
"sorry,aku justru ngefans sama kamu.tapi mungkin agak berbeda dari fans lain"
ucap nadda tersenyum menjawab pertanyaan pemuda didepannya.
"oke nama kamu siapa?"
tanya pemuda tadi.
"annyeong haeyeo nadda Aidah Fauziah imnida"
ucap nadda mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dan seketika pemuda itu mengerti maksud nadda ia pun mengulurkan tangannya.
sebelum pemuda itu mengucapkan kata-kata handphone nadda berbunyi lagi.
πΆπ² Mila
"hallo ada apa mil?"
"..."
"iya aku kesana sekarang bye"
ucap nadda menutup telponnya.
"kamu mau pergi?"
tanya pemuda bermasker didepannya.
"iya kenapa? sepertinya sudah sepi mending kamu balik takutnya dicariin sama manager kamu"
ucap nadda melihat sekitarnya yang memang sepi.
"iya,tapi.boleh aku minta nomer hp kamu?"
ucap pemuda bermasker itu dengan hati-hati takut kalau nadda berfikiran yang aneh.
"kalau nggak..."
ucap pemuda bermasker lagi namun sebelum ia berbicara nadda sudah menyebutkan sederet nomer.
"kalau begitu aku pergi dulu.."
__ADS_1
ucap nadda terpotong oleh Kata yang diucapkan pemuda tadi.
"panggil aja oppa,kalau begitu bye semoga kita ketemu lagi"
ucap pemuda bermasker melangkah pergi meninggalkan nadda yang masih terdiam memandanginya 'lucu juga'
ucap pemuda tadi.
"iya,bye hah aku harus pulang"
ucap nadda tersenyum mengingat kejadian yang tidak pernah ia kira.
nadda kembali ke restoran dengan senyuman manis tidak ada yang berbeda,seperti biasa nadda selalu bersemangat ketika ia bekerja.
setelah jam waktu berakhir nadda mengumpulkan semua pegawai,ia menanyakan apakah ada yang mempunyai ide untuk mendekor ulang restoran.
semua masukkan ia terima dan setelah disetujui oleh semua orang mereka mengerjakannya,meski barang yang dibeli nadda tidak semuanya dipakai namun ia bahagia bisa bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki toleransi.
hari ini nadda pulang sendiri,tidak seperti biasa ia pulang dengan Mila.
ketika di perempatan jalan ia turun untuk membeli makanan.
ia menikmati pemandangan dengan bersyukur,bersyukur masih diberi kenikmatan yang tiada terkira ia bahkan lupa dengan sahabatnya di Indonesia.
ia selalu mengirim foto agar mereka tahu kalau ia baik-baik saja,disaat ia melamun nadda tidak menyadari kalau ada orang disebelahnya.
seseorang yang menikmati keindahan didepannya,ia bahkan memotret momen-momen indah itu.
ting π©0123xxx
annyeong haeyeo
jangan ngelamun nanti nggak tahu kalau barang kamu sudah hilang.
π¨me
sorry ini siapa?
apakah aku mengenalmu.
π©0123xxx
__ADS_1
yes,kamu mengenalku bahkan semua orang mengenalku.
"omg tunggu dia"
ucap lirih ketika dia mengingat seseorang yang baru ia temui.
π¨me.
oppa?
"yes i'm"
ucap seseorang yang duduk disebelahnya,nadda pun terkejut hampir teriak namun ia tahan ketika tahu ia sedang dimana.
"oppa ngapain kamu kesini?, nanti kalau ada yang lihat bagaimana? apalagi kalau paparazi"
ucap nadda terkejut ketika tahu siapa orang disebelahnya.
"tenang,kalau kamu tenang nggak ada yang akan tahu.tapi,kalau kamu gelisah justru mengundang perhatian orang"
ucap pemuda yang dipanggil oppa oleh nadda.
"oke,hmm oppa kesini sendiri?"
ucap nadda yang menyadari kalau pemuda itu sendirian tanpa managernya.
"iya aku sendiri,emang kenapa lagian aku sudah dewasa bukan anak kecil"
ucap pemuda yang dipanggil oppa.
"kamu bawa apa? makanan"
tanya pemuda itu mengambil bungkusan yang ada ditangan nadda,ia bahkan memakan makanannya.
"oppa laper? kalau mau aku Masakin tapi nggak jadi"
ucap nadda menawarkan namun sedikit kemudian ia batalkan,karena ia tahu pemuda didepannya itu jago masak dan pasti lebih enak.
"why? kenapa tiba-tiba nggak jadi,padahal aku pengin nyicipin makanan kamu,jangan minder meski aku bisa masak tapi aku juga pengin makan masakan kamu"
ucap serius pemuda itu dengan nada tegas tapi lembut.
__ADS_1
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.