Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 128


__ADS_3

Bryan menatap tak percaya ke seokjin 'apa dia sudah g*** memberi uangnya untukku kak nadda saja mengomel dulu baru dikasih lah ini.. jangan-jangan ada udang dibalik bakwan tapi tak apalah lagian gue memang lagi butuh nanti gue kembalikan kalau sudah selesai'.


"kenapa? kamu sudah tahu kan bagaimana caranya"


tanya seokjin ingin meledek Bryan yang memberi tatapan tak percaya.


"terima kasih oh iya aku minta alamat rumah Hyung biar aku saja yang memberikannya,hyung kan lagi sibuk takutnya nggak bisa pulang"


ucap Bryan yang sedikit luluh dengan sikap seokjin,ia tahu laki-laki didepannya itu orang baik cuman karena seorang idol dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"nanti aku chat kamu,jaga kesehatan jangan keluyuran fokus kuliah"


seokjin tersenyum menepuk kepala Bryan yang sudah seperti adiknya.


**


ketika seokjin masuk semua member (seokjin) menatap seokjin bertanya.


"ada apa? ngapain kalian ngeliatin begitu?"


tanya seokjin yang risih ditatap oleh semua member 'apa ada yang salah' seokjin melihat seluruh tubuhnya.


"bukannya Hyung mau belanja! terus mana belanjaannya?"

__ADS_1


taehyung membuka percakapan dengan pertanyaan yang aneh menurut seokjin 'belanja! kapan aku bilang mau belanja!' teriak seokjin dalam hati.


"aku nggak belanja,orang aku habis ketemu sama orang.kapan aku bilang mau belanja sudah balik latihan"


ucap seokjin meninggalkan member yang masih kebingungan.


"ini yang salah kita atau dia"


J-Hope menggeleng kepala lalu kembali latihan dan diikuti member lain meski dibenak mereka masih ada pertanyaan.


**


dua orang wanita sedang gelisah yang satu duduk termenung dan satu lagi bolak-balik memikirkan sesuatu,pertanyaan terlontar dari wanita yang sedang duduk.


dengan polos Jenni mengutarakan isi kepalanya dan mendapat hadiah dari seo Hyun.


tak.


"kau itu b**** atau gimana! jangan pura-pura lupa kemarin aja dengan santainya kamu mencampurkan obat bius ke cake kamu tahu apa artinya?... mungkin saja j***** itu m*** dan keluarga seokjin melapor polisi"


ujar seo Hyun menatap tajam Jenni yang pura-pura polos pada saat seperti ini 'membuatku pusing saja' seo Hyun memijit pelipisnya setelah menjawab pertanyaan Jenni.


"lalu kenapa polisi mengejar kita! seharusnya kan mereka tidak tahu kalau kita yang melakukannya"

__ADS_1


Jenni berpikir bagaimana bisa ia dikejar polisi padahal ia tahu benar kalau pada saat itu cuman kita berdua.


mendengar ucapan Jenni,seo Hyun mengangguk menyetujui apa yang Jenni katakan,namun ia juga tahu kalau seokjin tidak mungkin lepas tangan begitu saja pasti dia menyuruh orang untuk mencaritahu.


"kita ke bandara"


setelah berpikir lama seo Hyun mengambil keputusan untuk pergi ke luar negeri,ia tidak mau masuk penjara.


Jenni hanya mengikuti apa keputusan seo Hyun,ia juga tidak ingin masuk penjara 'aku nggak mau masuk penjara wuuuaaahh oemma appa bantu anakmu ini' jenni menjerit dalam hati memanggil orang tuanya.


sebelum ke bandara mereka membuat identitas palsu,seo Hyun takut kalau mereka akan dicekal apalagi mereka buronan polisi.sudah pasti polisi akan mencari mereka kemana pun termasuk bandara.


dengan memakai rambut palsu mereka memasuki bandara dengan tenang meski hati mereka was-was,menengok kanan kiri mewaspadai kalau ada polisi disekitar mereka.


tanpa mereka sadari seseorang mengawasi mereka dan membiarkan mereka pergi ke tujuan.ia menghubungi seseorang dengan tersenyum ia mengikuti mereka berdua memasuki pesawat yang sama.


'kemana pun kalian pergi,kalian tidak bisa lepas dari ku'


gumam seorang memakai topi dan masker.


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.

__ADS_1


__ADS_2