Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 69


__ADS_3

bagus yang tidak bisa melihat nangis pun memeluk erat nadda,ia berkata kalau ia tidak marah dengannya.


setelah nadda tertidur bagus keluar menemui Ipul,ia menanyakan kemana mereka pergi dan apa yang dibicarakan.


Ipul menjawab jika mereka hanya berkeliling kota lalu ia juga bilang sepertinya nadda menyukai dunia KPop,ipul juga bilang ketika nadda melihat baliho BTS nadda berteriak dan ia juga bilang kalau nadda ingin menonton konser.


ada beberapa yang tidak dibicarakan oleh ipul,ia tahu membohongi bagus adalah salah namun ia sering melakukannya jadi itu tidak masalah baginya.ipul baru mendapatkan informasi kalau nadda pernah bukan tapi memang dekat dengan salah satu member BTS dan untungnya sebelum informasi itu ke bagus ia sudah lebih dulu memblokirnya.


demi kebaikan atau pun tidak itulah Ipul,tidak ada yang tahu hati manusia itu seperti apa.


tap.


tap.


tap.


"permisi tuan maaf mengganggu ada yang harus saya laporkan"


ucap salah seorang menghampiri bagus dan Ipul.


"ya ada apa?"


jawab datar bagus.


"ada laporan yang mencurigakan"


ucap pegawai bagus menyerahkan berkas ke bagus.


bagus yang membacanya pun mengepalkan tangan lalu ia berikan berkas itu ke Ipul untuk membacanya.

__ADS_1


"wow berani juga dia,ya ampun apa dia tunggu sepertinya dia tidak sendiri haha g***"


ucap Ipul tertegun melihat isi berjas yang dikasih bawahannya.


"sepertinya mereka sudah tahu"


ucap datar bagus.


"mereka belum tahu sepenuhnya,apa yang akan lo lakukan?"


ucap Ipul menimpali bagus,ia sempat berpikir sama dengan bagus namun ketika ia memutar otaknya ia menyadari mereka belum tahu sebenarnya.


bagus yang mendengar ucapan Ipul pun menyetujui kalau apa yang dikatakan dia memang benar,sebenernya markas mereka bukan Korea Selatan tapi di negara lain.


ia kesini hanya untuk nadda bukan pekerjaannya,namun disisi lain ia tahu bahwa mereka akan melakukan sesuatu untuknya.


"biarkan saja mereka bertindak,kita lihat apa mereka bisa melakukannya"


Ipul yang melihat pun hanya diam,ia tidak mungkin melakukan sesuatu bisa-bisa bukan hanya mereka tapi ia pun akan berakhir.


**


"Hyung apa kau tidak bosan menatap langit setiap hari?"


ucap Jungkook menemani seokjin duduk sambil menatap birunya langit.


"kalau kau bosan masuklah! dan kalau sudah waktunya latihan panggil aku"


ucap seokjin menyuruh Jungkook untuk pergi,kebiasaan ia menatap langit bukanlah kebiasaan lama.tapi semenjak berita pesawat yang nadda tumpangi terjatuh dan dia belum ditemukan semenjak itu menjadi kebiasaannya.

__ADS_1


"hah ya sudah aku masuk dulu Hyung"


ucap lemas Jungkook menepuk pundak seokjin,ia pun masuk karena sudah bosan diluar.


"entah kenapa sepertinya aku memiliki firasat yang baik"


ucap Suga tiba-tiba yang sudah duduk didekat seokjin,seolah sudah biasa seokjin tidak kaget dengan suara yang tiba-tiba terdengar.


"iya semoga saja"


ucap seokjin menimpalinya dengan senyuman,sebenernya ia juga merasakan hal yang sama namun ia takut itu bukan dia.


"hei kalian ayo masuk latihan!"


teriak namjoong memanggil mereka berdua.


keesokan harinya,dipagi hari yang cerah bagus sudah datang kekamarnya.ia menyuruh pelayan untuk membantu nadda mandi.


hari ini nadda melakukan terapi untuk kakinya,kakinya yang masih lemas membuat nadda belum kuat untuk berdiri.alhasil dokter menyuruhnya untuk meminum vitamin dan makan makanan yang bergizi agar ia tidak lemas saat terapi.


bagus memberikan sebuah kejutan yang tidak disangka oleh nadda,ia membawa sesuatu tempat dimana ia ingin menangis dan memeluk bagus.


"kenapa kau membawa ku kesini?"


tanya nadda yang masih kaget.


"karena kau menyukainya jadi aku bawa kesini"


ucap bagus mendorong nadda masuk.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2