
"Ya elah bilang kek dari tadi." Fhani membatin dalam hati.
Kini Fhani sudah melajukan mobilnya ke arah restoran milik Ara.
"Fhan, putar balik aja deh kita pergi ke rumah tante Yoelitta aja deh." ujar Ara sambil menatap wajah sahabatnya itu.
"Ngapain kita ke rumah mama Antony." tanya Fhani sambil melirik sahabatnya itu kemudian kembali fokus kejalanan yang pada saat itu memang lagi rame, mobil dan motor berlalu lalang.
"Sudah ah, kaga usah bawel turuti aja apa kata - kata ku." ujar Ara sambil mendengus kesal.
Fhani membatin di dalam hati, "Ni anak salah makan apaan dari rumah."
Tidak lama kemudian kini mereka sudah memasuki halaman rumah tante Yoelitta.
Tut....tut....tut.....
Suara klakson mobil membuyarkan lamunan pak satpam. Dengan langkah cepat pak satpam membuka pintu pagar rumah.
"Siang neng, mau bertemu siapa." sapa pak satpam.
"Siang pak. Apa ibu Yoelitta ada?" tanya Fhani seraya tersenyum.
"Ibu ada di dalam. Silahkan masuk." ujar pak satpam seraya tersenyum.
"Terimakasih pak." ujar Fhani seraya menundukan kepala tanda saya permisi masuk.
Kini Ara dan Fhani sudah berada di halaman rumah Ibu Yoelitta. Mereka pun segera turun dari mobil kemudian melangkahkan kakinya keteras rumah.
"Tok.....tok....tok."
Suara dari dalam, "Tunggu sebentar."
__ADS_1
beberapa saat kemudian pintu terbuka.
"Maaf, mbak - mbak ini mau ketemu dengan siapa?" seraya menatap wajah tamu - tamunya satu persatu bergantian.
"Saya mau ketemu ibu Yoelitta, apa ibu ada?" jawab Ara.
"Ibu ada mari silahkan masuk!" ujar Art itu mempersilahkan tamunya buat masuk kedalam rumah.
Mereka pun masuk berjalan beriringan, setelah sampai keruang tamu, art, "Silahkan duduk, saya panggilkan ibu dulu!" kemudian melangkah pergi meninggalkan tamu - tamu itu menuju lantai dua dimana kamar majikannya berada.
Di lantai dua.
Tot....tok....tok.
Suara dari dalam "Masuk pintu tidak terkunci."
"Ceklek." suara pintu dibuka.
"Maaf bu dibawah ada yang nyari ibu." ujar Art itu seraya menundukkan kepala.
"Siapa?" tanya ibu Yoelitta seraya menghentikan aktifitas mengetiknya di atas laptop lalu kemudian menatap wajah pembantunya itu.
"Kurang tau bu." jawab art itu.
"Baiklah." seraya berdiri dari tempat duduknya kemudian melangkah keluar dari kamarnya disusul Art nya di belakang.
Setelah di bawah dan melihat siapa tamunya, dia pun terkejut dan tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia di wajah nya.
"Ara." panggil mami Yoelitta sambil merentangkan kedua tangannya dan berjalan ke arah mereka.
Yang dipanggilpun menoleh kemudian berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Tante, Apa kabar." ujar Ara seraya menyambut rentangan kedua tangan tante Yoelitta.
Mereka pun berpelukan sambil Cipika cipiki.
Setelah saling melepas pelukan mereka pun duduk di sofa yang sama.
"Tante apa kabar?" tanya Ara.
"Kabar tante baik seperti yang kamu lihat." ujar Tante Yoelitta.
Dia pun menoleh ke arah dua gadis asing yang duduk di sofa yang lain.
"Nama Saya, Fhani tante." seraya berdiri dan mengulurkan tangan kepada tante Yoelitta.
"Tante Yoelitta."
"Tumben kamu kemari ada apa? tante kira kamu sudah lupa dengan tante?" ujar tante Yoelitta yang kini memasang wajah sedih.
"Bagaimana mungkin Ara bisa lupa sama tante." ujar Ara seraya menggenggam tangan tante Yoelitta.
"Silahkan diminum!" ucap art seraya meletakkan nampan berisi empat buah jus jeruk di atas meja.
Sontak Aktifitas kengen - kangenan terhenti seraya menoleh keasal datang nya suara.
"Terimakasih, kamu boleh kembali kebelakang!" ujar tante Yoelitta.
Art itu pun berlalu pergi dari hadapan mereka.
💖💖💖
Silahkan tinggakan jejak like , vote dan komen serta beri rate 5 ya . dan jangan lupa follow profilku . terima kasih . Maaf bertele - tele .
__ADS_1
💖💖💖