
di tempat festival.
"wih keren ini hiburan haha"
ucap Adel melihat-lihat stan dan panggung seperti belum pernah lihat.
"za lo kenal gak sama orang disebelah lo"
tanya Ani seolah tidak mengenal Adel.
"entahlah gue juga gak kenal mungkin orang g*l* kesasar atau gue telpon rumah sakit jiwa aja"
ucap iza mendalami peran.
"yuk nadd kita pergi aja takut ada orang g*l* kesasar"
ucap Adel menggandeng nadda untuk pergi.
"Haha iya an za ikut gak?"
ucap nadda geleng-geleng kepala.
"lo yang g*l*,kita mau kemana dulu"
ucap iza memandang stan kanan kiri.
"mending kita ke stan dulu baru ke panggung"
usul nadda.
"oke"
ucap serempak.
mereka ke stan makanan dan minuman lalu ke panggung,mereka kaget setelah melihat siapa yang ada di panggung.
"mata gue yang salah atau panggungnya yang salah"
ucap Ani mengucek kedua matanya namun tidak berubah.
"gak,mata lo gak salah cuman yang salah itu anak-anak curut kenapa disana?"
ucap iza menimpali ani yang tidak terima dengan kenyataan.
"Haha g*l* gak nyangka gue ternyata si curut itu populer juga"
ucap Adel dengan pandangan berbeda dari kedua sahabatnya.
"ini lelucon atau apa kata itu pasti akan terucap jika Sarah dan Vini disini"
__ADS_1
ucap nadda memandang sosok dipanggung.
"hei lo mau kemana? kan belum selesai acaranya"
tanya Adel ke Ani dan iza.
"males gue lihatnya mending ke stan beli barang apa gitu,yuk nadd nanti ada nenek Lampir males gue ngadepinnya"
ucap Ani mengajak nadda pergi walau dihatinya berkata untuk tinggal entah kenapa.
nadda terdiam meski didepan mata banyak pernak-pernik yang menarik,hatinya menginginkan ke belakang namun separuh hatinya berkata tidak.
"kenapa lo diem aja?"
ucap sosok pemuda didepannya.
"gak papa cuman ada pemandangan yang iaja tadi"
ucap sosok pemuda itu tersenyum.
"gak panas kok,nih lo minum biar fokus"
ucap sosok pemuda disampingnya memegang dahi sosok pemuda tersenyum tadi yang memandang dengan tajam.
"Haha kaya di iklan aja,lebay lo "
ucap sosok pemuda didepannya.
"dek..dekk Nadda!!"
teriak kak Devan aditya fauzan yang kesel karena nadda melamun.
"ahh ada apa kak sudah malem ngapain teriak-teriak nanti dimarahin tetangga"
ucap nadda yang melanjutkan pergolakan di hatinya.
"dek kamu kenapa? pulang festival bukannya seneng ini malah ngelamun emang tadi ada apa di festival"
tanya kak adit yang Bingung dengan kelakuan nadda.
"gak papa kak,kok kakak berangkat emang libur berapa lama?"
ucap nadda.
"kamu ngusir kakak hah dasar kamu ini"
ucap kak Adit menggelitiki nadda.
"kak hahaha kak haha sudah nanti aku ngompol hah kan aku cuman nanya kak baper amat kaya anak SMP aja"
__ADS_1
ucap nadda yang tidak menyadari perkataanya.
"hehe iya juga ya aku kan masih SMP hehe"
ucap ngawur nadda.
"kamu ini sudah sana tidur besok sekolah mau dianter gak?"
ucap kak Adit memerintah.
"boleh kalau kakak mau,kalau gitu kekamar bye"
ucap nadda.
tung..
π©+628xxx
hei selamat malam.
"ini nomer siapa nyasar"
celetuk nadda melihat chat masuk.
π¨me
maaf ini siapa?
π©+628xxx
seseorang yang mulia mengagummu.
belum tidur lo?
π¨me
π kalau sudah tidur gue gak bisa bales.
Lo siapa sih jangan sok misterius deh.
π©+628xxx
Lo tadi ke festival kan?
gimana penampilan gue keren gak?
"apa?"
ucap kaget nadda.
__ADS_1