Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 90


__ADS_3

laki-laki memakai kemeja putih menghampiri perempuan yang sedang bermain ayunan,laki-laki itu memeluk tubuh perempuan dan mengucapkan kata-kata cinta dan perpisahan.


perempuan itu tidak suka dengan apa yang dikatakan laki-laki tersebut,ia memeluk erat sambil meminta maaf dan hanya satu kedip laki-laki itu menghilang meninggalkan perempuan yang menangis.


"FADIL"


teriak nadda bangun dari tidurnya dengan keringat bercucuran ia menangis mengingat mimpinya.


ketika ia menengok seluruh ruangan ia menyengitkan dahi 'kenapa kamarku berwarna putih bukannya biru? lalu kenapa badanku susah untuk digerakkan lalu kenapa ada infus apa yang sebenarnya terjadi aaarrgh' ucap nadda memegang kepalanya seperti dihantam batu ia pun memutuskan mata dan tidak sadarkan diri.


suara tangis membangunkannya dari tidur panjang melihat orang-orang memandang haru ke arahnya,felix panggil dokter' sayup terdengar suara lembut milik Mama.


dokter memeriksa nadda dan dokter bilang nadda harus banyak istirahat,nadda memandang semua orang ia mencari seseorang namun tidak ia lihat ingin bertanya tapi suaranya tidak keluar.


**


tit.


tit.


tit.


seorang laki-laki dengan alat-alat kesehatan yang menempel dibadanya berusaha membuka mata,teriakkan perempuan menggema memanggil dokter.

__ADS_1


alat pernafasan dibuka agar bisa berbicara,ia meminta perempuan dihadapannya untuk melakukan sesuatu.ia berbicara dengan senyum kata-kata indah ia sampaikan untuk dia yang cinta.


tersenyum meminta maaf dan terima kasih ia sampaikan kesemua orang didekatnya tak lama bunyi alat pemacu jantung berbunyi nyaring beriringan dengan teriakan dan jeritan memilukan hati.


hujan mengiringi kepergiannya meninggalkan perempuan yang sangat ia cinta,ia berdoa agar perempuan itu mendapat sosok yang lebih darinya.


"kak hiks hiks kenapa pergi hiks"


ucap seorang perempuan menangis tertunduk dibawah hujan,ia menatap langit mengenang kebersamaannya dengan seseorang yang ia cintai.


"sudah kita doakan dia"


ucap laki-laki memeluk perempuan itu,membawanya masuk kerumah.


**


entah kenapa hatinya sakit mengingat dia yang sudah memasuki hatinya.


"dek masuk sudah malam"


ucap seorang laki-laki membawa adiknya masuk ke ruangan,ia tahu sang adik mencari seseorang tapi ia tidak bisa mengucapkannya.


"kemana dia kak,kenapa dia tidak pernah kesini"

__ADS_1


tanya nadda ke kak Felix dengan tatapan bertanya namun sang kakak tidak menjawab.


kak Felix hanya tersenyum menjawab pertanyaan nadda,tidak sekarang itulah yang ia pikirkan nanti setelah nadda sudah stabil ia akan menjelaskan semuanya.


setiap orang yang datang nadda selalu bertanya kemana Fadil bahkan orang tua dan adiknya tidaknya tidak menjenguknya,kenapa perasaanku tidak enak' pikirnya.


"za gue pinjem hp lo gue bosen nggak pegang hp,gue mau baca novel"


ucap nadda meminjam hp iza yang kebetulan menjaganya.


"ini tapi lo download dulu soalnya gue nggak pernah baca buku"


ucap iza memberikan hpnya tanpa curiga apa yang dilakukan nadda.


nadda mencoba mencari kontak Fadil namun tidak ada lalu ia mencoba mencari lewat sosial media deg sebuah status dari Fenita membuat ia terdiam terpaku membaca setiap kata-katanya,kepalanya seperti terhantam batu besar sakit hingga ia menutup mata dan hanya mendengar suara iza memanggilnya.


"nadd nadda bangun nadda!"


teriak iza memanggil nadda karena tidak ada respon ia berlari memanggil dokter dengan air mata mengalir tubuhnya jatuh kebawah.


"za kenapa? kenapa lo disini?"


tanya Ani ketika melihat iza menangis terduduk dilantai.ia pun melihat suster masuk keruangan nadda perasaannya tidak enak melihat pemandangan itu.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2