
seokjin termenung saat ia mengingat ucapan pihak agensi kalau ia tidak bisa mengundurkan diri sebelum kontrak selesai,ia pun memilih untuk pulang ke rumah karena nadda sudah diperbolehkan pulang.
dalam perjalanan ia selalu kepikiran tentang mimpi nadda bahwa dia bertemu seorang anak kecil yang begitu mirip dengannya.
"apa dia anakku,sayang appa tidak bisa bertemu denganmu"
ucap seokjin ke diri sendiri yang seakan berbicara dengan anaknya,tatapannya terhenti kala ia melihat sekumpulan anak-anak yang sedang bermain di taman.
hatinya sakit namun ia mencoba untuk mengikhlaskan 'mungkin jika dia ada sekarang ia tidak ada waktu untuknya apalagi ia masih banyak pekerjaan'.
mobil yang ia tumpangi sampai di rumah,saat ia turun seokjin melihat nadda sedang memandang langit di taman depan rumah.
"sayang kenapa tidak masuk ke dalam disini kan panas"
seokjin memeluk sang istri dari belakang,rasa hangat dan nyaman menjalar ditubuhnya rasa yang hanya bersama nadda.
"kenapa sudah pulang? memang tidak ada pekerjaan? kamu sudah makan belum,mau aku Masakin?"
tanya nadda ketika seseorang memeluknya dari belakang ia sudah tahu kalau itu adalah suaminya.
__ADS_1
"aku ingin makan soto ayam buatan kamu,orang-orang pada kemana? kamu sendirian di rumah?"
seokjin tersenyum saat nadda bertanya tanpa henti,perhatiannyalah yang selalu aku rindu meski aku banyak salah tapi dia masih memaafkanku.
"kan ini masih siang oppa,sebenernya aku ingin ke restoran namun Mila tidak memperbolehkannya"
ucap nadda cemberut mengadu ke seokjin.
padahal seokjin pernah menawarkan untuk membuka restoran sendiri namun nadda tidak mau katanya 'kalau mau aku bisa beli restoran milik Adelia'.
"Mila ingin istirahat dulu baru kamu kembali kerja,ayo masuk aku sudah lapar"
"oppa sudah minta ijin ke namjoong oppa?"
mendengar ucapan nadda seokjin sedikit malas untuk menjawab tapi seokjin tidak mau nadda tahu kalau ia sedang marah dengan para member.
"sayang apa kamu masih ingat apa yang terjadi sebelum kamu pingsan?"
seokjin yang berpikir untuk bertanya tentang kejadian kemarin jika member masih diam mungkin nadda mau berbicara.
__ADS_1
"itu... sayang kalau aku bilang...apa kamu bisa... tidak marah dan memaafkannya"
ucap nadda memandang seokjin dan meminta permintaan sebelum ia berbicara 'semoga apa yang aku bilang tidak akan menjadi masalah bagi mereka,tapi aku berbohong saja' ucap pergulatan batin nadda.
dengan yakin seokjin menganggukkan kepala,dengan hati-hati nadda bercerita dari awal ia datang ke drom sampai akhirnya ia berada di rumah sakit.
nadda segera menahan tangan seokjin saat melihat mimik wajah seorang seokjin yang sedang marah,ia berusaha untuk menenangkan seokjin.
"oppa tadi sudah janji untuk memaafkan meski sulit,tapi aku nggak mau cuman hiks gara-gara aku hiks persahabatan kalian hancur.kalian sudah bertahun-tahun bersama bahkan saat kalian susah hingga sekarang please oppa"
nadda yang sudah tidak bisa menahan tangisnya pecah dan memeluk erat tubuh seokjin.
'ini yang tidak aku mau oppa,aku tidak mau hanya karena aku kamu akan menyesal suatu saat nanti'
ucap bathin nadda.
seokjin membalas pelukan nadda,mendengar cerita nadda ia sungguh sangat bersalah andai ia dapat memutar waktu ia akan jujur ke semua member hingga dirinya tidak akan kehilangan anaknya.
terima kasih sudah baca.
__ADS_1
jangan lupa like and koment.