
untuk sekian kalinya nadda dipusingkan dengan bumil yang ngidam banyak maunya,dia hanya pasrah menuruti keinginan bumil yang satu ini untuk cuman satu kalau dua bisa pecah kepalaku' jerit nadda membayangkan jika Adelia dan iza hamil bersamaan.
"sudah semua ayo kita ketempat ani"
ucap Adelia antusias membeli banyak makanan untuk makan bersama.
nadda menghembuskan napas berkali-kali mengingat tadi ia berkeliling pasar padahal barang yang dicari banyak yang jual,tapi.emang dasar bumil mintanya yang macam-macam alhasil muter-muter dulu baru beli.
disinilah empat perempuan dengan santai memilih baju buat acara pernikahan Ani,dari yang berwarna hingga batik mereka coba sampai terpilihlah dua baju yang pertama dengan atasan batik yang kedua warna Oren polos sesuai dengan baju yang dipakai pengantin.
Ani meminta nadda agar ia yang menjadi ketua panitia jadi tanggung jawab dekorasi dan yang lain ada ditangan nadda.
huft alamat nggak bisa tidur! gue harus minta bala bantuan siapa lagi kalau bukan suami adel dan iza tidak lupa kakak tercinta,dengan bujuk rayu ia lanyangkan agar pekerjaannya berkurang.
rasanya ia ingin mengutuk Ani dan Aldo (calon suami Ani) yang tidak menggunakan wedding organizer,mereka kan punya banyak uang kenapa harus gue! sungguh penyiksaan' jerit nadda yang mengutuk kedua pasangan.
"dek kamu nggak kenapa-kenapa kan?"
__ADS_1
tanya kak Adit yang kawatir dengan adik tercinta,ia tahu kehidupan sang adik tidak seperti sahabatnya yang selalu bersama dengan suaminya.
"aku baik-baik aja,kakak belum tidur ini kan sudah malam"
ucap nadda yang masih disibukkan dengan buku ditangannya,ia memulai untuk menulis lagi setelah Hiatus berharap tulisannya disukai banyak orang seperti dulu.
ia menulis tentang kehidupan pernikahan yang tidak seperti dibayangkan orang banyak,ia mengambil inspirasi dari berbagai sumber salah satunya dirinya sendiri.
menikah dengan seorang idol dunia bukanlah hal yang mudah,dari jarak yang memisahkan waktu yang terbatas belum lagi kepercayaan terhadap pasangan yang notabennya superstar.
tapi ia harus menjalani karena ini sudah takdirnya,setiap pernikahan pasti ada suka dukanya tergantung bagaimana mereka menjalaninya.
matanya tak pernah lepas dari ponsel ditangannya,memandang photo seorang perempuan dengan berbagai ekspresi.helaan napas berhembus kala rasa sesak menghampiri,rasa bersalah merayap dihati mengutuk dirinya yang tidak mampu memilih hingga ia mengorbankan sosok yang sangat ia cintai menderita sendiri.
dua orang memandang ke arahnya satu pertanyaan hinggap dibenak mereka,ingin bertanya namun enggan untuk dilakukan namun karena rasa penasaran mereka pun memberanikan diri.
"hyung ada yang ingin kita tanyakan"
__ADS_1
tanya namjoong mewakili Suga yang duduk disebelahnya,ia merasa gugup dengan situasi ini namun ia berusaha untuk tenang.
"apa yang kamu tanya kan"
ujar seokjin merasa kalau pertanyaannya tidak jauh dari kejadian tadi pagi saat ia dipergoki sedang menelepon seseorang.
"apa Hyung sudah move on dari nadda?"
tanya namjoong menatap seokjin mencari kebenaran,seokjin pun membalas tatapan namjoong dan menjawab pertanyaannya lalu ia kembali masuk dengan alasan ingin ke toilet.
dua orang saling bertatapan setelah mendengar jawaban seokjin,seilah otak mereka berpikir apakah yang didengar tadi benar? atau tidak.
seokjin yang sudah keringat dingin berusaha menenangkan diri,ia meminum satu gelas air lalu menghela napas panjang menjernihkan pikiran.
"apa aku harus jujur sekarang?"
ucap lirih seokjin yang tidak dapat didengar oleh orang lain.
__ADS_1
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.