Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 100


__ADS_3

bunga-bunga menghiasi sudut ruangan dinding dilapisi kain berwarna biru langit menghiasi setiap ruangan,beberapa orang bolak-balik mengerjakan tugas masing-masing.


seorang wanita berkebaya putih dengan riasan seperti seorang putri cantik dan anggun namun tatapannya kosong tidak memancarkan kehidupan,dia berusaha untuk tersenyum ke semua orang namun dihati ia selalu berdoa semoga ini hanya mimpi yang akan berakhir.


cklek.


"sayang kamu sudah siapa anak Mama cantik seperti putri ayo calon suami kamu sudah nunggu"


ucap wanita paruh baya yang tidak lain adalah Mama dari wanita berkebaya putih.


setiap langkah hatinya berdebar tidak karuan,kenapa hatiku berdebar kencang! ada apa ini aku kan nggak punya penyakit jantung lalu kenapa jantungku berdegup kencang hah huh' ucap bathin wanita berkebaya putih mengatur napas agar lebih tenang.


deg deg deg semakin dekat semakin kencang debaran didada 'kenapa jantungku berdetak kencang padahal kemarin ketemu sama bagus aku biasa saja nggak mungkin kan aku jatuh cinta sama dia' ucap bathin nadda ketika melihat sosok yang didepan seperti bukan bagus.


mata melihat sekeliling dan ia terpaku melihat bagus duduk di kursi tamu bersama Ipul dan fandi lalu siapa yang akan menikah denganku kalau bukan bagus,langkah kaki semakin berat ketika mendekati meja akad seakan dunia terbalik mendengar suara disampingnya.

__ADS_1


suaranya terdengar tidak asing ditelinga tapi nama yang ia sebutkan terasa janggal,tak terasa ijab kabut telah selesai aku menghadap ke sosok yang telah sah menjadi suamiku.


air mataku menetes tatkala mencium tangannya dan menatap photo dibuku nikah 'apakah ini mimpi? tidak mungkin dia ada disini' jerit nadda dalam hati menguatkan diri agar tidak pingsan.


acara akad sudah selesai aku memilih ke kamar untuk merenungi semuanya,pintu kamar terbuka terlihat tiga sosok dengan ekspresi berbeda.


"nadd jujur gue baru tahu ketika mau akad gue nggak menyangka kalau dia bisa menikah dengan lo"


ucap iza membela diri padahal aku belum bertanya sama dengan iza Ani pun mengungkapkan hal sama,namun Adel hanya diam menatapku.


"gue hanya prediksi tapi ternyata jadi kenyataan,awalnya gue kira lo akan menikah dengan bagus tapi feeling gue bilang dia.itu sebabnya gue pilih gaun warna biru itu buat Lo"


"nadd gue cuman bilang mungkin ini takdir dan jodoh yang Allah berikan untuk lo,seberapa jauh atau pun dekat kalau sudah jodoh pasti akan bertemu percayalah"


ucap bijak iza menenangkan hati nadda meski ia tahu nadda seperti apa.

__ADS_1


setelah istirahat nadda berganti baju dengan gaun warna biru yang begitu cantik,hah apa aku bisa ya Allah yakinkanlah hatiku jodoh yang engkau pilih untukku Aamin' ucap lirih nadda sebelum keluar.


didepan pintu ada tiga sosok laki-laki yang berdiri didepannya,ngapain mereka bertiga disini harusnya kan diluar.


"selamat atas pernikahanmu semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan cepat mendapatkan anak dan kalau ada apa-apa bisa menghubungiku"


ucap konyol Ipul memberi selamat dengan senyuman.


"selamat semoga selalu sehat dan bahagia berhubung doanya sudah diwakilkan oleh Ipul jadi aku akan memberikan ini untukmu"


ucap kikuk Fandi memberi kado yang berisi buku 'cara menjadi istri yang baik'.


"hah selamat akhirnya menikah meski bukan denganku tapi tidak apa-apa seperti apa yang dikatakan Ipul kalau ada masalah kamu bisa mengubungi kita,sorry kita nggak lama karena harus kembali ke Korea"


ucap bagus tersenyum meski hatinya sakit tapi ia sadar jodoh itu sudah ada yang mengatur dan ia harus ikhlas.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2