaan?" tanya Antony tak mengerti.


"Maksud mami, kan kamu tau sendiri kalau makin hari mami sudah tua, mami ingin segera punya cucu dari kamu."


"Tapi kan mi, Antony tidak menyukainya. Antony hanya menyukai Ara." terang Antony.


"Tapi sampai kapan kalian akan, mempertahankan hubungan yang tidak ada pangkal dan ujungnya ini." ujar mami kini bernada rada marah.


"Sudahlah Antony, Zahra cantik, sholehah, anak pondok, anaknya sederhana. Apa kurangnya dia jika dibandingkan dengan Ara." ujar mami Yoelitta membandingkan antara Ara dan Zahra.


"Apa yang membuat mami berubah fikiran seperti ini?" tanya Antony.


"Pokoknya mami tidak mau mau tau, kamu harus melamar Zahra untuk menjadi menantu mami."


"Kok mami, jadi makasain kehendak sih, ini bukan gaya mami yang Antony kenal."


"Pokoknya mami tidak mau tau titik."

__ADS_1


Kemudian mami Yoelitta berdiri dari duduknya dan pergi dari sana. Antony hanya bisa menatap heran ke mami nya kemudian berucap, "Ada apa dengan mami." seraya menggeleng - gelengkan kepalanya.


Kini mami Yoelitta sudah kembali kedapur dan duduk di kursi meja makan.


"Aku harus mencari cara agar Antony dan Ara, bisa di pisahkan." ucapnya dalam hati.


....................


Keesokan harinya.


Pagi itu mami Yoelitta sedang membersihkan halaman bersama beberapa santriawan. Saat sedang sedang asyik menyapu, Zahra dan Jannah kebetulan lewat, dan bu Yoelitta pun menegurnya.


"Assalamualaikum, Zahra, Jannah." seraya memandang wajah mereka satu persatu.


"Waalaikumsalam ibu Yoel." jawab mereka serentak.


"Mau kepasar neng?" tanya bu Yoel pada, Zahra yang kebetulan sedang membawa keranjang belanjaan.


"Iya bu, Zahra mau kepasar." jawab Zahra sopan.


💖💖💖


Maaf bertele - tele. Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima ya. Terima kasih ....

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2